
Akhtar dan Ratu menunggu kedatangan ayah Albirru dan ibu Zahra di ruang tunggu. Akhtar membelikan Ratu cemilan buay usir kejenuhan.
Gadis itu akan diam dan betah menunggu jika ada cemilan ditangannya. Akhtar tersenyum melihat tingkah Ratu yang terkadang seperti anak kecil. Di saat tertentu ia bisa bersikap dewasa.
Setangan jam menunggu, terdengar panggilan jika pesawat yang ditumpangi ayah Albirru telah mendarat.
Ratu dan Akhtar berjalan menuju pintu kedatangan. Tampak ayah Albirru dan Ibu Zahra berjalan beriringan diantara kerumunan orang-orang.
Begitu Albirru menginjakkan kakinya di luar, Ratu langsung berlari memeluk ayah kandungnya itu.
Setelah mengecup pipi Albirru, Ratu memeluk Zahra. Akhtar menyalami calon mertuanya itu.
"Maaf harus menunggu lama. Pesawatnya terlambat berangkat. Ayah coba hubungi nggak diangkat."
"Tadi ponsel aku matikan nada deringnya, Yah."
"Oh, pantas tak ada jawaban."
"Sekarang kita langsung pulang, atau Ayah ada tujuan lain?" tanya Akhtar.
"Langsung menuju kediaman Khaira aja," ucap Albirru.
Setelah Ayah dan ibu Zahra serta Ratu masuk, Akhtar menjalankan mobilnya menuju kediaman Khaira.
Ratu yang duduk di jok belakang dengan Zahra memeluk ibu tirinya itu sepanjang perjalanan hingga sampai di kediaman Khaira.
Akhtar ingin segera pamit, tapi ditahan Albirru. Mereka ingin Akhtar dan Ratu mampir terlebih dahulu. Akhtar yang segan tak bisa menolak kemauan Albirru.
Khaira menyambut kedatangan ayah dan ibunya. Ia mempersilakan Akhtar dan Ratu duduk.
__ADS_1
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil mengobrol.
"Kamu ikut saat pernikahan kak Ratu'kan? tanya Albirru dengan anaknya Khaira.
"Ikut, Ayah."
"Apakah kamu udah konsultasi ke Dokter?" tanya Ratu.
"Udah,Kak. Dokter mengizinkan karena kandunganku sehat. Tapi aku harus memilih letak kamar yang pas agar tak terlalu terguncang, dan bisa mengakibatkan aku melahirkan sebelum HPL."
Ambillah kamar yang berada di bagian depan atau bagian tengah kapal. Tujuannya agar posisi kamar Anda searah dengan gerakan kapal. Selain itu, pilih lantai yang sejajar dengan permukaan air laut sehingga guncangan kapal tidak terlalu terasa.
"Nanti biar kak Akhtar yang membantu memilihkan kamar yang tepat untukmu," ucap Ratu.
"Ratu, Ayah bawa bolu kemojo kesukaan kamu dan Bunda. Jangan lupa nanti di bawa pulang."
Bolu kemojo kerap juga disebut dengan bolu kojo berasal dari kata kemboja atau bunga kamboja. Dibuat demikian karena loyang yang digunakan untuk membuat bolu ini memiliki bentuk seperti kamboja. Bolu kemojo cukup populer di Riau dan acapkali dibuat sebagai buah tangan usai bertandang ke ranah melayu ini.
"Kamu dan Akhtar makan malam di sini aja, baru pulang. Ibu masakan sambal tempoyak kesukaan kamu dulu."
Tempoyak atau tempuyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi.
"Nggak usah, Bu. Kapan-kapan aja aku dan kak Akhtar makan di sini."
"Ibu sengaja bawa karena tau kamu suka," ucap Ibu Zahra sedikit sedih.
Zahra emang sengaja membawa tempoyak dari Pekanbaru ia akan membuat sambal tempoyak kesukaan Ratu. Gadis itu walau besar di Jakarta tapi makanan khas Riau kampung halaman bundanya adalah makanan favoritnya.
__ADS_1
Karena tak enak menolak, akhirnya Ratu meminta Akhtar untuk makan malam di kediaman Khaira.
Begitu Ratu mengatakan setuju, Zahra langsung menuju dapur untuk memasak. Di bantu Khaira, ibu tiri Ratu itu menyiapkan menu makan malam.
Saat sedang asyik mengobrol bertiga, Felix datang. Ia baru pulang kerja. Melihat ada Albirru, Felix menciumi tangan bapak mertuanya itu.
Setelah bersalaman dengan Akhtar dan Ratu, pria itu duduk di sofa yang masih kosong. Ikut nimbrung mereka mengobrol.
"Nak Felix, kamu ikut juga'kan berlayar saat pernikahan Ratu nanti?" tanya ayah Albirru.
"Jika tak ada kerjaan dan halangan, aku ikut."
"Nak Akhtar akan mencarikan kamar yang tepat buat Khaira agar nanti tak menjadi masalah bagi kandungannya."
"Terima kasih," ucap Felix datar.
"Ayah senang Ratu menikah dengan pria yang pengertian seperti nak Akhtar. Ingatlah selalu pesan ayah saat kamu di Pekanbaru. Jangan pernah membuat wanitamu menangis, akan menyakitkan jika ada pria lain yang menghapus air matanya."
Ayah Albirru menanyakan banyak hal pada Akhtar. Felix hanya mendengar tanpa tanggapan. Sesekali ia masih mencuri kesempatan melirik Ratu.
Ratu sendiri bukannya tak menyadari pandangan Felix, tapi gadis itu berusaha cuek dan tak ambil pusing. Ratu dengan sengaja pindah duduk ke samping Akhtar dan duduk merapat ke tubuh calon suaminya itu.
Akhtar juga ternyata menyadari pandangan Felix yang sering tertuju pada Ratu, menggenggam tangan gadis itu dan meletakkan dipahanya.
Felix yang mungkin sedikit merasa cemburu pamit untuk mandi, sebelum makanan siap dihidangkan.
Setelah kepergian Felix, Ratu berdiri. Ia pamit dengan ayah Albirru akan ke dapur untuk membantu ibu tirinya masak.
Semua hidangan telah tersedia, Felix yang ditunggu juga telah menyelesaikan mandinya. Semua telah berkumpul dekat meja makan. Ratu memilih duduk di samping Akhtar.
__ADS_1
Bersambung