Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 59. Anak Yang Tak Diinginkan


__ADS_3

Akhtar memeluk tubuh Ratu dan memayungi agar tak kepanasan. Ratu tampak terisak. Ia tak bisa membayangkan kesedihan yang Khaira rasakan saat mengetahui anaknya telah tiada.


Albirru dan Zahra juga tampak sangat terpukul. Ia sedikitnya tahu jika pernikahan putrinya tak bahagia.


Setelah acara pemakaman selesai Ratu dan Akhtar mengajak Albirru dan Zahra ikut ke rumah sakit melihat kondisi Khaira.


Tadi bibi mengatakan pesan Dokter, jika Khaira telah melewati masa kritisnya. Ia akan dipindahkan ke ruang rawat darurat.


Khaira telah sadarkan diri tapi masih belum bisa diajak bicara.


Azril dan Zeya tidak bisa ikut ke rumah sakit. Ada urusan yang harus diurus Azril. Mereka akan menyusul setelah itu.


Kedua orang tua Felix ada di kediamannya, karena masih ada tetangga yang takziah ke rumah.


Sampai di rumah sakit, Ratu menghubungi bibi menanyakan keberadaannya.


Setelah mendapatkan kejelasan di kamar mana Khaira di rawat, mereka langsung menuju ke sana.


Ratu memeluk lengan ayahnya Albirru. Tampak sekali jika ayah Ratu sangat terpukul menerima kenyataan ini. Cuma sebagai seorang pria tentu ia berusaha menutupi semua.


Raja dan Pangeran saat ini berada di luar kota. Tapi mereka telah kembali dan dalam perjalanan.


Zahra juga tampak sangat terluka. Mungkin karena ia takut Khaira akan kesulitan hamil bahkan tidak memiliki anak seperti dirinya. Zahra tak berhenti menangis.


Ratu mendekati Zahra dan memeluk lengan keduanya. Ia berada di tengah antara ayah dan ibunya.


Masuk ke ruang rawat Khaira tampak adiknya itu telah sadar. Mereka tak banyak bicara. Membiarkan Khaira sedikit memulihkan keadaannya.


Ratu duduk disamping tempat tidur Khaira dan menggenggam tangan adiknya itu. Khaira mencoba membuka suara. Dengan terbata wanita itu bicara.

__ADS_1


"Kak Ratu udah pulang bulan madu."


"Udah ...."


"Apa karena dengar aku sakit kakak terpaksa pulang."


"Udah jangan pikirkan itu. Yang penting kesehatan kamu. Nanti kita liburan jika kamu telah pulih."


"Maafkan, aku jadi mengganggu liburan kakak."


"Nggak apa-apa, kamu adikku. Tentu saja aku akan kuatir mendengar kamu sakit."


Khaira tiba-tiba memegang perutnya, baru ia sadar jika bayinya sudah tak ada diperutnya. Felix mendekati ranjang Khaira, berdiri tak jauh dari Ratu duduk.


"Anakku, apakah aku dah lahiran,Kak?" tanya Khaira sambil memegang perutnya.


"Mana anakku, Kak. Bukankah dokter mengatakan aku akan lahiran bulan depan? Apa anakku sehat?"


"Maaf, dek. Anakmu sudah kembali pada sang penciptanya."


"Apa maksud kak Ratu?"


"Alllah lebih sayang dengan anakmu, makanya diambil kembali?"


"Nggak ini tak mungkin. Anakku tidak mungkin meninggal, Kak. Katakan semua ini hanya candaan Kak Ratu."


Albirru dan Zahra tadi pamit untuk ke dokter. Kepala ibu Zahra terasa sangat pusing. Albirru mengatakan hanya ingin meminta obat.


Diruangan rawat inap Khaira, saat ini hanya tersisa Ratu, Akhtar dan Felix.

__ADS_1


"Ini benar Khaira, anak kita telah tiada. Maafkan aku!" ucap Felix yang bediri dibelakang Khaira berdekatan dengan Akhtar.


"Kamu jangan banyak pikiran dulu. Nanti kamu kembali sakit." Ratu berusaha menghibur adiknya itu. Tapi sepertinya Khaira tak mau memdengar ucapan Ratu. Matanya mematap Felix dengan tajam.


"Anak kita? sejak kapan mengakui kalau anak dalam kandunganku ini adalah anak Mas. Selama ini Mas nggak pernah mengakuinya. Nggak pernah menganggapnya," ucap Khaira gemetar.


"Khaira jangan berkata begitu. Kita bicarakan semua setelah kamu pulih."


"Sekarang kamu puas. Anak yang tak pernah kamu inginkan telah pergi. Ia mungkin tau jika ayahnya belum bisa menerimanya."


Khaira mengucapkan semua itu dengan berteriak. Ratu kuatir melihatnya dan memanggilkan dokter. Ratu melihat tubuh adiknya gemetar saat berkata tadi.


Dokter memberikan obat penenang. Khaira kembali terlelap karena pengaruh obat itu.


Ratu saat ini duduk di sofa berdua dengan suaminya. Ia masih merenungi ucapan yang tadi Khaira katakan.


Apa maksud Khaira jika Felix tidak pernah menganggap anaknya? Apa selama ini rumah tangganya tidak baik?


Bersambung.


Mama kembali bawa rekomendasi karya milik teman. Jangan lupa mampir ya.


Judul : HEI! GADIS BERKACAMATA


Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya.


Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga. Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia?


__ADS_1


__ADS_2