Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 53. Apakah Ratu Sakit?


__ADS_3

Pagi hari kapal yang mereka tumpangi telah berlabuh di Bali. Semua penumpang yang terdiri dari keluarga dan teman-teman terdekat Akhtar dan Ratu. Mereka sarapan sebelum ke darat buat jalan-jalan sehari menghabiskan waktu sebelum kembali ke Jakarta esok harinya.


Semua keluarga dan sahabatnya telah siap sarapan saat Akhtar keluar dari kamar. Dengan malu-malu Akhtar mendekati meja yang diisi Azril, Zeya dan saudara Ratu.


Akhtar cengar cengir melihat Azril yang menatapnya dengan mata melotot.


"Selamat pagi Daddy, Bunda, dan semuanya," ujar Akhtar sambil mengaruk kepalanya karena salah tingkah dengan tatapan Daddy.


"Mana Ratuku?" ucap Azril datar dengan mata yang masih melotot dengan Akhtar.


Raja dan Pangeran tak bisa menahan rasanya melihat Akhtar yang salah tingkah di depan Daddy mereka.


"Mampus Lo," ucap Raja.


"Bukannya di bela, malah ngeledek," ucap Akhtar.


"Kamu sarapan dulu. Nanti bawakan untuk Ratu," ucap Zeya. Ia mencubit lengan Azril suaminya.


"Jangan memandang Akhtar seperti itu, jadi salah tingkah'kan? Kayak nggak ngerti aja," gumam Zeya, tapi masih dapat didengar semuanya.


Azril menarik kursi, duduk dan menyantap sarapan yang telah tersedia di meja.


"Awas kalau Ratu ku sakit," ucap Azril lagi.


"Mas ... apaan sih?" ujar Zeya.


"Kamu pasti ganas banget sampai Ratuku masih tetidur kecapean. Orang semua masih menikmati pesta kamu udah main gendong Ratuku. Tanpa izin lagi," omel Azril.


"Mas, ngomong apa sih? Ada Raja dan Pangeran." Zeya kembali mencubit lengan suaminya.


Raja memegang perutnya, tak bisa menahan tawa melihat wajah Akhtar yang tampak tertekan.

__ADS_1


Raja dan Pangeran berdiri diikuti kekasihnya Raja. Ia pamit akan jalan-jalan.


Setelah makan, Akhtar mengambil sepiring nasi goreng lengkap dengan ayam goreng dan udang goreng mentega kesukaan Ratu.


"Maaf Daddy, Bunda, aku mau ke kamar bawa nasi goreng buat Ratu."


Akhtar berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar yang ada di kapal pesiar itu. Ketika akan membuka pintu kamar, tangannya di tahan Azril yang ternyata mengikuti langkah Akhtar.


"Ada apa. Dad?" tanya Akhtar.


"Aku mau lihat keadaan Ratu. Dari kemarin aku belum mengecup pipinya," ucap Azril.


"Daddy mau masuk?"


"Kenapa? Ratu putriku."


Zeya yang juga mengikuti langkah Azril menarik tangan suaminya itu agar lepas dari gagang pintu.


"Kenapa, Sayang? Aku ingin melihat Ratu. Kenapa ia tidak ikut sarapan di luar?"


"Mas lupa jika Ratu saat ini telah menikah? Biar saja Akhtar yang mengurus Ratu."


"Aku takut Ratuku sakit, ini sudah jam berapa?"


"Mas ...." ucap Zeya sedikit keras.


"Iya, Sayang."


"Mas itu harus sadar, Ratu itu pengantin baru Masa mau masuk kamarnya. Apa Mas tak malu?"


"Kamu benar Sayang. Aku lupa. Sekarang Ratu bukan milik kita saja. Ia telah menjadi milik suaminya juga. Aku lupa Ratuku telah dewasa Mulai hari ini harus belajar tanpa dirinya. Kebiasaan bersamanya harus aku lupakan. Sebelum menikah, wajah pertama yang Ratu lihat aku atau kamu. Akan tetapi sekarang wajah suaminya."

__ADS_1


"Ratu tidak akan lupakan, Mas. Jangan sedih. Dari kemarin malam Mas nggak henti menangis. Seharusnya kita bahagia karena saat ini Ratu telah ada yang menjaganya. Jika suatu saat kita harus meninggalkan dunia, kita bisa tenang."


"Kamu benar, kita doakan saja Akhtar emang pria yang tepat buat Ratu."


Albirru, Zahra, Khaira dan Felix datang menghampiri Azril. Mereka pamit ingin jalan-jalan di kota Bali.


Zeya merayu Azril, agar suaminya juga mau jalan-jalan ke kota. Jika masih di dalam kapal Zeya takut Azril kembali berdebat dengan menantunya Akhtar.


Selama ini, setiap pagi Azril yang selalu membangunkan Ratu. Wajah pertama yang putrinya lihat adalah wajahnya. Azril akan selalu menyempatkan waktunya buat mengantar Ratu ke sekolah sesibuk apapun pekerjaannya.


Mulai pagi ini Zeya harus mengingatkan Azril jika kebiasaan itu tidak bisa lagi suaminya lakukan.


Setelah dibujuk akhirnya Azril mau ke daratan menuju pusat kota Bali,meninggalkan kapal pesiar itu.


Malam hari nanti kapal akan kembali berlayar menuju Jakarta.


Felix yang tampak uringan mengikuti kemana istri dan kedua mertuanya pergi.Sejak Ratu dan Azril dinyatakan sah menjadi suami istri, Felix menjadi pendiam. Di dalam kapal ia juga harus berpura-pura tidur sekamar agar keluaraga dan kerabat tidak tau jika mereka selama ini pisah ranjang.


Di salah satu kamar yang ada dalam kapal pesiar tampak Ratu yang masih bergulung dengan selimutnya.


Bersambung


Selamat siang Ratu Ketiban Duren Lovers, sepertinya Ratu kecapean banget ya? Berapa ronde sih Akhtar melakukan tadi malam? 😂😂😂😂😂. Jangan lupa nantikan terus kelanjutan novel ini.


Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.


Judul novel DENDAM karya Nazwa Talita


Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.


Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu.

__ADS_1



__ADS_2