Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 46. Brownies Es Krim tanda cinta.


__ADS_3

Saat Ratu dan Khaira mengobrol Akhtar masuk. Ia tak tahu jika ada Khaira, langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"Sayang, lihat apa yang aku bawa," ujar Akhtar. Tapi suaranya langsung hilang saat melihat ada orang selain Ratu.


"Ada tamu, ya?"


"Kak Akhtar nggak ingat dengan adikku, Khaira?"


"Ingat, istri Felix'kan?"


"Iya, Kak," jawab Khaira pelan dengan menunduk.


Akhtar memandangi Khaira dan tersenyum. Ia mendekati Ratu dan memberikan apa yang ia bawa. Akhtar duduk di meja menghadap Ratu.


Ternyata Akhtar membawa sekotak brownies es krim kesukaan Ratu. Tadi ketika ia pulang dari rapat kebetulan lewat depan kafe yang menjual berbagai jenis es krim kesukaan Ratu.


Akhtar langsung teringat dengan gadis itu dan membelinya. Ia membawa es krim ke butik, nggak jadi kembali ke kantor.


Ratu langsung semringah melihat apa yang da ditangan Akhtar. Gadis itu langsung mengambilnya.


"Kak Akhtar sengaja beli ini."


"Tadi habis rapat kakak lewat depan kafe es krim yang kamu suka itu, langsung ingat kamu. Mampir beli. Ini brownies tanda cinta kakak denganmu."


Saat ini Akhtar mulai membiasakan menyebut dirinya dengan kata kakak.


"Terima kasih, Kak. Nggak kerja lagi?"


"Kamu usir Kakak?" tanya Akhtar.


"Bukannya ngusir,Kak. Katanya mau selesaikan semua pekerjaan seminggu ini biar bisa cuti lama?"


"Iya, Sayang. Kakak mampir hanya untuk antar ini, karena kangen juga," bisik Akhtar.

__ADS_1


"Kangen, kayak udah nggak ketemu berapa hari. Padahal kemarin masih ketemu."


Akhtar tertawa mendengar ucapan gadis itu. Ia mengacak rambut Ratu. Khaira memperhatikan semua interaksi Ratu dan Akhtar yang tampak sangat mesra itu.


Dalam hati Khaira ia juga ingin disayangi seperti Akhtar memperlakukan Ratu. Memang saat ini Felix sudah mulai sedikit berubah. Ia sudah mulai mau makan masakan Khaira.


Sejak Felix ikut mengantar Khaira kontrol kandungan dan melihat pergerakan dan perkembangan bayinya. Pria itu mulai sedikit berubah.


Walau begitu Felix masih tidur terpisah dengan Khaira. Akan tetapi ia sudah mulai betah di rumah. Biasanya pulang kerja malam saat mau tidur saja.


Ratu yang baru menyadari ada Khaira menepis tangan Akhtar yang masih membelai rambutnya. Dengan isyarat mata, gadis itu menunjuk ke arah Khaira.


Akhtar yang duduk semeja menghadap Ratu membalikkan tubuhnya dan tersenyum dengan Khaira.


"Khaira itu walau adik kamu, tapi ia telah berumah tangga,pasti mengertilah. Pasti Khaira melakukan yang lebih lagi dari kakak lakukan, karena udah sah. Bukan begitu, Khaira?"


Khaira tak membalas ucapan Akhtar hanya memberikan senyuman. Tidak mungkin ia mengatakan kebenaran pada calon abang iparnya, jika ia tak pernah disentuh sejak pernikahan mereka.


"Kamu ke sini di antar Felix?" tanya Akhtar. Walau ia tau, penyebab putusnya hubungan Ratu karena Khaira, ia tak mungkin ikut menghujat karena Ratu saja yang menjadi korban, biasa saja menghadapi semua ini.


"Taksi? Astaga, keterlaluan Felix. Kamu sedang hamil besar begini dibiarkan menggunakan taksi."


"Felix sibuk, Kak."


"Jika nanti istriku hamil, tak akan aku biarkan ia bepergian menggunakan taksi. Aku yang akan menemaninya kemanapun ia pergi," ucap Akhtar sambil tersenyum dengan Ratu.


"Gombal ...."


"Nggak percaya, kamu lihat saja nanti saat kamu hamil. Nggak akan biarkan kamu pergi tanpa Kakak."


"Iya percaya."


"Kamu ikut nanti saat kami menikah,Khaira?"

__ADS_1


"Aku tanyakan dengan dokter aku dulu, Kak. Apakah diizinkan aku bepergian saat hamil segini."


"Semoga aja ya. Biar lengkap kebahagiaan Ratuku karena seluruh keluarga ikut merayakan pernikahannya."


"Jangan banyak omong, Kak Akhtar kembalilah ke kantor. Aku masih ingin mengobrol dengan Khaira."


"Baiklah, Sayang. Boleh aku mengecup keningmu."


"Awas aja kalau berani, mau bogem mentah nih," ucap Ratu dengan mengajukan tinjunya.


Ratu mendorong pria itu agar keluar dari ruangannya.


Akhtar pergi sambil tertawa. Ia memang masih harus mengerjakan berkas-berkas di kantor agar nanti saat liburan tak kepikiran pekerjaan.


Ratu sengaja mengusir Akhtar sebelum Khaira pamit pulang. Jika Akhtar masih berada di butik saat Khaira akan pamit pulang, tak mungkin Ratu hanya diam saja melihat adiknya pulang menggunakan taksi. Tentu Ratu dengan terpaksa meminta Akhtar mengantar Khaira.


Gadis itu tak ingin mengulang kesalahan sama. Ia tak akan membiarkan pasangannya akrab dengan wanita manapun termasuk Khaira adiknya dan Aurell mantan istri Akhtar.


Sekitar satu jam Khaira mengobrol, barulah ia pamit pulang. Ratu memanggilkan taksi buat adiknya.


Setelah kepergian Khaira, gadis itu kembali mengerjakan laporan barang masuk dan keluar. Sama halnya dengan Akhtar, Ratu akan mengambil cuti sekitar satu bulan.


Bersambung


Selamat Pagi Ratu Ketiban Duren Lover, kembali mama gemoi bawa rekomendasi novel karya teman mama.


Aluna, gadis berkacamata tebal yang mendapat julukan Si Cupu di kantor tempatnya bekerja, terpaksa harus menerima perjodohannya dengan Adrian, Si Tampan dan Kaya raya karena sebuah tragedi yang menimpa orang tua mereka.


Adrian menerima perjodohan hanyalah pura-pura. Diam-diam mengatur sebuah rencana ingin menyingkirkan Aluna secara perlahan dari hidupnya. Rencana berjalan sesuai harapan.


Namun, saat Aluna pergi, Adrian mulai kehilangan sosok perhatian dan penuh kasih sayang yang selalu ada disampingnya. Apakah artinya Adrian sudah jatuh cinta pada Aluna.


Mampir ya ke novel karya Isti Arisandi dengan judul TAKDIR CINTA GADIS CUPU

__ADS_1



__ADS_2