Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 50. Pernikahan Akhtar dan Ratu.


__ADS_3

Semua keluarga telah berkumpul dan akan segera menuju ke pelabuhan. Ratu dan kedua orang tuanya berada dalam satu mobil.


Sepanjang perjalanan menuju pelabuhan, tangan Ratu tak pernah lepas dari memeluk lengan bundanya Zeya.


Ratu sadar mulai hari ini, setelah pernikahannya, tak boleh ada Ratu yang manja lagi. Jikapun ia manja itu hanya boleh dengan suaminya kelak.


Semua telah siap dan berada di atas kapal. Di meja telah tersedia berbagai makanan. Sementara itu di salah satu kamar Ratu sedang di rias wajahnya.


Akhtar masuk ke kamar dan tertegun melihat kecantikan Ratu yang wajahnya dipoles. Akhtar mendekat dan mencubit pipi Ratu gemas.


"Mas, jangan di cubit dan sentuh, bedaknya nanti luntur," ucap penata riasnya.


Ratu yang mendengar Akhtar dimarahin mi jadi tersenyum. Pangeran dan Raja yang baru masuk tertawa mendengar Akhtar dimarahin.


"Pasti nggak sabaran pengin sentuh-sentuh," ucap Raja meledek.


Dibelakang Raja tampak seorang wanita cantik, ia menyalami Satu dan memberikan ucapan selamat.


"Selamat Ratu, semoga akad nikahnya nanti lancar."


"Terima kasih, kamu pacarnya Raja?" tanya Ratu.


"Iya," ucapnya malu.


Ratu melihat ke belakang Pangeran tapi tak ada gadis yang mengekorinya.


"Pacar kamu mana. Katanya mau bawa pacar?"

__ADS_1


"Nggak diizinkan karena lagi ujian."


"Kasihan banget," ucap Raja dan Ratu serempak. Pangeran tampak merengut. Akhtar juga ikut tertawa melihatnya.


Setelah Ratu di rias, ia berjalan menuju kursi untuk pernikahan yang berada ditengah kapal. Didampingi Azril dan Albirru . Dibelakang Ratu berjalan Zeya, Raja, Pangeran, dan kekasihnya Raja.



Ratu duduk di samping Akhtar yang telah terlebih dahulu berada di sana. Seluruh keluarga dan tamu undangan telah duduk di kursi yang disediakan.


Kapal berjalan dengan perlahan, agar semua yang berada di atas kapal dapat menikmati pemandangan laut sambil menantikan ijab kabul.


Akhtar dan Ratu menyediakan satu set gelas buat suvenir pernikahannya.



Pembawa acara telah memulainya dengan meminta seseorang melantunkan ayat suci Al-quran.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan kata sambutan atau sepatah kata dari Azril sebagai orang tua.


Azril memegang mic dengan gemetar. Sebenarnya ia tak sanggup bicara karena rasa harunya melepaskan putri kesayangan. Azril menarik napasnya sebelum bicara.


"Akhtar Qabeel Alfarezi,walau saya bukan ayah kandungnya Ratu Arkanaya, tapi kasih sayangku padanya tulus dari hatiku sama seperti aku menyangi putra kandungku." Azril menghentikan ucapannya sebelum melanjutkan kembali.


"Saya orang pertama yang memeluknya, bukan kamu. Saya adalah orang pertama yang menciumnya, bukan kamu. Saya orang pertama yang mencintainya, bukan kamu," ucapnya sambil terlihat menyeka air mata.


"Tapi saya harap kamu adalah orang yang bisa bersamanya selamanya. Jika suatu hari kamu tidak mencintainya lagi, jangan katakan itu kepadanya. Sebagai gantinya, katakan kepada saya. Saya akan datang dan membawanya pulang," tambah Azril dengan menyeka air matanya.

__ADS_1


"Jika suatu saat ia berbuat salah beritatau saya, biar saya yang nasehatin. Sampai detik ini saya tak pernah sekalipun memarahinya. Saya tak rela jika ada pria yang memarahi putri kesayangan saya ini." Azril kembali menyeka air matanya.


"Akhirnya saat yang dinanti tiba juga, tapi ditakuti oleh seorang ayah dan ibu. Perasaan bercampur baur antara senang dan sedih. Bimbang dan kasihan saat melepaskan genggaman pada anak perempuan yang digendong sejak kecil lalu diserahkan pada seorang pria yang sebentar lagi dipanggil suami." Suara Azril makin hilang karena tangisannya.


"Saya selalu mengharapkan putri kami dijaga dengan baik sama seperti kami menjaga dia. Melindungi martabat, aurat dan akidahnya. Saya titipkan putriku padamu."


Azril duduk dengan terisak. Ia menyerahkan mic pada pembawa acara. Albirru saat ini yang berdiri.


"Akhtar, walau Ratu tidak besar bersama saya, tapi kasih sayang saya dengannya jangan kamu ragukan. Saya menyayangi anak-anak dengan tulus tanpa membedakan. Saya hanya berpesan bimbinglah ia, dan ajari dia menjadi istri yang baik. Jika ada salah, bicarakan baik-baik. Saya menitipkan putri saya padamu. Jika suatu hari kamu udah tak cinta, kembalikan ia baik-baik seperti saat kamu melamarnya padaku"


"Ratu putriku, bahwa surgamu kini telah berpindah ke lelaki pilihanmu, maka Jadilah istri yang taat, bertanggung jawab dan menggapai ridhaNya sebagai jalan menuju ke Surga."


Semua keluarga dan tamu undangan ikut larut dalam ucapan Azril dan Albirru. Semua terdiam mendengarkan.


Bersambung.


(kata-kata sebagian diambil dari google)


Hai-hai Ratu ketiban Duren Lovers, masih penasaran'kan dengan ijab kabulnya.


Sementara menunggu Akhtar mengucapkan ijab kabul mampir dulu ke novel teman mama dibawah ini


Judul. AKU DIANTARA MEREKA karya Asyfa


Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang ayahnya. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah.Anak siapakan keduanya? Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya?


__ADS_1


__ADS_2