Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 54. Suami Mesum


__ADS_3

Akhtar duduk ditepi ranjang, dan mengecup bibir Ratu, yang telah menjadi candunya sejak malam kemarin. Tampak bibir Ratu yang sedikit bengkak karena ulahnya.


Akhtar tersenyum melihat bahu Ratu yang terbuka. Ratu memang bukan wanita pertama yang tubuhnya dilihat Akhtar. Saat menikah dengan Aurell mereka sempat sekamar dan Aurell selalu saja berusah menggoda Akhtar dengan berpakaian minim.


Beruntung mereka hanya sempat sekamar seminggu, setelah itu Akhtar harus ke luar negeri mengurus perusahaan orang tuanya.


Sehabis solat subuh tadi Akhtar masih sempat meminta sekali lagi untuk berhubungan badan. Makanya Ratu kecapean dan masih tidur.


Akhtar tersenyum sendiri. Seandainya tadi Bunda Zeya tak cepat mencegah, pastilah Daddy Azril telah masuk dan melihat putrinya masih tanpa busana hanya ditutupi pakaian dalam dan selimut.


Akhtar membuka selimut dan masuk kedalamnya. Ia memeluk pinggang Ratu, membuat gadis itu, bukan gadis tapi wanita itu terbangun.


Ratu membuka matanya dan memanyunkan bibirnya melihat Akhtar yang tersenyum jahil.


"Napa cemberut gitu? Dosa tau, masa cemberut ama suami. Harusnya tersenyum."


"Lapar ...." cicit Ratu.


"Itu udah kakak bawakan nasi goreng," ucap Akhtar dan ingin mengecup bibir Ratu tapi wajahnya langsung di dorong Ratu agar menjauh.


"Nanti kakak pengin lagi. Aku capek banget. Masih sakit juga."


Akhtar langsung memeluk Ratu yang sekarang udah memjadi istrinya. Dulu saat liburan, sejujurnya Akhtar dengan susah payah menahan keinginan untuk memakan Ratu.


Pria mana yang bisa menahan diri jika setiap hari harus berdua dengan gadis cantik, seksi dan sangat menarik seperti Ratu.


Akhtar hanya tak ingin gara-gara dirinya tak bisa menahan napsu, membuat daddy Azril melarang hubungannya.


Saat kemarin penghulu mengatakan sah,dunia Akhtar seakan berhenti. Ia tak ingin detik itu berakhir, Akhtar takut semua itu hanya mimpi.


"Mau mandi dulu atau makan?"


"Sebelum tidur aku udah mandi'kan, Kak? Aku mau makan, lapar banget. Emang udah jam berapa sekarang."

__ADS_1


"Jam sebelas siang," ucap Akhtar dengan mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Astaga, jadi udah siang. Pasti Daddy dan Bunda udah lapar menunggu aku sarapan."


Azril dan Zeya memang tak akan memulai sarapan jika anak-anak belum berkumpul semua di meja makan, kecuali jika anak-anak emang ada kegiatan yang mengharuskan mereka pergi sepagi mungkin.


"Daddy dan Bunda telah sarapan dengan kakak tadi. Saat ini mereka pergi jalan-jalan ke pusat Kota Bali."


"Oh, syukurlah," cicit Ratu.


Ratu yang tak menyadari dirinya belum berpakaian, langsung duduk. Selimut yang menutupi tubuhnya terjatuh. Tubuh putih mulusnya tampak jelas dilihat Akhtar.


Salah ... tubuh Ratu saat ini tidak mulus lagi. Banyak terdapat tanda-tanda kepemilikan yang dibuat Akhtar.


"Kenapa kak Akhtar memandang seperti itu?"


"Kamu udah nggak malu lagi memperlihatkan tubuh indah milikmu?"


Ratu menunduk dan melihat ke tubuhnya dan baru menyadari dirinya hanya berpakaian dalam.


Akhtar tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Ia makin gemas dengan Ratu, hingga mencubit pipi wanita itu.


"Percuma kamu tutup, kakak udah melihat semuanya. Bahkan di mana letak tahi lalatmu saja kakak udah hafal."


"Dasar Duda mesum."


"Kamu lupa jika kakak sudah menjelajahi semua tubuhmu dari atas hingga ke bawah, bagian yang paling indah," ucap Akhtar dengan tersenyum jahil.


"Dasar mesum,"ucap Ratu dan memukul dada Akhtar yang dekat dengan tubuhnya.


Akhtar menangkap tangan Ratu dan mengecupnya. Akhtar menggenggam tangan istrinya itu.


"Terima kasih, Sayang. Kamu telah menjaga diri dan tubuhmu untuk diberikan pada suamimu. Aku merasa pria yang paling beruntung karena mendapatkan cintamu dan juga tubuhmu yang indah ini."

__ADS_1


Akhtar membawa Ratu ke dalam pelukan dadanya. Ia mengusap punggung istrinya. Dan mengecup kepala Ratu. Akhtar mengambil nasi goreng dan menyuapi Ratu. Walau Ratu menolak, tapi ia tetap melakukan karena ingin melayani istrinya.


"Biar aku suap sendiri, Kak."


"Biar kakak aja. Sebagai ucapan terima kasih karena kemarin telah memberikan kepuasan buat jerry. Ternyata sarangnya sangat pas. Pasti Jerry akan betah dan sering masuk kandang."


"Maunya kakak. Aku nggak mau kayak kemarin. Masih sakit."


"Itu karena sarangnya masih kecil dan sempit. Makanya harus sering di cangkul biar pas sama jerry."


"Kak Akhtar mesum banget. Nanti aku bilang Daddy."


"Eitss ... jangan dong. Nanti bisa-bisa kakak di sunat lagi sama Daddy. Bisa habis deh kepala jerry."


"Kakak ...." teriak Ratu.


"Jangan berteriak, nanti orang yang mendengar bisa berpikir yang bukan-bukan."


"Habis mesum banget."


"Mesum sama istri itu biasa sayang. Normal itu."


"Aku lapar."


Akhtar kembali menyuapi Ratu hingga nasi goreng di piring itu habis tak tersisa. Setelah makan Akhtar mengajak Ratu mandi.


Bersambung


Selamat siang Ratu Ketiban Duren Lovers. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel baru mama yang berjudul CINTA YANG DIABAIKAN.


*Rasanya lebih menyakitkan dibohongi oleh orang yang sudah kamu berikan hatimu untuknya, dibandingkan ditinggalkan oleh orang yang paling kamu cintai selama-lamanya.


Mas Gibran, dulu dirimu pernah membuatku terbang bahkan hingga naik ke bintang-bintang, namun kini diriku kau hempaskan jauh ke dalam jurang yang curam. Saat ini ragaku memang terlihat masih tetap seperti dulu, tapi tidak dengan hatiku*.

__ADS_1



__ADS_2