Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 79. Baby twins


__ADS_3

Diego meminta Akhtar dan Ratu melihat layar monitor. Tampak dua janin di layar. Diego menerangkan letak-letak organ vital di tubuh bayi yang mulai berkembang.


Setelah itu Diego menunjuk jenis kelamin si kembar. Ia menjelaskan pada Akhtar.


"Seperti yang aku jelaskan tadi, kemungkinan besar jenis kelamin si kembar, keduanya cewek."


Ratu yang mendengar ucapan Diego tak bisa menutupi rasa bahagianya. Ia tersenyum semringah. Akhirnya ada teman buat dandan,pikir Ratu.


"Sayang, bayinya cewek. Pasti akan cantik-cantik seprti mommynya." Akhtar tampak bahagia mendengar jenis kelamin anaknya cewek. Ia emang lebih menyukai bayi perempuan.


Setelah pemeriksaan dirasakan cukup,Diego meminta Ratu kembali duduk. Akhtar langsung menggendong tubuh istrinya. Walaupun hamil, badan Ratu tidak melar, hanya perut yang tampak mulai membuncit.


"Selamat ya Ratu, ada saingan setelah lahir nantinya," ujar Diego.


"Saingan? Saingan Apa?"


"Nanti jika sikembar telah lahir, pasti kecantikannya akan menyaingi bundanya dan juga perhatian Akhtar pasti tidak akan tertuju buat kamu aja. Ada si kembar yang akan merebut perhatian ayahnya juga."


"Kalau saingan dengan anak sendiri nggak apa, Dok."


"Sayang, jangan takut ya. Cinta kakak tidak akan berubah," ucap Akhtar. Diego tag mendengarnya langsung berdeham.


"Jangan percaya, Ratu. Gombal aja itu. Mana mungkin tak berkurang, cintanya terbagi tiga nanti," ucap Diego.


"Siapa yang gombal. Kamu jangan jadi provokator ya."


"Alah, mulut buaya dipercaya. Katanya akan mengarungi lautan demi cinta. Di minta berenang di kali aja ogah."


"Bukan aku, ya? Jangan ngadi-ngadi," ucap Akhtar.

__ADS_1


"Siapa yang katakan itu kamu. Kalau merasa ya mana kutahu?"


"Dasar dokter edan. Pasien dibawa bertengkar."


"Gimana main kuda-kudaan. Masih bolehkan saat kehamilan makin membesar seperti saat ini."


"Nggak boleh lagi main kuda-kudaan. Bahaya!"


"Jadi aku harus puasa hingga Ratu lahiran?"


"Nggak juga."


"Terus ... aku harus bagaimana?"


"Pengin tau, atau pengin tau banget," ucap Diego.


Akhtar mengambil buku diatas meja dan memukul lengan Diego.


Diego dan Ratu tertawa melihat wajah kesal Akhtar.


"Sebenarnya tak ada masalah berhubungan badan saat kehamilan. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa berhubungan tidak menyakitkan bagi janin dalam kandungan.Proteksi dari otot janin dan air ketuban yang terus melindungi janin akan menghilangkan resiko dengan apa yang ditakuti. Milikmu tidak akan menyentuh janin apalagi bayi."


"Alhamdulillah,aku pikir tak boleh," ucap Akhtar. Tampak kelegaan di wajahnya.


"Tapi ...."


"Tapi apa? Kamu jangan takuti aku!"


"Posisi berhubungan paling mudah dilakukan saat sudah memasuki semester kedua seperti saat ini adalah gaya woman on top"

__ADS_1


"Dengar Sayang. Kamu yang harus aktif sekarang."


"Ingat, jangan melakukan saat sang ibu enggan atau stres. Lakukan dalam keadaan rileks "


"Baik Dokter, aku paham sekarang. Intinya tak apa'kan."


"Begitulah," jawab Diego.


"Aku penasaran. Apa kamu tak pengin kawin dan merasakan apa-apa yang sering kamu ajarkan?" bisik Akhtar.


"Aku udah sering kawin," ucap Diego.


"Astaga ... ternyata kamu dokter mesum. Udah sering kawin!" ujar Akhtar.


"Sudah keluar sana. Tak ada perlu lagi'kan?"


"Sejak kapan seorang dokter mengusir pasiennya? Kamu ini emang benar pengin berhenti jadi Dokter ya?"


"Ratu, apa kamu tak makan hati memiliki suami Akhtar." Ratu hanya menanggapi dengan tersenyum pertanyaan Diego.


"Aku ini suami idaman. Kamu boleh tanya Ratu. Jika besok kamu berkeluarga kita bisa saling berbagi pengalaman," ucap Akhtar.


"Baiklah suhu. Aku akan berguru padamu," ucap Diego.


"Ini resep vitamin buat Ratu. Janinnya berkembang baik. Tetap makan sayur dan buah yang banyak."


Akhtar dan Ratu pamit setelah mendapatkan resep vitamin yang akan ditebus di apotik rumah sakit.


Bersambung

__ADS_1


Selamat Pagi menjelang siang RATU KETIBAN DUREN LOVERS. Mama kembali bawa rekomendasi karya yang bisa dibaca. Jangan lupa mampir ya. 😍😍😍



__ADS_2