Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 39. Jangan Sedih Ratu.


__ADS_3

Setelah cukup lama mengobrol, Akhtar pamit. Walau Daddy belum mengatakan setuju untuk ia menikahi Ratu secepatnya, tapi Akhtar tak akan menyerah. Besok ia akan datang kembali dan meminta restu lagi.


Akhtar tak ingin lama-lama, ia telah yakin menikahi Ratu. Apapun akan ia hadapi untuk mendapatkan restu, karena Akhtar sudah yakin Ratu juga mencintai dirinya.


Daddy Azril masuk ke kamar Ratu. Ratu putrinya itu telah terlelap dalam pelukan bundanya. Azril melihat dari sudut mata Ratu masih tersisa air mata.


"Apakah tadi Ratuku menangis," ucap Azril. Ia naik ke atas tempat tidur dan mengusap rambut putrinya.


"Iya, Mas. Ratu merasa bersalah karena tadi membohongi Mas. Ia takut Mas marah dan melarang ia berhubungan lagi dengan Akhtar."


"Tampaknya Ratu telah jatuh cinta dengan pria itu," lirih Azril.


"Apa yang membuat Mas ragu merestui pernikahan mereka."


"Tidak ada, aku tau Akhtar pria yang baik dan bisa mengimbangi sikap manja putriku."


"Terus, kenapa Mas tak mengizinkan Akhtar menikahi Ratu secepatnya."


"Aku hanya ingin menguji seberapa besar cintanya pada Ratuku. Apakah ia tetap ingin menikahi putriku walau aku menentangnya."


"Jika seandainya dia mundur dan Ratu sedih karena sangat mencintainya,bagaimana Mas?"


"Ratuku tidak selemah yang kamu kira. Pasti ia akan bisa menerima. Jika memang Akhtar mundur hanya karena aku belum mengizinkan ia menikahi Ratu, berarti cintanya emang tak sebesar yang aku duga."


"Aku percaya dengan Mas."

__ADS_1


"Siapkan aja makan malam terenak buat Ratuku. Nanti ia pasti kembali ceria."


"Iya, Mas. Aku masak dulu."


"Mas, mau temani Ratu dulu."


Zeya bangun dari tidurnya dan menuju dapur untuk masak makan malam. Ia mau membuat udang goreng mentega dan cumi saos padang kesukaan Ratu. Anak gadisnya itu akan makan dengan lahap jika lauknya udang atau cumi.


Azril mengusap rambut Ratu dan mengecupnya. Sebenarnya yang paling ia takutlah saat anaknya menikah, suami anak gadisnya tak bisa memanjakan Ratu seperti dirinya yang selalu memanjakan putrinya itu.


Maafkan Daddy,pasti kamu sedih karena berpikir Daddy akan menentang hubunganmu. Daddy mengerti, Akhtarlah yang menjadi cinta pertamamu bukan Felix. Jika Felix mungkin kamu hanya sekadar rasa suka,tapi dengan Akhtar walau baru lima bulan kenalan kamu udah jatuh cinta.


Ratu membuka matanya dan melihat Azril daddy-nya yang sedang memandang dengan tersenyum.


"Maafkan, Daddy," ucap Azril.


"Kenapa Daddy yang minta maaf. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku akan ikuti apa saja maunya Daddy. Aku tak akan membantah dan berbohong lagi. Kalau Daddy tak izinkan aku berhubungan lagi dengan Kak Akhtar, aku akan putuskan," ucap Ratu terbata keren menahan tangis.


"Siapa yang bilang Daddy nggak mengizinkan kamu berhubungan dengan Akhtar."


Ratu hanya menggeleng dan air mata telah tumpah membasahi pipi mulusnya. Azril menghapus air mata Ratu, dimatanya gadis itu masihlah gadis kecilnya. Walaupun usianya saat ini telah bisa dikatakan dewasa.


"Daddy bukan melarang. Jika saat ini Daddy belum juga mengizinkan Akhtar menikahi kamu, itu hanya untuk menguji seberapa besar cinta dan sayangnya padamu. Daddy tak mau anak gadisnya disakiti. Kamu segalanya bagi Daddy. Nggak akan Daddy biarkan ada air mata jatuh membasahi pipimu."


"Daddy, maafkan aku."

__ADS_1


"Jangan takut, jika Akhtar memang mencintai kamu, pasti ia akan berjuang untuk mendapatkan restu dari Daddy."


"Iya, Dad."


"Kamu udah siap menikah?" Ratu hanya mengangguk memberikan jawabannya.


"Kamu udah siap untuk menjadi seorang istri dan mengabdi pada suamimu?" Kembali Ratu hanya mengangguk.


"Baiklah ... bulan depan kamu menikah dengan Akhtar."


"Katanya Daddy mau menguji kak Akhtar dulu."


"Tentu, makanya bulan depan kamu menikah jika Akhtar bisa buktikan cintanya padamu."


"Daddy ... aku sayang Daddy banyak-banyak."


"Sekarang kamu mandi, dan setelah itu makan. Bunda masak lauk kesukaanmu."


"Baik, Dad." Ratu mengecup seluruh bagian diwajah Azril.


Azril membalas mengecup kedua pipi gadisnya itu. Ratu berlari masuk ke kamar mandi.


Azril meninggalkan kamar Ratu. Pria itu tidak sanggup melihat putrinya menangis. Ia berencana akan membicarakan pernikahan Ratu bersama Raja. Ia ingin putranya yang mengurus semua.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2