
Seluruh keluarga saat ini sedang berada di ruang makan. Raja dan Pangeran juga telah hadir. Azril memang meminta pada anak-anaknya untuk mengusahakan makan malam di rumah. Jika memang pekerjaan udah tak bisa ditinggalkan, barulah Azril memaklumi.
Saat makan malam, Akhtar yang biasanya makan dengan lahap masakan bunda hanya menatap semua hidangan tanpa berniat mencicipinya.
"Kenapa kamu nggak makan? Jangan bilang masakan istriku nggak enak," ujar Azril dengan wajah garang.
"Daddy ... kamu nggak mau makan Akhtar. Apa ingin bunda masakan sesuatu?" tanya Bunda.
"Aku pengin makan pindang ikan, dan teri kacang balado Bun."
"Kenapa nggak ngomong dari tadi. Bisa bunda buatkan."
"Kak Akhtar kenapa sih? Dari pagi seleranya aneh. Sarapan mangga muda, dan seblak. Di jalan tadi tumben beli cilok, biasanya ogah ama makanan kaki lima," ucap Ratu.
"Apakah kamu sedang mengidam, Fernando?" tanya Azril.
"Apaan sih, Daddy. Masa Kak Akhtar ngidam. Nggak mungkin pria hamil. Kalau aku mungkin," ucap Ratu.
"Apakah mungkin saat ini kamu sedang hamil,Sayang? Tapi yang merasakan ngidamnya Akhtar," ucap Bunda dengan semangat.
Ratu dan Akhtar saling berpandangan. Mereka tidak Ada kepikiran ke sana. Apakah perkataan Bunda itu benar.
Raja dan Pangeran juga menghentikan suapannya. Jika kabar itu benar.
"Apa bisa Ratu hamil, Akhtar yang ngidam?
"Bisa, Nak. Dalam ilmu kedokteran disebut couvade syndrom."
"Couvade sindrom?" tanya Ratu keheranan.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri."
"Bahaya, Bunda?" tanya Akhtar kuatir.
"Mana ada bahaya, yang bahaya kalau ngidam pengin istri orang!" ucap Daddy.
"Emang ada ngidam istri orang, Dad?" tanya Akhtar.
"Ada, kalau kamu pengin Daddy gantung dan dibuang ke kandang buaya."
"Sadis banget sih, Daddy."
Raja dan Pangeran tertawa mendengar ucapan Daddy yang membuat Akhtar terdiam dan wajahnya tampak sedikit pucat.
"Nggak bahaya'kan Bunda?" tanya Ratu lagi.
"Apakah mungkin itu berarti Ratuku sedang hamil?" tanya Azril antusias.
"Kemungkinan besar ya, karena di dengar dari ucapan Ratu. Akhtar seperti wanita hamil."
"Daddy mau punya cucu. Berarti tak muda lagi dong," gumam Azril pada diri sendiri tapi dapat di dengar yang lain.
"Emang siapa yang bilang Daddy muda? Katarak matanya." ucap Pangeran.
"Jangan salah kamu, jika Daddy berjalan di mal masih banyak wanita muda melirik."
"Ya Daddy kepedean. Mereka melirik karena berpikir, kenapa ada orang tua yang masih main ke mal. Nggak sadar umur."
"Jangan salah, coba kita berdua berdiri di tempat umum. Minta wanita memilih, mau jadi pacar kamu apa Daddy. Pasti akan banyak yang memilih Daddy."
__ADS_1
"Paling memilih karena uang Daddy, bukan wajah," ucap Pangeran.
Semua tertawa meledek Daddy Azril. Bunda Zeya meminta bibi memasakan makanan yang Akhtar minta.
Setelah makan malam semua berkumpul di ruang televisi, termasuk Akhtar. Sambil menunggu bibi masak, Akhtar bergabung dengan yang lainnya.
"Kamu udah datang bulan, Nak?" tanya Zeya.
"Sepertinya belum, Bunda. Seharusnya udah satu minggu lalu," ucap Ratu sambil berpikir.
"Cobalah kamu periksa ke Dokter kandungan."
"Tapi baru satu minggu telatnya, Bunda."
"Hitungan Dokter dan kita berbeda.Jadi Bunda sarankan kamu lebih baik periksa dulu, biar bisa jaga-jaga jika memang sedang hamil muda."
Akhtar yang mendengar ucapan Bunda,mengajak Ratu periksa segera. Ia tak sabar menantikan kehadiran Akhtar junior.
Bersambung
Selamat siang semuanya. Tetap semangat ya. 😍😍😍😘😘. Mama kembali dengan rekomendasi karya teman mama.
Judul Karya : Miss Black. Pewaris CEO yang terbuang.
Sebutan anak haram melekat pada diri Rose sejak kecil karena ia tidak mengetahui siapa ayah kandungnya. Setelah sang ibu meninggal, Rose diasuh oleh paman dan bibinya. Namun bibi dan sepupunya yang kejam selalu memperlakukan Rose sebagai pembantu. Hingga pada usia empat belas tahun, nasibnya berubah total. Seorang pria bernama Denzel mengatakan bahwa Rose adalah pewaris dari Louis Brown, CEO Brown Group yang terbunuh secara misterius. Namun demi keselamatan dirinya Rose harus tetap menyembunyikan identitas aslinya.
Rose memilih menjadi mahasiswi biasa di fakultas seni. Tidak ada yang mengetahui bahwa Rose sesungguhnya adalah pemilik perusahaan property Brown Group yang 3. Akankah Rose dan Luke terlibat persaingan atau hubungan mereka justru berubah menjadi cinta?
__ADS_1