
Setelah menjelaskan jika kandungan Ratu dan dirinya juga sehat, Diego mengizinkan untuk berhubungan badan asal ibu tidak dalam keadaan stres.
Ibu yang hamil bayi kembar ssbanrnya tidak dilarang untuk melakukan hubungan seksual. Namun, ibu perlu berhati-hati agar tidak mengalami kontraksi, sehingga bayi lahir lebih cepat dari waktunya.
Akhtar menebus vitamin yang diberikan untuk Ratu. Setelah itu menuju rumah makan Padang yang cukup ternama.
Akhtar memesan banyak makanan khas Padang kesukaannya.
Akhtar makan dengan lahap semua hidangan yang ia suka. Ratu cuma makan dengan rendang. Akhtar yang melihat Ratu kurang berselera makan, menghentikan suapannya.
"Sayang, kamu nggak makan?"
"Ini aku makan."
"Tapi kenapa kurang selera gitu. Apa nggak enak? Kamu mau apa? Nanti Kakak cari sampai dapat yang kamu inginkan."
"Aku nggak ingin apa-apa, Kak. Aku emang kurang ada selera makan aja."
"Tapi kamu harus makan lebih dari biasanya. Saat ini ada dua nyawa dalam rahimmu."
"Nanti dipaksakan aku bisa muntah."
"Ya, udah. Kamu makan sebisanya aja. Atau mau Kakak suapin?"
"Nggak usah. Kakak lanjutkan aja makannya."
__ADS_1
"Sambil pulang, kita mampir ke kafe es krim."
Setelah makan, Akhtar mampir ke kafe es krim dan membeli banyak es krim untuk Ratu.
Akhtar melakukan mobilnya menuju rumah kediaman Daddy Azril, bukan pulang ke rumahnya.
Akhtar ingin berbagi kebahagiaan dulu dengan kedua mertuanya itu.
Sampai di rumah kediaman orang tua Ratu itu, Akhtar dan Ratu langsung menuju ruang keluarga, tempat favorit orang tuanya bersantai.
"Aku punya kabar baik. Bunda dan Daddy pasti sangat senang jika mendengarnya."
"Kabar apa, Nak?" tanya Bunda Zeya.
"Saat ini di dalam perut Ratu ada dua calon bayi," ucap Akhtar sambil mengusap perut Ratu.
"Apa ...? Jadi Ratuku saat ini sedang hamil?"
"Oh Daddy tak menyangka ternyata Akhtar bisa tokcer juga menanamkan kecebongnya," ujar Daddy.
Mendengar ucapan Daddy, Raja yang baru pulang dari jalan-jalan dengan kekasihnya menjadi tertawa.
"Kecebong ...? Daddy ada-ada aja," ucap Raja.
"Aku emang tokcer, buktinya benihku langsung berbuah dua calon bayi."
"Alhamdulillah, Bunda senang banget. Ratu, kamu harus jaga baik-baik amanah dari Tuhan itu, Nak. Jangan kerja terlalu berat dan banyak makanan bergizi."
__ADS_1
"Ya, Bunda." Ratu berdiri dari duduknya dan pindah ke samping Bunda.
Bunda memeluk Ratu putrinya. Tanpa bisa Bunda tahan, air matanya mengalir membasahi pipi.
Tak menyangka jika anak yang ia kandung dulu, saat ini juga sedang mengandung dua calon bayi.
Bunda Zeya jadi teringat saat ia dinyatakan positif dulu. Saat itu sempat terlintas di pikiranny untuk menggugurkan kandungan.
Bunda berpikir, ia tak akan bisa membesarkan dua bayi karena saat itu ia baru saja pergi meninggalkan rumah kediaman milik suaminya.
"Maafkan Bunda, Nak," ucap Zeya tiba-tiba.
"Maaf untuk apa, Bunda?"
"Maafkan untuk semuanya."
"Bunda nggak ada salah. Kenapa Bunda harus menangis?"
"Bunda terharu, baru saja rasanya Bunda melahirkan kamu. Saat ini kamu juga sedang hamil. Sebentar lagi Bunda telah menjadi nenek."
"Aku mau jadi ibu seperti Bunda. Yang menyayangi anak-anaknya setulus hati."
Ratu mengusap air mata Bundanya. Ia dapat merasakan apa yang bunda rasakan.Dalam hatinya Ratu berkata, "Pasti Bundanya teringat saat sulit ketika ia harus berjuang sendiri membesarkan kedua anaknya tanpa dampingan sekarang suami."
Ratu telah mengetahui semua kisah ayah bundanya kenapa harus berpisah. Akan tetapi Ratu tidak dendam pada ayahnya, karena bunda selalu berkata pada Ratu, jika semua yang terjadi pada diri seseorang itu adalah takdir yang telah ditetapkan Tuhan, kita sebagai manusia hanya menjalankan saja.
Bersambung
__ADS_1
Sambil menunggu novel Ratu Ketiban Duren update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.