
Ratu duduk di bangku buat pasien yang menunggu. Akhtar sedang mengantri mengambilkan vitamin yang tadi diresepkan Diego.
Saat sedang asyik dengan ponsel ditangannya, Ratu dikagetkan dengan seseorang yang duduk disamping dirinya.
"Kamu tampak sangat bahagia."
Ratu memandang ke samping, melihat siapa yang mengajaknya mengobrol.
"Mas Felix ...." ucap Ratu kaget. Ia melihat Felix dengan seksama, pria yang pernah ia cintai itu tampak sangat kurus.
"Udah berapa bulan kehamilanmu?" tanya Felix lagi.
"Empat bulan," jawab Ratu.
"Tampak udah besar."
"Anakku dan Kak Akhtar kembar. Makanya perutku tampak besar dengan kehamilan empat bulan."
"Pasti Akhtar bahagia mendapat anak kembar."
"Semua keluarga juga senang. Mas Felix, sedang apa di rumah sakit. Mas sakit?" tanya Ratu. Ia menjadi ingin tahu, melihat tubuh Felix yang sangat jauh berbeda.
Felix tersenyum tipis mendengar pertanyaan Ratu.
"Apa salahku, Ratu?"
__ADS_1
"Kenapa Mas tanyakan itu?"
"Hidupku berubah seratus delapan puluh derajat sejak kamu mengenalkan aku dengan Khaira. Semua terasa jungkir balik."
"Kenapa Mas bawa Khaira?"
"Bagaimana mungkin aku tak bawa Khaira. Sejak aku mengenalnya dan dekat, hidupku mulai berubah. Apa lagi sejak kejadian malam itu. Semua impianku hilang."
"Mas tak bisa salahkan, Khaira. Ia juga pasti tak pernah menginginkan itu. Semua itu telah menjadi takdir Tuhan."
"Tapi kenapa takdir baik nggak pernah berpihak padaku."
"Mas ngomong apa? Nggak baik bicara begitu. Ketetapan Tuhan pasti yang terbaik."
Tanpa Ratu dan Felix sadari, Akhtar telah berdiir dibelakang mereka. Akhtar sengaja berdiam diri untuk mengetahui dan mendengar obrolan istri dan mantan tunangannya itu.
"Saat aku mulai bisa menerima dia dan calon bayi kami, Tuhan mengambilnya. Padahal saat itu aku telah ikhlas akan takdir hidupku."
Felix menghentikan ucapannya. Pandangannya menerawang entah kemana. Ratu yang melihat itu menjadi sedikit iba.
"Ratu, sebenarnya aku akan mencoba memulai dari awal untuk menjalani rumah tangga bersama Khaira. Tapi mungkin ia sudah muak dengan sikapku selama ini, sehingga ia minta pisah."
"Kenapa Mas mengabulkan gugatan cerainya jika emang ingin memulai dari awal lagi hidup bersama."
"Aku nggak mau mengikatnya, karena aku takut menyakiti Khaira lebih dalam. Aku sadar sikapku selama kami menikah tak baik. Seharusnya aku sadar, jika Khaira juga korban seperti yang pernah kamu katakan."
__ADS_1
"Mungkin jodohku dan Khaira hanya selama itu. Aku melepaskan Khaira agar ia bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku."
"Aku mendoakan semua yang terbaik buat Mas dan Khaira. Maafkan juga jika aku pernah salah. Mas belum jawab pertanyaanku?"
"Pertanyaan yang mana?"
"Kenapa mas berada di rumah sakit? Mas sakit?"
"Itulah yang aku katakan tadi denganmu, jika hidupku saat ini terasa jingkir balik. Sebulan setelah berousah dari Khaira, aku divonis terkena penyakit liver."
"Liver ....?"
"Ya, dan aku diwajibkan rutin berobat."
"Semoga lekas sembuh, Mas. Yakinlah, Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya. Takdir Tuhan pasti lebih baik."
"Terima kasih, aku doakan kamu dan bayimu sehat selalu. Lancar hingga persalinan."
"Terima kasih doanya, Mas."
Akhtar yang berdiri di belakang Ratu memeluk istrinya. Ia mengecup pipi Ratu, membuat wanita itu kaget. Ratu langsung membalikkan tubuhnya melihat siapa pelaku yang berani mengecup pipinya.
Bersambung.
Selamat pagi RATU KETIBAN DUREN Lovers. Happy weekend. Lope-lope sekebon 😍😍😍😘😘😘
__ADS_1
Untuk mengisi waktu di hari weekend, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.