Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 35. Putriku Ratu


__ADS_3

Akhtar tak peduli lagi jika Raja dan Daddy Azril menghajarnya jika tau dia mengecup dan memeluk Ratu. Sepanjang perjalanan Akhtar memeluk tubuh Ratu. Gadis itu tadi sempat menolak, tapi Akhtar tetap memeluknya.


Jam Tiga pagi, Akhtar dan Ratu sampai di rumah kediaman ayah Albirru. Ratu menghubungi nomor ayahnya untuk membukakan pintu. Beruntung Albirru telah bangun dan akan melaksanakan solat Tahajud.


Awalnya Albirru kaget melihat nama Ratu yang tertera diponsel miliknya. Dengan segera diangkat sambungan seluler itu. Albirru lega setelah mengetahui ternyata Ratu baik-baik saja, bahkan putrinya itu telah berada dikediamannya.


Albirru segera berlari ke halaman rumah dan membukakan pintu pagar. Mobil Akhtar masuk perlahan. Setelah memarkirkan mobilnya, Akhtar dan Ratu keluar dari mobil.


Ratu berlari memeluk ayahnya. Mata ayahnya itu tampak berkaca. Albirru berpikir Ratu akan membencinya karena ulah Khaira dan Felix. Ia tak menyangka putrinya itu tak berubah.


"Ayah, aku kangen," ucap Ratu memeluk dan mengecup pipi Albirru.


"Ayah juga kangen," ujar Albirru. Ia mengecek matanya agar air mata tak tumpah. Ratu yang melihat itu menghapus air mata ayahnya yang tetap jatuh dari sudut matanya.


"Ayah, kenapa menangis?"


"Ayah sayang kamu." Hanya itu yang diucapkan Albirru. Ia baru menyadari ada seorang pria bersama putrinya. Albirru tersenyum dengan Akhtar.


Akhtar berjalan mendekati Albirru dan menyalaminya. Akhtar memperkenalkan dirinya pada Albirru. Ayah kandung Ratu itu mempersilakan mereka masuk.


Ratu masuk ke rumah dengan memeluk lengan ayahnya. Tampak pria itu sangat bahagia didatangi putrinya. Terakhir putrinya itu datang ke rumah sepuluh tahun lalu saat neneknya meninggal.


"Duduklah dulu, ayah panggil ibu."


"Ibu lagi ngapain?"


"Solat." Albirru berjalan menuju musala keluarga yang berada di belakang rumah. Ia melihat istrinya baru saja selesai mengerjakan solat.

__ADS_1


Albirru mengatakan pada Zahra jika Ratu datang bersama seorang pria. Ia meminta Zahra membuatkan air minum. Albirru mengambil wudhu dan mengerjakan solat dua rakaat.


Zahra menemui Ratu yang sedang duduk di ruang keluarga. Ia tersenyum melihat Ratu. Gadis itu berdiri dan memeluk ibu tirinya itu.


"Aku rindu,Ibu," ucap Ratu mengecup pipi Zahra.


"Ibu juga rindu,nak. Duduklah, ibu buatkan kopi atau teh dulu."


"Nggak usah,Bu. Kak Akhtar mau istirahat dulu. Dari Padang nggak tidur, jagain aku yang tidur," ucap Ratu malu.


"Tunggu nak Akhtar, ibu ganti dulu sprei-nya."


"Nggak perlu,Bu. Nggak apa."


"Baiklah, Ratu antarkan aja nak Akhtar ke kamar tamu. Ibu mau buat sarapan dulu."


"Jangan, biar Ibu masak sendiri aja. Kau istirahat aja."


"Aku sayang, Ibu." Ratu mengecup pipi Zahra.


Sebelum ke lantai atas bersama Ratu, Karena menyalami Zahra terlebih dahulu.


Zahra membalas dengan mengecup pipi Ratu juga. Ratu mengantar Akhtar menuju kamar tamu yang ada di lantai atas. Setelah itu ia menuju kamar tamu yang biasa ia tempati. Langsung tidur tanpa membasuh wajah dan mengganti pakaiannya.


Zahra memang menyayangi Ratu sama seperti ia menyayangi Khaira. Zahra sempat memiliki anak, tapi harus meninggal saat dilahirkan. Sejak saat itu ia tidak pernah hamil lagi. Albirru juga tak menuntut karena ia telah memiliki tiga orang anak. Raja, Ratu dan Khaira.


Zahra juga telah bisa menerima takdir yang ditetapkan. Ia juga bersyukur karena memiliki anak-anak tiri yang sangat baik, seperti Raja, Ratu dan Khaira.

__ADS_1


Albirru membantu Zahra menyiapkan sarapan. Ia sangat bahagia karena dikunjungi putrinya. Setelah Zahra masak dan mwnghidangkan semuanya, ia meminta suaminya itu membangunkan Ratu dan teman prianya.


Albirru naik ke lantai atas menuju kamar Ratu. Meskipun Ratu tak tinggal bersama dirinya, sebagai orang tua ia tetap menyiapkan kamar buat Ratu dan juga Raja. Kamar yang ditempati Akhtar saat ini adalah kamar yang disediakan untuk Raja.


Dengan pelan Albirru membuka pintu kamar putrinya. Ia duduk di tepi ranjang. Membelai rambut Ratu dan mengusap pipi gadisnya itu.


Maafkan ayah, nak. Mungkin bagimu ayah bukanlah ayah yang baik, tapi bagi ayah kamu adalah putri terbaikku.Tidak ada hari-hari yang lebih bahagia bagi ayah daripada melihatmu tersenyum dan penuh ceria.Ayah tidak menginginkan apapun darimu kecuali kebahagiaanmu, putri ayah yang paling cantik.


Bersambung


Sambil menunggu novel mama ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawa ini.


Judul: Mantan Terindah


Penulis: Rini Sya


DIA MENCERAIKAN ISTRINYA DEMI KEMBALI PADA CINTA MASA LALUNYA? APAKAH INI ADALAH KEPUTUSAN YANG TEPAT!?


Zien menceraikan istri sahnya demi kembali pada kekasih masa lalunya.


Serasa disambar petir perasaan sang istri saat Zein mengungkapkan keinginannya itu.


Keputusan apa yang akan diambil oleh istri sah Zein? Mungkinkah ia akan meluruskan niat suaminya itu?


Lalu bagaimana dengan kekasih masa lalu Zein? Mungkinkah ia akan tetap melangkah maju, setelah ia tahu bahwa Zein menceraikan istrinya demi kembali padanya?


__ADS_1


__ADS_2