Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 36. Ayah Albirru


__ADS_3

Ratu membuka matanya, ia melihat ayah Albirru yang sedang mengusap rambutnya. Ratu bangun dan bersandar di kepala ranjang. Ia tersenyum dengan Ayahnya.


"Ayah ...."


"Maaf ... ayah mengganggu tidurmu?"


"Nggak apa-apa. Ayah ada perlu denganku?" tanya Ratu.


"Nggak ada. Ayah hanya ingin melihatmu. Ayah nggak ingin melewati saat-saat begini, karena semua ini jarang Ayah bahkan akan sulit ayah temui.Terakhir ayah melihat kamu tidur dikamar ini saat kamu masih duduk di sekolah menengah pertama."


"Maaf, Ayah. Aku jarang mengunjungi Ayah. Bukannya aku tak mau, tapi aku dulu ...." Ratu menghentikan ucapannya.


"Tapi apa, Nak?" tanya Akbirru melihat putrinya itu menghentikan ucapannya.


"Dulu aku nggak bisa tidur tanpa Daddy," gumam Ratu.


Walau hanya bergumam, Albirru masih dapat mendengarnya. Dadanya terasa sesak mendengar anaknya yang lebih bergantung dengan ayah sambung dari dirinya sebagai ayah kandung.


Albirru mencoba tersenyum walau hatinya perih. Ia tak ingin Ratu merasa bersalah dengan ucapannya.


Ratu yang melihat perubahan wajah Ayahnya Albirru langsung memeluknya. Ia baru menyadari pastilah ucapannya membuat ayah Albirru sedih.


"Ayah, aku juga sayang ayah."


"Ayah tau, Nak. Ayah tau kamu juga menyayangi Ayah."


"Maafkan aku. Tak bermaksud membuat ayah sedih dengan ucapan aku tadi."


"Ayah tak sedih dengar ucapanmu.Ayah mengerti. Kamu emang pantas lebih dekat dengan Daddy dari ayah, karena kamu dibesarkan dan tinggal bersamanya."

__ADS_1


"Ayah boleh tanya sesuatu?" tanya Albirru.


"Tentu, Ayah," jawab Ratu.


"Siapa pria yang datang denganmu itu. Apakah calon suami kamu, Nak?"


"Ayah, aku saat ini emang dekat dengan kak Akhtar. Ia mengatakan ingin menikahiku secepatnya, tapi aku belum mengatakan pada Daddy kalau kak Akhtar ingin menikahiku dalam waktu dekat ini. Aku takut ...."


"Apa yang kamu takutkan?"


"Aku takut Daddy tak setuju aku menikah dengan kak Akhtar secepat ini."


"Apakah Daddy belum mengetahui hubunganmu dengan Akhtar."


"Tau, Yah. Aku tak mungkin berani pergi berdua jika tak diizinkan Daddy."


Ratu mengatakan semua tentang masa lalu Akhtar. Ia takut Daddy tak setuju Akhtar menikahinya segera.


Albirru memberikan dukungan pada Ratu, jika ia yakin Azril akan setuju saat Akhtar melamar. Azril pasti mengutamakan kebahagiaan Ratu. Jika Ratu mencintai Akhtar, pasti Azril juga tidak akan menghalangi pernikahannya.


Albirru mengatakan jika status seseorang jangan dijadikan tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih serius jika kamu yakin ia pria yang tepat untukmu.


Setelah cukup lama menunggu Albirru tapi suamimu tak kunjung datang, Zahra yang telah bosan akhirnya menyusul Albirru ke kamar Ratu.


Ia melihat Albirru dan Ratu yang sedang mengobrol dengan akrabnya, Zahra mengurung niatnya memanggil Albirru dan Ratu. Zahra ingin memberikan waktu bagi ayah dan anak itu untuk meluangkan rasa kangen mereka berdua sambil berbagi cerita.


Setelah dua jam berlalu, Albirru turun dari lantai atas menuju dapur sambil menunggu Ratu dan Akhtar selesai mandi.


Akhtar tampak sedikit gugup dan canggung saat sarapan bersama. Ia tak henti-hentinya memandang Ratu untuk menghilangkan kegugupan.

__ADS_1


Habis sarapan, Albirru mengajak Akhtar dan Ratu pindah ke ruang keluarga, agar mereka lebih enak mengobrolnya.


"Nak Akhtar, Ayah boleh bertanya."


"Silakan,Ayah."


"Tadi ayah dan Ratu sudah cukup lama mengobrol. Ratu mengatakan jika nak Akhtar saat ini sedang dekat dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengannya. Apakah itu betul?" tanya Albirru.


"Betul, ayah. Aku datang ke sini untuk meminta restu pada Ayah , agar mengizinkan aku menjalin hubungan yang lebih serius bersama Ratu."


"Apa. kamu mencintai Ratu?"


"Tentu, Yah. Bahkan mungkin lebih dari yang Ratu tau."


"Ayah harap kamu nggak mempermainkan Ratu."


"Tidak mungkin, Yah. Aku sangat mencintai Ratu ."


"Ayah juga berharap kamu tetap mencintai Ratu selamanya dan makin betambah saat kalian telah menikah nantinya. Jangan pernah khianati dan bohongi Ratu."


Albirru menarik nafasnya dan terdiam sesaat sebelum akhirnya memulai ucapannya.


"Ayah harap jika nanti kamu dan Ratu menikah, jangan pernah membagi cintamu. Pengalaman telah mengajarkan Ayah, jika sesuatu yang di bagi itu pastilah hasilnya tidak akan baik. Jangan berbohong untuk menutupi kesalahan yang lain."


"Ayah, aku tidak akan banyak berjanji, tapi Ayah bisa buktikan bagaimana perlakuanku pada Ratu setelah kami menikah nanti."


Albirru juga menasihati Akhtar, walau islam mengizinkan kita beristri lebih dari satu, tapi sebaiknya jangan pernah lakukan itu. Jangan sampai nanti menyesal seperti yang ia rasakan hingga saat ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2