Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 45. Rencana Pernikahan


__ADS_3

Akhtar, Raja dan Daddy tentunya bicara mengenai susunan acara pernikahan antara dirinya dan Ratu.


Pernikahan akan dilakukan bulan depan, di atas kapal pesiar, yang akan dihadiri oleh keluarga inti dan sahabat terdekat saja.


Azril sebagai orang tua ingin semua persiapan pernikahan dan biaya ia yang urus. Tapi Akhtar sebagai calon suami Ratu juga tak mau lepas tangan. Ia juga ingin biaya pernikahan dari diirnya.


Pria itu tak ingin nanti Azril dan Raja berpikir ia ingin lepas tangan. Akhirnya disepakati jika pernikahan yang akan dilakukan di kapal pesiar, semua biaya ditanggung Akhtar. Sedangkan pesta pernikahan kedua kalinya yang akan diadakan di hotel berbintang di tanggung Azril.


Ratu telah menghubungi ayah kandungnya Albirru mengabarkan jika pernikahannya akan dilaksanakan bulan depan.


Albirru berjanji akan datang ke Jakarta seminggu sebelum pernikahan nantinya. Ia akan tinggal dan menginap di rumah Khaira.


..............


Tak terasa pernikahan Ratu dan Akhtar akan dilaksanakan sepuluh hari lagi. Khaira yang mendapat kabar dari ayahnya ingin bertemu kakaknya itu.


Khaira ingin mengetahui kepastian mengenai pernikahan kakaknya dari mulut Ratu langsung. Akhirnya ia memutuskan mendatangi Ratu di butik miliknya.


Ratu yang sedang asyik menghitung barang masuk dan keluar bersama salah satu karyawan kaget melihat kedatangan adiknya itu.


"Selamat siang Kak Ratu, maaf aku mengganggu," ucap Khaira.


"Selamat siang, dek. Duduklah."


"Kak Ratu sibuk ya? Aku mengganggu?"


"Nggak apa, sebentar lagi juga selesai, kau bis menunggu."


"Bisa,Kak."


Ratu kembali larut dengan pekerjaannya bersama salah satu karyawan. Setengah jam lebih Ratu baru selesai. Ia tersenyum dengan Khaira dan meminta karyawannya kembali melayani pelanggan.

__ADS_1


Sebelumnya Ratu meminta tolong karyawannya tadi untuk membelikan dua gelas jus jeruk buat dirinya dan Khaira.


"Maaf ya, lama menunggu."


"Nggak apa, Kak."


Ratu tersenyum dan mengusap perut Khaira yang telah membuncit.


"Udah berapa bulan kehamilan kamu, Dek."


"Udah memasuki bulan ketujuh, Kak."


"Semoga sehat dan lancar hingga hari persalinan," ucap Ratu sambil mengusap perut Khaira. "Ada perlu apa ya kamu datang. Apa ada berita tentang ayah?"


"Aku hanya ingin bicara dan ketemu Kak Ratu udah lama kita tak berbincang."


Ratu tersenyum dengan terpaksa. Dulu ia akan selalu menghabiskan waktu berdua dengan Khaira hingga jam dua belas malam. Mereka mengobrol berbagai hal.


Khaira adiknya satu ayah ini dengan sangat antusias mendengarkan semua cerita Ratu. Saat itu Ratu merasa sangat bahagia. Memiliki pacar yang perhatian dan juga adik perempuan sebagai tempat ia berbagi cerita.


Dari mulai sekolah dasar,.Ratu hanya tidur sendirian. Saat Khaira mulai tinggal bersamanya, Ratu bahagia banget. Ada temannya tidur dan mengobrol sebelum memejamkan mata.


"Apa kamu ada masalah?" tanya Ratu


"Nggak ada, Kak. Aku hanya ingin mendengar dari Kakak mengenai kabar pernikahan Kak Ratu. Ayah kemarin menghubungi aku, mengatakan jika seminggu lagi Kak Ratu akan menikah. Ayah lusa akan datang. Apakah itu benar?"


"Tentu saja. Nggak mungkin'kan ayah bohong?"


"Aku hanya takut ayah salah dengar, karena aku belum dapat kabar langsung dari Kak Ratu."


"Kakak berencana mengatakan padamu saat ayah telah datang."

__ADS_1


"Oh, jadi benar. Apa aku boleh tau siapa calon Kak Ratu?"


"Besok kamu pasti kenal juga, tapi ...."


"Tapi apa kak?"


"Kakak akan mengadakan pernikahan di kapal pesiar. Apakah kamu diizinkan dokter ikut? Kandungan kamu udah membesar. Apakah tak berbahaya buat kesehatan janin."


"Aku akan konsultasi dulu ke dokter, jika Kak Ratu mengizinkan aku ikut."


"Kenapa tak boleh, tentu aja kamu bisa ikut jika semua tak ada pengaruhnya."


"Kak, maafkan aku!"


"Untuk apa lagi? kamu nggak ada salah."


"Karena aku rencana pernikahan Kak Ratu DNA Mas Felix batal. Seandainya aku tak ada, mungkin saat ini Kak Ratu dan Mas Felix telah bahagia."


"Jangan diingat itu lagi, Kakak udah ikhlas. Sekarang malahan Kakak berterima kasih dengan kamu!"


"Terima kasih untuk apa?"


"Karena kamu menikah dengan mas Felix, Kak Ratu bisa bertemu Akhtar. Pria yang sangat mengerti Kakak."


Ratu memberikan senyum terindahnya untuk Khaira. Ia memang sangat bersyukur karena dipertemukan dengan pria seperti Akhtar. Yang sangat mengerti dengan dirinya.


Bersambung


Hai, mama gemoi datang lagi membawa rekomendasi novel yang bisa dibaca sambil menunggu novel ini update.


__ADS_1


__ADS_2