Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 86. Amina Chalana dan Amira Chaiza.


__ADS_3

Setelah satu jam melewati masa observasi, Ratu dipindahkan ke ruang rawat. Ahktar selalu menemani di samping istrinya.


Tadi Akhtar hanya meninggalkan Ratu sebentar untuk meng-adzankan kedua putrinya. Sempat berdebat dengan Azril, karena opanya itu juga pengin melakukan pada salah satu cucunya.


Namun Azril tak mungkin bersikeras karena yang paling berhak atas cucunya itu adalah Akhtar sebagai ayahnya.


Masuk ke ruang perawatan, seluruh keluarga telah menunggu. Pangeran dan Raja yang paling antusias melihat ponakan mereka. Dua putri cantik yang pastinya akan jadi rebutan seluruh keluarga.


Begitu Ratu udah ditempatkan di atas ranjangnya. Azril dan Zeya langsung menghampiri putrinya itu.


"Selamat, Sayang. Sekarang kamu udah jadi ibu dari dua putri cantik," ucap Zeya. Ia mengecup dahi anaknya itu.


"Selamat Ratuku. Terima kasih karena memberikan Daddy dua cucuyang cantik banget."


"Terima kasih, Bunda, Daddy." Azril juga mengecup dahi putri kesayangannya itu.


"Rasanya baru kemarin Daddy terbangun tengah malam karena kamu menangis. Baru kemarin kamu merengek minta dibelikan mainan, tapi saat ini kamu telah menjadi ibu dari dua putri cantik."


"Siapa nama ponakanku, Kak," ucap Pangeran.


"Tanya Papinya."


"Nggak jadi Daddy yang beri nama. Emang ...." ucap Raja provokator agar Azril marah.

__ADS_1


"Raja ... jangan mancing-mancing. Ratu baru habis operasi," ucap Bunda Zeya. Raja tertawa.


"Siapa nama cucu-cucu Ayah,Nak," ujar Albirru dengan Akhtar.


"Amina Chalana dan Amira Chaiza. Amina artinya seseorang yang dapat dipercaya


Chaliana artinya seorang putri. Amira artinya seorang perempuan berhati emas. Chaiza artinya anak perempuan yang cantik," ucap Akhtar.


"Panggilannya Amina dan Amira," ucap Pangeran.


"Yupp , seribu untukmu," ujar Akhtar.


Semua keluarga tampak sangat bahagia. Akhtar memesan makanan buat makan malam seluruh keluarga. Kamar yang gede itu terasa sempit karena penuh diisi keluarga besar.



Diego yang baru selesai dengan tugasnya sebagai Dokter masuk ke Kamar Ratu. Khaira yang duduk dekat ibunya Zahra menjadi malu dan duduk sambil menunduk.


Sejak Diego memberikan kartu nama itu, ia sering menghubungi Khaira. Pernah bertemu dua kali saat Diego ada pekerjaan ke Pekanbaru.


Tanpa ada yang tau, sebenarnya Diego telah melamar Khaira secara pribadi. Namun wanita itu masih meminta waktu untuk berpikir. Selain karena takut gagal lagi, Khaira masih ingin melanjutkan kuliah hingga wisuda.


Diego menghampiri Akhtar yang sedang menyuapi Ratu. Sebelumnya Diego menyalmi seluruh keluarga terlebih dahulu.Ia memeriksa tekanan darah Ratu dan keadaannya.

__ADS_1


"Gimana Ratu?" tanya Akhtar.


"Kamu tanya sama siapa?" tanya Diego balik.


"Tanya sama kamu, lah."


"Seharusnya kamu ngomong baik-baik, Gimana keadaan istri saya Ratu, Dok?"


"Cuiihhh, pengen dihormati. Apa kamu lupa jika aku selain suami pasien juga calon abang iparmu. Apa kamu mau aku meminta Khaira menolak lamaranmu?"


"Yeee,ngancam."


"Bukan ancaman, tapi mengingatkan. Ayah, apa mau menerima Diego sebagai menantu?" ujar Akhtar, membuat Diego kaget dengan ucapannya.


Diego menjadi salah tingkah dikerjai Akhtar. Semua tampak bersuka cita karena kehadiran buah hati Ratu.


Tampaknya dua putri Ratu langsung menjadi idola dan rebutan keluarga. Baru merengek sedikit aja, langsung pada rebutan ingin menggendong. Akhtar bersyukur menjadi bagian dari keluarga ini. Akhtar yang ditinggalkan kedua orang tuanya, tidak merasa kesepian lagi.


End.


Terima kasih buat semua pembaca setia novel RATU KETIBAN DUREN.


Terima kasih sekali lagi atas dukungannya selama ini dengan memberikan like,koment, hadiah, poin, dan vote. Tanpa pembaca semuanya mama bukan siapa-siapa.

__ADS_1


Akhirnya novel ini tamat. Nantikan bonus chapter berikutnya. Lope-lope sekebon. 😍😍😍😍❤❤❤❤😘😘😘😘


__ADS_2