
Albirru duduk ditepi ranjang dan mendekati Khaira. Ia tersenyum dan menggenggam tangan putrinya itu.
"Khaira, ada yang ingin Ayah bicarakan."
"Apa, Ayah?"
"Apa kamu masih ingin terus tinggal di sini? Apa tak ada keinginan kamu untuk kembali ke rumah suamimu?"
"Kenapa Ayah tanyakan itu?"
"Karena surganya istri ada di suami.Sebaiknya kamu ikuti apa kata suamimu."
"Apakah suami yang tak pernah melakukan kewajibannya juga wajib kita patuhi."
"Jika memang kamu merasa Felix belum melaksanakan kewajibannya dengan baik, kamu bicarakan berdua. Jangan pergi seperti ini. Nggak akan menyelesaikan masalah."
"Aku ingin pisah,Ayah."
"Kamu yakin dengan keputusan ini. Walaupun perceraian itu nggak diharamkan.Sesuatu yang halal tetapi paling dibenci Allah adalah perceraian. Ini menunjukkan di satu sisi bahwa terkadang perceraian itu tidak bisa dihindari sehingga jika ada satu pasangan yang memang tidak ada kecocokan masih dipaksakan untuk terus, itu akan merugikan semua pihak."
"Jika aku bertahan itu bukan hanya akan menyakiti diriku sendiri tapi juga Mas Felix. Aku tau sampai hari ini ia tak pernah mencintaiku, hanya karena rasa tanggung jawab saja ia menikahiku. Dihatinya tetap bersemayam nam kak Ratu."
"Khaira, jika salah satu pasangan ada yang merasa tidak bahagia, maka bisa mengajukan gugatan cerai kepada pengadilan Agama. Dalam Islam, hukum istri minta cerai karena tidak bahagia adalah diperbolehkan. Jadi jika emang kamu merasa tak bahagia, Bunda mendukung keputusan kamu."
Albirru dan Zahra mendukung keputusan Khaira. Dari pada anaknya terus tertekan perasaan karena hidup bersama pria yang tak pernah mencintainya.
__ADS_1
Albirru dan Zahra akan menemui Felix keesokan harinya. Selama proses perceraian Khaira akan ditemani Zahra tinggal di Jakarta.
Setelah perceraian, Albirru meminta Khaira kembali ke kota Pekanbaru untuk melanjutkan kuliahnya.
...........
Hari ini, semua keluarga termasuk Ratu dan Akhtar berkumpul di salah satu restoran. Mereka akan membicarakan secara baik-baik perceraian Khaira dan Felix.
Felix datang sendirian. Kedua orang tuanya tak bisa hadir karena lagi berada di luar negeri.
Felix duduk dengan canggung. Ia merasa menjadi terdakwa di tengah keluarga Khaira.
"Nak Felix, terima kasih karena telah datang memenuhi undangan Ayah."
"Nak Felix tau apa maksud Ayah mengundang kamu."
"Aku nggak tau, Ayah. Cuma aku menduga ini ada hubungannya antara aku dan Khaira."
"Felix, sebagai orang tua Khaira, aku meminta maaf jika anakku pernah melakukan kesalahan. Aku tak pernah ingin ikut campur urusan keluarga kecilmu dengan Khaira. Walau sebenarnya dari awal aku tau rumah tangga kalian bermasalah."
"Sebagai Ayah, aku telah menyarankan Khaira untuk bicara empat mata saja denganmu. Aku masih berharap, Apapun masalahmu dan Khaira dapat diselesaikan dengan baik."
"Tapi Khaira berpendapat jika nggak ada yang perlu dia bicarakan. Khaira telah mantap mengambil keputusan untuk berpisah karena jika rumah tangga lain dipertahankan itu juga tak ada gunanya. Akan saling terluka. Ayah harap kamu bisa menerima keputusan ini."
Akhtar mengajak Ratu untuk duduk di meja yang berbeda. Ia pamit dengan Ayah dan Ibu Zahra. Akhtar tak mau ikut campur dengan urusan rumah tangga Felix dan Khaira.
__ADS_1
Felix menarik napasnya, ia tersenyum miring dengan Albirru sebelum memulai bicara.
"Ayah, aku juga minta maaf jika selama ini aku ada salah, terutama pada Khaira. Ayah pasti mengerti jika nggak mudah bagiku menerima takdir dalam hidupku yang jauh berbeda dari yang aku harapkan."
"Aku tau, semua yang terjadi dalam hidup kita adalah kehendak dan ketetapan dari Tuhan, tapi aku juga manusia biasa yang punya rasa kecewa. Aku nggak bisa langsung menerima Khaira, karena aku juga butuh waktu untuk saling mengenal secara dekat. Selama ini kami dekat hanya sebagai calon adik ipar yang tiba-tiba harus berubah menjadi istri."
"Aku mengerti, itulah alasan utama aku setuju keputusan Khaira. Bagaimana pendapat kamu? Apakah kamu juga setuju jika kalian berpisah saja?"
Felix tampak menarik napasnya kembali. Ia memandangi wajah Albirru, Zahra dan Khaira secara bergantian.
Tampak sekali Felix agak berat untuk mengatakan sesuatu. Khaira menunduk. Ia merasa jemari tangannya. Khaira menunggu ucapan Felix dengan perasaan campur aduk.
Bersambung
Apakah Felix setuju berpisah dengan Khaira? Nantikan terus kelanjutan dari novel ini.
Seperti biasanya, ada rekomendasi novel buat di baca sambil menunggu novel ini update.
Judul novel : AKULAH MALAIKAT PENOLONGMU
Alisa adalah gadis biasa yang berwajah jelek dan cacat. Dia juga mempunyai saudara kembar bernama Alena yang rupa dan wataknya berbeda dengan Alisa. Karena suatu kejadian sewaktu masih kecil, wajah Alisa jadi cacat dan jelek. Semua teman kampusnya tidak ada yang mau berteman dengannya, namun Alisa selalu percaya diri meski berwajah jelek, meski perlakuan ibunya selalu berbeda jauh padanya di banding kembarannya yang berwajah cantik.
Apakah Alisa bisa merubah dirinya menjadi cantik, setelah dia bertemu dengan Richard sang bintang kampus? Bagaimanakah jadinya jika Alisa benar-benar berubah jadi cantik?
__ADS_1