
Albirru dan Akhtar masuk setelah meletakkan barang-barang Zahra dan Khaira ke dalam mobil.
Akhtar melihat wajah Ratu yang tegang dan sedang berhadapan dengan Felix menjadi curiga jika telah terjadi sesuatu.
Akhtar mendekati Ratu dan bertanya apa yang sedang terjadi.
"Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu begitu tegang."
"Nggak apa-apa, Kak. Aku hanya sedikit memberi pelajaran buat Felix."
"Kenapa? Apa yang telah ia lakukan denganmu?"
"Bukan denganku, tapi Khaira."
"Aku tidak melakukan apa-apa dengan Khaira, Ratu."
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Akhtar makin tak mengerti.
"Aku hanya belum bisa menerima Khaira sepenuh hati. Coba aja kamu yang ada di posisi aku saat ini. Saat kita berencana menikah dengan kekasih yang dicintai, tiba-tiba harus menerima kenyataan yang nggak di duga. Kita terpaksa menikah dengan orang yang berbeda."
Akhtar hanya bisa terdiam, ia bisa mengerti Felix .
"Dijodohkan aja kita kadang tak bisa menerima pernikahan itu dengan baik, apalagi dengan kasusku saat ini. Yang jelas aku tak pernah menyakiti fisik Khaira dan tetap memberikan nafkah sebagai tanggung jawabku."
"Kenapa hanya aku yang disalahkan, aku dan Khaira sama-sama korban. Kami tidak pernah menyangka jika jalan hidup akan menjadi begini. Aku butuh waktu untuk terbiasa dan menerima ini."
Akhtar memeluk tubuh Ratu dan tersenyum pada Felix. Ia teringat akan pernikahan pertamanya yang tak pernah diinginkan. Sama halnya dengan Felix, Akhtar dulu juga tak bisa menerima Aurell.
__ADS_1
"Maafkan, Ratu. Semua ini ia lakukan semata sebagai seorang kakak yang tak bisa terima melihat adiknya terluka," ucap Akhtar. Ratu memandangi suaminya itu kaget. Bukannya membela istrinya, Akhtar malah meminta maaf.
"Ayah, aku mau lihat kuburan anakku sekarang," ucap Khaira memecah kesunyian yang sesaat terjadi.
Albirru mendorong kursi roda angkat diduduki Khaira menuju parkiran. Felix membuka pintu depan mobilnya mempersilakan Khaira masuk.
"Aku mau ikut mobil kak Ratu aja," ucap Khaira.
"Khaira, mana bisa semua di mobil Ratu."
"Ayah aja yang bersama Felix."
"Jangan mengada-ngada Khaira. Kamu itu masih istriku saat ini."
"Sejak kapan kamu merasa aku istrimu."
"Bisa kok dimobilku. Ayah dan Ibu juga," ucap Ratu.
Albirru duduk di depan sedangkan Zahra, Itu dan Khaira duduk di kursi belakang.
Sampai dikuburan, Zahra membantu Khaira turun dan membantunya berjalan. Kesehatannya baru saja pulih, Zahra takut Khaira belum begitu kuat buat berjalan sendiri.
Sampai digundukan tanah kuning yang masih basah, Khaira duduk di bangku yang ada disamping kuburan. Yang lain hanya berdiri.
Khaira mengusap nisan putranya. Air mata mulai jatuh membasahi pipinya.
Sayang, belum sempat kita bertemu, kamu telah meninggalkan ibu. Kenapa kamu begitu cepatnya pergi,Nak.Apa kamu tak mau melihat wajah ibu? Apa salah ibu? Dulu saat ibu lahir, nenek kamu meninggalkan ibu dan saat ini kamu juga ikut meninggalkan ibu. Apakah nggak pantas diri ini bahagia dan hidup dengan orang tersayang.
__ADS_1
Air mata Khaira jatuh berderai membasahi pipinya yang tampak tirus. Sepuluh hari di rawat, ia jarang mau makan.
Ya Tuhan, kenapa kamu memanggil orang terdekatku begitu cepat. Apakah salahku? Aku tak pernah melihat wajah ibu kandungku dan saat ini aku juga tak sempat melihat wajah anakku, dia juga ikut kembali.
Akhtar memeluk bahu Ratu. Ia tau istrinya itu masih marah karena tadi tak membela dirinya.
Setelah dari kuburan, Khaira tak mau kembali ke rumah dirinya dan Felix. Suami Khaira itu telah berusaha membujuk, tapi Khaira tetap tak mau pulang ke rumah. Ia ingin waktu merenungi jalan apa yang harus ia ambil untuk rumah tangganya nanti.
Sebelum Ratu mengajak ke rumahnya, Akhtar menawarkan apartemen miliknya untuk Albirru, Zahra dan Khaira tinggal sementara.
Bukannya Akhtar tak mau mertuanya berkunjung ke rumah dan menginap. Saat ini Ratu sedang ngambek dan marah, akan sulit merayu istrinya itu jika mertuanya ada di rumah.
Akhtar juga tak mau terlalu ikut campur masalah pribadi Felix dan Khaira. Biar mereka selesaikan berdua saja.
Jika Khaira menginap di rumah, itu akan jadi salah paham. Felix pasti berpikir Akhtar membela Khaira.
Setelah mengantar Khaira ke apartemen, Akhtar langsung pulang. Sepanjang jalan Ratu tak mau bicara dengan Akhtar. Hanya diam saja.
Bersambung
Selamat Pagi RATU KETIBAN DUREN LOVERS, sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
Judul novel. APA SALAHKU TUAN.
Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. perlakuan suami sirinya yang selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.
Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya. Pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan. Sayangnya takdir pertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?
__ADS_1