Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 42. Keluar dari Agensi


__ADS_3

Aurell duduk dengan menunduk sambil memainkan jarinya. Ia tak mengira Raja akan emosi seperti itu. Selama ini Raja dikenal ramah dan baik.


"Mulai hari ini, kamu bukan lagi model di agensi ini. Kamu bisa mencari kerja di tempat lain. Itu juga jika masih ada yang menerima kamu," ucap Raja.


Aurell langsung lemas mendengar ucapan Raja. Badannya langsung merosot ke lantai dan berlutut di depan Raja.


Aurell tahu pasti jika bayaran di agensi Raja jauh lebih besar dari agensi manapun. Ia juga sadar jika di usia saat ini akan sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan.


"Pak Raja, maafkan aku. Saat itu aku terbawa emosi. Aku tak bermaksud mengatakan Ratu begitu. Sekali lagi maafkan aku Pak Raja."


"Ratu, aku juga minta maaf."


"Kamu pikir kata maafmu masih berarti."


"Pak Raja, aku benar-benar tak sengaja. Maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan agar dimaafkan?"


"Hanya satu ... pergilah dari hadapanku segera!"


"Jangan pecat saya, Pak."


"Masih syukur, aku masih mempekerjakan suamimu. Tapi mungkin ia tak bisa jadi orang kepercayaan aku lagi. Aku tak mau menanam duri dalam daging. Jika suamimu Tommy tak bisa terima, ia juga bisa angkat kaki dari agensiku."


Aurell memohon maaf berulang kali, tapi Raja tak pedulikan. Ia tetap pada pendiriannya. Sat Aurell akan meninggalkan ruangan Akhtar menahannya.


"Jangan pergi dulu! Masih ada yang ingin aku katakan!"


Aurell menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Akhtar. Tampak dari sudut matanya keluar air mata.


"Aku minta jangan pernah ganggu kehidupanku, jangan pernah temui aku lagi. Apalagi datang ke perusahaan tanpa izin."


"Jika Quin yang meminta?" ucap Aurell pelan.

__ADS_1


"Kamu bisa hubungi sekretarisku, dan bisnis yang akan menjemput Quin. Itu juga tak bisa sering. Mulai hari ini kamu harus memberikan penjelasan pada Quin, jika aku bukan ayah kandungnya. Aku juga akan mengatakan pada Quin secepatnya. Ia sudah berhak tau kebenarannya."


"Kamu tega mengatakan semua itu pada Quin. Ia pasti akan sedih jika tau kamu bukan ayah kandungnya."


"Quin harus tau kebenarannya.Ia sudah semakin besar. Nanti yang akan menikahkan Quin juga bukan aku."


"Kamu telah berubah, Akhtar."


"Waktu akan membuat semua orang berubah. Aku tak mau semua akan memengaruhi hubunganku dengan Ratu nantinya."


"Kau kejam, kenapa Quin juga harus menerima hukuman ini? Anak itu tak salah."


Raja dan Ratu hanya mendengar Aurell dan Akhtar berdebat. Saat Ratu ingin mengatakan sesuatu, Raja menahan. Ia ingin melihat dan mendengar cara Akhtar menyelesaikan semua masalah pribadinya.


"Bukannya aku menghukum Quin atas kesalahanmu, aku hanya minta kamu memberikan pengertian pada Quin, karena aku akan menikah dengan Ratu. Pasti nanti aku akan memiliki anak, aku tak ingin nanti ada kesalah pahaman."


"Kamu yakin sekali akan memiliki anak dari Ratu."


"Bukankah kita nggak tau apa yang terjadi di masa yang akan datang. Apa aku salah menanyakan itu?"


"Jaga mulutmu! itu sama saja kau meragukan Ratu."


"Sudahlah Raja. Percuma melayani wanita seperti tante Aurell. Ia akan mencoba mencari kesalahan orang lain tanpa pernah mau introspeksi diri. Apakah kelakuannya udah benar!" ucap Ratu.


"Kalian semua juga tak introspeksi diri. Apakah karena kalian berada diatasku, kalian pikir udah yang paling benar. Roda itu berputar. Ingat itu!"


Aurell melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari ruangan itu. Suami Aurell yang menunggu di depan pintu langsung menanyakan apa yang terjadi.


Wanita itu hanya mengatakan jika ia dipecat hanya karena dirinya mantan istri Akhtar. Mungkin Raja takut ia dan Akhtar masih ada hubungan.


Tommy yang kurang percaya akhirnya menemui Raja dan Akhtar. Ia telah mengenal Raja lama, tak mungkin hanya karena itu atasan sekaligus temannya itu memecat Aurell.

__ADS_1


Raja meminta Akhtar dan Ratu meninggalkan ia berdua saja dengan Tommy. Raja mengatakan semua yang dilakukan istrinya pada Tommy. Yang membuat Raja tak bisa terima karena Aurell yang merasa tak pernah melakukan kesalahan.


Kembaran Ratu itu juga dengan terpaksa mengatakan jika ia tak bisa tetap mempertahankan Tommy sebagai manajer. Bagaimanapun Aurell adalah istri Tommy pastilah sedikit banyak ia akan membela istrinya. Untuk menghindari masalah Raja memutuskan jika Tommy hanya bisa bekerja sebagai karyawan biasa.


"Maafkan aku, Tommy. Aku harus menfambil keputusan ini. Jika kamu keberatan, kamu bisa mengundurkan diri," ujar Raja.


"Aku suka dengan cara kerjamu, tapi ini harus aku lakukan."


"Aku mengerti, Raja. Apakah tidak ada kesempatan bagiku untuk membuktikan jika diriku tak akan mencampuri urusan pribadi dan kerjaan."


"Aku juga berat mengambil keputusan ini. Tapi semua demi kebaikan kita."


"Apakah kamu sudah tidak percaya aku lagi?"


"Justru karena aku percaya kamu, masih mempertahankan kamu."


"Tapi apa kata teman yang lain,jabatanku diturunkan."


"Maaf sekali lagi, Tommy. Ini sudah keputusan mutlak. Nggak bisa aku ubah lagi."


"Baiklah Raja. Beri aku kesempatan untuk berpikir, apakah akan tetap disini atau mengundurkan diri. Aku minta cuti seminggu."


"Baiklah."


Tommy keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai. Ia tak menyangka jika Aurell melakukan hal yang dikatakan Raja. Selama ini ia memang tak mengenal istrinya itu. Mereka bertemu hanya saat malam hari ketika akan tidur.


Bersambung


Hai mama datang lagi membawa rekomendasi novel bagus buat kamu baca.


__ADS_1


__ADS_2