
Albirru duduk, Azril kembali berdiri. Air mata telah dihapus. Ratu yang matanya tampak berkaca-kaca. Air mata telah menganak sungai di pelupuk matanya. Akhtar memberikan tisu untuk menghapuskan air mata Ratu.
"Ratu Arkanaya putriku, Mungkin esok, Daddy tidak bisa lagi menengok di jendela dan menunggu depan pintu kapan kamu pulang setelah seharian lelah bekerja. Tidak sering lagi kirim pesan Whatsapp menanyakan dimana posisi dan sekadar mengingatkan makan. Kami juga tidak lagi masuk kamarmu, mencium dahi sebelum kamu tidur."
"Daddy pasti akan rindu melakukan semua itu lagi. Tapi Daddy harus terima kenyataan kamu kini sudah menjadi calon istri. Rasanya, tak percaya saat melihat foto-foto lama beberapa waktu lalu, putri kecil Daddy kini telah dewasa."
"Untukmu putriku Ratu, hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah dalam kehidupan kalian berdua. Hari ini adalah awal mulanya kalian meniti kehidupan baru bersama, menyemai cinta hingga usia senja, menikmati hari-hari bersama, saling melengkapi dan berbagi, menggapai visi yang sama, meraih ridha dan SurgaNya. Semoga cinta kalian abadi selamanya. Selamat menempuh hidup baru putri Daddy tercinta."
Ratu tak bisa lagi menahan, air matanya tumpah membasahi pipi. Ratu berdiri memegang mic.
"Daddy Azril dan Ayah Albirru, aku bangga menjadi putri kalian berdua. Aku adalah putri yang istimewa, memiliki dua pria yang menyayangiku. Walau Daddy bukan ayah kandungku, tapi kasih sayang yang Daddy berikan bisa aku rasakan hingga usiaku saat ini." Ratu terisak menahan tangisnya.
"Daddy yang ngebesarin aku. Saat aku jatuh, Daddy juga merasakan sakitnya. Saat terluka dan patah hati, Daddy juga ikut merasakan. Kalau aku kenapa-napa, Daddy yang panik setengah mati, kalau ku butuh apa-apa Daddy selalu sediakan. Aku menyayangi Daddy sepenuh hati. Cinta pertamaku."
"Ayah Albirru, walau kita berjauhan, aku tau jika ayah sangat mencintaiku. Ayah selalu menyempatkan waktu di sela kesibukan untuk menghubungiku. Ayah selalu bertanya kabarku. Aku tau cintamu tak kalah besarnya dengan Daddy. Aku juga sangat mencintaimu. Daddy dan Ayah, kalian pahlawanku."
"Daddy, Ayah, izinkan aku menikah dengan pria pilihanku. Aku yakin dengan restu kalian, aku akan dapat mengarungi semuanya. Doakan putrimu ini dapat menjalankan rumah tangga dengan baik, dan dapat menjadi istri yang dibanggakan. Sekali lagi izinkan aku untuk menikahi pria pilihan hatiku. Terima kasih untuk cinta kasih yang Daddy dan ayah berikan."
Ratu duduk kembali dan menyerahkan mic pada pembawa acara. Sekarang tibalah gilirannya Akhtar yang bicara.
Pria itu berdiri dan menundukan kepala memberikan penghormatan pada semua yang hadir sambil tersenyum .
Di salah satu sudut kapal Felix duduk bersebelahan dengan Khaira memperhatikan dengan khidmat semua kata-kata yang keluar dari mulut Azril, Albirru dan Ratu.
Dalam hatinya berkata, seandainya malam itu tidak terjadi sesuatu dan aku bisa menahan, mungkin saat ini aku yang bersanding di sana."
Dengan susah payah Felix menaklukan hati Daddy Azril, semua sia-sia dalam satu malam.
__ADS_1
"Selamat siang semuanya. Ayah Albirru, Daddy Azril, dan Bunda Zeya serta ibu Zahra. Jika Daddy dan Ayah, sudah menjaga putri Daddy selama 24 tahun, sekarang bolehkah saya menggantikan posisi Daddy dengan menjaga dan membahagiakannya layaknya perhiasan dunia yang paling berharga."
"Jika allah mengizinkan, saya ingin menjadikan putri Daddy dan Ayah sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan, dari awal saya kenal Ratu, saya merasa seperti telah menemukan orang yang tepat, sekiranya Daddy dan Ayah menyetujui, saya ingin melamar putri kalian dan melanjutkan hubungan kami berdua kejenjang pernikahan. Saya berjanji akan membahagiakan dan memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.”
"Kami mengizinkan kamu untuk menikahi putri kami," ucap Azril.
"Ratu Arkanaya, Jika dulu cinta pertamamu menorehkan luka, maka izinkan aku sebagai cinta terakhirmu untuk bisa menghadirkan surga. Dan di akhir kata, bersedia kah kamu untuk menjadi istri aku?" pintanya dengan penuh harap.
"Akhtar Qabeel Alfarezi, dengan izin Allah dan orang tuaku, aku menerima lamaranmu dan bersedia menjadi iatrimu."
Semua keluarga dan tamu bertepuk tangan untuk mengusir ketegangan yang terjadi.
Akhirnya tibalah saat ijab kabul. Akhtar duduk berhadapan dengan Albirru. Saling berjabat tangan.
Azril memilih duduk dibelakang putrinya. Zeya yang mengerti perasaan Azril saat ini menggenggam tangan suaminya itu. Azril pasti sangat sedih karena tak bisa menjadi wali nikah putri kesayangannya.
"Saya, Yah."
"Aku nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Ratu Arkanaya binti Albirru dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas dan uang tunai senilai sepuluh miliar dibayar tunai,"ucap Albirru.
"Aku terima nikah dan kawinnya Ratu Arkanaya binti Albirru dengan mas kawin tersebut, Tunaiii," ucap Akhtar dengan lancar dan sekali tarikan napas.
"Bagaimana saksi, SAH," tanya penghulu.
"SAHHH," ucap kedua saksi serempak, yang tak lain sahabat dari Akhtar dan Raja.
"Yeayyy, kawin," ucap Akhtar melompat mendengar kata sah dari saksi. Keluarga dan tamu tertawa mendengar ucapan Akhtar.
__ADS_1
Pria itu spontan memeluk Ratu dan mengecup pipinya kiri dan kanan.
"Hei, kenapa kamu mencium putriku. Menjauhlah Sergio," ucap Azril sambil mendorong tubuh Akhtar.
"Apakah kamu lupa Rudolfo ,jika aku telah sah menjadi suami Marimar. Aku bebas melakukan apa saja dengannya saat ini!"
Semua yang ada di kapal tertawa melihat kocaknya mertua dan menantu. Azril sengaja melakukan itu untuk menghilangkan ketegangan yang terjadi.
Bersambung
Akhirnya sah, pernikahan Akhtar dan Ratu. Tinggal malam pertama aja ya. 🤣🤣🤣🤣
Sementara membayangkan malam pertama mereka bisa mampir ke chat story teman mama dibawah ini. Tak kalah seru deh.
Judul chat story : KEMBALI KE MASA SMA.
Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya.
Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil.
Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam.
Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?
Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?
Ikuti kisahnya dalam chat story 'KEMBALI KE MASA SMA'
__ADS_1