Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 40. Pertemuan Dengan Aurell.


__ADS_3

Ratu langsung menuju meja makan setelah mandi dan berpakaian. Ia tersenyum semringah melihat menu makan malam yang dihidangkan bundanya. Ratu mendekati bunda yang masih memasak. Bunda sedang membuat sayur bening bayam.


Anak gadisnya itu memeluk pinggang bunda dan menyandarkan kepala di bahu bunda. Zeya mengusap kepala putrinya itu.


"Ada apa, Sayang. Lapar?"


"Iya, aku udah kangen masakan bunda. Nggak ada masakan yang bisa menandinginya. Bunda yang paling enak masakannya."


"Itu karena lidahmu terbiasa dengan masakan bunda. Jika orang lain belum tentu suka."


"Kak Akhtar juga suka masakan, Bunda. Bunda nanti ajari aku masak seenak masakan Bunda ya?"


"Masakan kamu juga enak."


Raja yang baru datang langsung mencomot udang dari piring membuat Ratu memelototi.


Ratu paling tak suka melihat orang jorok.


"Raja ...." teriak Ratu. "Jorok banget. Cuci tangan dulu. Masa main comot. aja."


"Lebih enak kalau makan tuh sebelum cuci tangan. Kalau udah bersih kurang nikmat."


"Pantas nggak ada cewek yang mau, jorok banget jadi cowok. Kalau cowokku jorok gitu, aku pukul tangannya."


"Galak amat, pantas sejak kenal kamu Akhtar kurus badannya. Pasti makan hati punya pacar manja dan galak."


"Bunda, emang menurut bunda kak Akhtar kurus ya sekarang?" tanya Ratu serius.


"Nggak, malah Bunda lihat makin ganteng, dan badannya makin berisi."


"Raja bohong. Emang Kak Akhtar pernah mengeluh aku galak?"


"Pengin tau, atau pengin tau banget."

__ADS_1


"Banget ...."


"Tanya aja langsung dengan orangnya."


"Idih, kebangetan. Baru pengin tau itu aja, tak boleh. Dasar jomblo akut."


"Siapa yang jomblo. Pangeran tuh yang masih jomblowan."


"Maaf ya, gue udah punya pacar. Saat kak Ratu nikah, akan aku bawa dan kenalkan," ujar Pangeran.


"Aku juga udah punya calon istri. Cakep dan tidak manja kayak kamu."


"Bawa dong kalau emang udah ada punya pacar."


"Ada saatnya nanti aku kenalkan."


Semua duduk dekat meja makan sambil menunggu Azril yang sedang mandi. Setelah makan malam Azril mengajak Raja ke ruang kerjanya.


Raja menyakinkan Daddy Azril jika Akhtar pasti akan bisa menjaga Ratu dari Aurell.


Daddy dan Raja mengobrol cukup lama hingga jam sebelas malam.


Azril dan Raja sepakat jika pernikahan Ratu dan Akhtar akan dilaksanakan dua kali. Pertama pesta buat keluarga yang akan diadakan di kapal pesiar yang akan membawa mereka ke Singapura.


Pesta kedua buat seluruh kenalan dan rekan kerja Raja serta Azril. Akan dilaksanakan di salah satu hotel ternama.


Azril dan Raja sepakat pesta akan dilaksanakan bulan depan. Raja sangat setuju dengan rencana Daddynya. Mengingat dirinya juga sudah tak sabar ingin mengenalkan calon istrinya pada seluruh keluarga.


.............


Raja mengajak Ratu ikut dengannya. Awalnya Ratu keberatan, tapi setelah Raja mengatakan jika Akhtar juga ada akhirnya saudara kembarnya itu setuju.


Kembaran Ratu itu ternyata membawa dirinya ke tempat agensi miliknya. Raja memperkenalkan Ratu dengan karyawan yang ia temui.

__ADS_1


Raja membawa Ratu masuk ke salah satu studio pemotretan. Alangkah kagetnya Ratu melihat siapa yang sedang dipotret.


Ternyata di dalam ruangan itu ada Aurell yanh sedang melakukan pemotretan. Melihat Raja, semua kru berdiri menghormatinya. Raja duduk tepat di depan Aurell dan disampingnya berdiri Ratu.


Aurell yang melihat kedatangan Raja dan Ratu menjadi gugup dan salah tingkah. Hingga banyak melakukan kesalahan. Akhirnya pemotretan di hentikan sementara.


Raja terus memandangi Aurell tanpa kedip. Wanita itu lalu menghampiri dan menyalami Raja dan Ratu sambil tersenyum.


"Kamu kenal, Ratu," ucap Raja pura-pura tak tau.


"Kenal. Ia pacar mantan suamiku. Kami pernah bertemu di sekolahnya anak kami," ujar Aurell.


"Anak kami? Maksudnya?"


"Anak aku dan Akhtar mantan suamiku."


"Tapi kak Akhtar bilang itu bukan anaknya, Raja. Emang kak Akhtar menyayangi seperti anaknya sendiri."


"Ratu, sama aja bukan. Berarti itu anak aku dan Akhtar. Walau Quin bukan darah dagingnya tapi ia telah menganggap seperti anaknya sendiri," ucap Aurell.


"Oh, jadi yang benar mana. Anak Akhtar atau hanya dianggap anak?" tanya Raja.


"Diaggap anak," lirih Aurell.


Raja tersenyum miring menanggapi jawaban Aurell. Ia datang memang ingin membuat perhitungan. Sedikit memberikan pelajaran.


"Quin itu sejak lahir sudah dekat dengan Akhtar. Bahkan sejak Quin masih dalam kandungan, Akhtar sudah menyayangi anak itu. Akhtar ...."


Aurell menghentikan ucapannya melihat kedatangan Akhtar. Aurell menjadi makin gelisah dan gugup. Ia langsung tidak sanggup bicara melanjutkan ucapannya.


Akhtar menghampiri Ratu dan Raja. Ia duduk di kursi yang disediakan karyawan Raja. Mereka memandangi Aurell dengan tatapan tajam.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2