Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 81. Baby twins milik Daddy.


__ADS_3

Ratu tersenyum melihat suaminya si pelaku yang berani mengecup pipinya. Akhtar memeluk bahu istrinya itu.


"Sudah selesai,Kak?"


"Udah, Sayang. Dari tadi juga kakak udah berdiri di sini." Kembali Akhtar mengecup pipi istrinya itu. Felix memandang tanpa kedip.


"Hai, Felix, apa kabar?" tanya Akhtar.


"Agak kurang baik. Kamu dapat melihat keadaan diriku, bukan?"


"Semoga semua pengobatanmu berjalan baik, dan kembali pulih."


"Terima kasih atas doanya."


"Sayang, kita langsung pulang atau kamu mau mampir ke suatu tempat dulu."


"Kita mampir ke rumah makan Padang dulu."


"Baiklah. Maaf Felix, aku dan Ratu pamit. Sekali lagi aku doakan semoga pulih kembali."


"Mas, aku pamit. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk, Mas."


Ratu berdiri,.dan menyalami Felix. Begitu juga Akhtar. Baru dua langkah berjalan, Akhtar membalikkan badannya.


"Hampir aku lupa, jika kamu berkenan datang ke rumahku hari minggu ini, syukuran empat bulan kehamilan Ratu."


"Akan aku usahakan."


"Oke, terima kasih. Alamat rumahku, kompleks X, jalan Sudirman."


"Biak. Akan aku usahakan."

__ADS_1


Akhtar berjalan menuju mobilnya dengan tangan memeluk pinggang Ratu. Seolah Akhtar ingin mengatakan jika Ratu adalah miliknya.


Suami Ratu itu mengendarai mobil menuju salah satu rumah makan Padang langganannya. Ratu melahap makanan yang ada di meja dengan antusias.


Akhtar yang melihat Ratu makan dengan lahap, ikutan senang.


Setelah makan, Akhtar mengendarai mobil menuju rumah kediaman orang tua Ratu, daddy Azril dan Bunda Ratu.


Sampai di rumah, seperti biasanya, hal yang pertama mereka lihat adalah Daddy Azril yang sedang memeluk bunda sambil menonton acara di televisi.


"Selamat siang, Daddy, Bunda."


"Selamat siang, Nak. Sini duduk dekat Bunda," ujar Bunda.


Ratu duduk diantara Bunda dan daddy Azril. Bunda mengusap perut anaknya itu. Bunda selalu saja meneteskan air mata setiap Ratu datang.


"Bagaimana kehamilannya,Nak.Tadi habis periksa'kan?"


"Bunda, Daddy ... jenis kelamin si kembar keduanya cewek," ucap Akhtar dengan riang.


"Benarkah, Sayang. Sebentar lagi Bunda udah jadi Oma," ujar Bunda dengan mengusap perut Ratu.


"Pasti cantik mirip Ratuku," ujar Azril.


"Ya jelaslah, Dad. Papinya aja ganteng," ujar Akhtar percaya diri.


"Ratuku yang cantik," ucap Azril.


"Sepertinya Daddy harus mulai mencari nama yang cocok buat kedua cucuku," ucap Azril lagi.


"Ngga usah repot-repot, Daddy. Biar aku aja yang mencari nama untuk kedua calon anakku."

__ADS_1


"Kamu keberatan jika aku yang memberi nama buat si kembar?"


"Bukan begitu, Daddy. Aku sudah menyiapkan nama buat si kembar."


"Itu sama saja kamu keberatan. Apa kamu lupa itu cucuku. Jika tak ada Ratu, tak akan ada kedua bayi kembar itu."


"Apakah Daddy juga melupakan, jika si kembar itu hadir karena ada aku. Aku yang tokcer, bisa membuat bayi dari kecebong-kecebong yang aku tanamkan di rahim Ratu."


"Jangan bangga dulu, itu semua karena Ratuku. Jika rahim Ratuku tidak baik, tak akan menjadi bayi kecebong yang kau buang itu."


"Daddy, ngomong apa sih?" ucap Ratu.


"Suami kamu yang memulai."


"Kenapa jadi aku yang disalahkan?" tanya Akhtar.


"Jangan bertengkar Daddy, Kak Akhtar. Siapa aja yang memberikan nama untuk bayiku, pasti akan aku pertimbangan mana yang terbaik nantinya."


"Kamu emang anak Daddy tersayang. Daddy tak sabar menunggu kelahiran baby twins, Sayang. Akan Daddy jadikan princess di rumah ini."


"Kenapa jadi princess di rumah ini. Di rumah aku dong," ucap Akhtar.


"Karena baby twins itu milik Daddy."


Mendengar jawaban Daddy, Akhtar hanya bisa menatap dengan wajah cengonya.


Bersambung.


Selamat Pagi semuanya. Happy weekend. Untuk menemani hari libur, mama ada rekomendasi novel teman mama. Jangan lupa mampir ya.


__ADS_1


__ADS_2