Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 43. Kediaman Akhtar.


__ADS_3

Akhtar meminta izin dengan Raja untuk membawa Ratu. Ia mengajak gadis itu ke rumahnya. Sampai di rumah Akhtar meminta Ratu menunggu di taman belakang dekat kolam renang.


Walau Ratu pernah datang ke rumah Akhtar, tapi gadis itu tetap kagum saat memasuki rumah itu.


Rumah yang sangat besar dan di tata dengan sempurna menggunakan perabot yang di dominasi warna hitam putih.



Ratu lebih memilih duduk di sofa yang ada di ruang keluarga sambil menonton televisi. Setengah jam kemudian Akhtar telah bergabung dengan Ratu.


"Kenapa tak menunggu di tepi kolam. Lebih asyik. Bisa memandangi langit."


"Aku malas sendirian. Di sini bisa sambil nonton."


Akhtar menghempaskan pant@tnya ke sofa. Ia menarik pinggang Ratu untuk lebih merapat. Akhtar mengusap kepala Ratu dan mengecupnya.


"Nanti aku akan kembali meminta izin dengan Daddy untuk menikahi kamu. Aku ingin setiap malam bisa memeluk kamu. Membawa ke dalam dekapan dada ini."


"Apa kak Akhtar nggak takut jika Daddy menolak lagi?"


"Seribu kali Daddy menolak, aku akan melamarmu dua ribu kali."


"Gombal."


"Itu bukan gombal, tapi emang itu yang akan aku lakukan. Nggak peduli berapa kali ditolak aku akan tetap datang melamar."


"Kak, aku tadi takut Raja melakukan sesuatu. Aku tau dia darah tinggi."


"Aurell memang keterlaluan. Aku aja tadi susah menahan diri untuk tidak menyakitinya."


"Kak, menurutku apa nggak keterlaluan meminta Aurell mengatakan kebenaran siapa kak Akhtar dengan Quin?"

__ADS_1


"Ini juga demi kebaikan Quin. Ia harus tau kebenaran tentang jati dirinya. Jangan sampai ia nanti akan ragu dan berpikir jika kita berbohong. Padahal yang berbohong di sini adalah Aurell."


"Kenapa Aurell mengatakan dengan Quin jika kak Akhtar ayah kandungnya."


"Saat aku tau Aurell hamil, kami memutuskan berpisah. Hingga Quin lahir dan berusia enam bulan, Aurell menikah dengan ayah kandung Quin yang juga profesi-nya juga model. Tapi pernikahan mereka hanya berjalan enam bulan dan kembali Aurell menjanda."


"Terus hubungannya dengan Kak Akhtar, apa?"


"Dengar dulu, Sayang. Jangan potong omongan ku."


"Sayang ...."


"Jadi aku meski panggil apa? Ayang, baby atau beb, atau ayang beb."


"Jangan, geli aku dengar panggilan gitu."


"Makanya, sayang lebih tepat'kan?"


Akhtar melanjutkan ceritanya. Saat usia Quin tiga tahun, Akhtar kembali bertemu Aurell. Melihat Quin kecil, Akhtar yang tak memiliki saudara langsung jatuh cinta pada bocah cilik itu.


Rasa sayang Akhtar dimanfaatkan oleh Aurell. Ia sering datang dengan membawa Quin. Lama-lama gadis cilik itu mulai lengket dengannya. Aurell meminta Quin memanggil Papi dengan Akhtar.


Saat itu Akhtar tak terpikirkan jika kasih sayangnya akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Aurell ternyata mengatakan pada semua orang jika ia ayah dari Quin. Di sekolah Quin, Aurell juga mengisi data ayah Quin dengan nama dirinya.


Quin yang telah dekat dengan Akhtar mengira jika ia memang ayah kandungnya. Akhtar tidak pernah berpikir jika ini akan menjadi masalah kedepannya.


"Menurutku itu juga salah kakak. Kenapa nggak membantah atau melarang saat Aurell meminta Quin memanggil papi."


"Aku memang salah. Dulu 'nggak ada dalam pikiran akan menikah kembali. Nggak ada wanita yang bisa menarik hatiku. Hingga aku bertemu kamu."


"Apa yang membuat kak Akhtar pertama kali jatuh cinta denganku."

__ADS_1


"Aku tuh menyukai kamu yang mandiri. Di balik manjanya kamu, ada sesosok wanita yang mandiri. Walau berasal dari keluarga yang berada tapi kamu tetap berusaha dengan uang sendiri."


"Aku nggak biasa boros. Berbeda dengan Raja dan Pangeran, mereka boros banget. Jadi setiap uang yang diberikan Daddy untuk jajan aku tabung separuhnya. Aku juga selalu membawa bekal kesekolah untuk menghemat uang jajan. Lagi pula aku memang pecinta masakan bunda."


Ratu menceritakan saat ia sekolah dulu. Banyak temannya yang nggak percaya jika ia anak seorang pengusaha ternama, karena Ratu yang tidak suka jajan di sekolah. Ia juga tidak pernah mengikuti tours yang sering sekolah adakan.


Bukannya Ratu tak ingin pergi, tapi Daddy yang tidak pernah mengizinkan. Akan tetapi teman sekolahnya mengira Ratu tidak ikut karena terkendala dana yang tidak ia miliki. Mereka mengobrol hingga malam menjelang.


Ketika malam harinya, Ratu memasak buat Akhtar. Pria itu awalnya tak percaya jika gadis manja seperti Ratu bisa memasak. Saat mencoba masakan Ratu, Akhtar jadi kaget.


"Enak banget. Ternyata selain cantik, kamu juga pintar masak. Aku makin nggak sabar ingin menikahi kamu."


Akhtar melahap semua hidangan yang Ratu masak dengan semangat.


Setelah makan malam, Akhtar mengantar Ratu pulang. Ia ingin melamar Ratu kembali. Tidak peduli jika Daddy masih belum menerima lamarannya.


Bersambung


Selamat siang semuanya, sambil menunggu Ratu Ketiban Duren update, bisa baca novel anak online mama dibawa ini.


"*Panji!" Panji menoleh dan mendapati Ziah berjalan kearahnya sangat lambat kayak siput.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo," ujar Ziah setelah berada di depan Panji. Ia menelan salivanya kasar. Mendongak untuk menatap manik Panji.


Bukan hanya dirinya, Panji juga ikut gugup dengan situasi yang ada. Mereka seperti pencuri yang tertangkap basah dan akan mengakui perbuatan masing-masing.


"Sejak pembicaraan kita di tempat ini tetang ciri-ciri jatuh cinta. Gue mulai mengamati perasaan gue Ji, dan gue merasakan semua itu pada seseorang."


Plis kalau itu bukan gue jangan bicara lagi Zi!


Panji menatap manik Ziah sangat dalam dengan jantung tak karuan, antara takut dan penasaran dengan kalimat Ziah selanjutnya.

__ADS_1



__ADS_2