
Akhtar duduk di sofa ruang keluarga menunggu Daddy yang berada di kamar. Tidak berapa lama Daddy keluar bersama bunda Zeya.
Daddy dan bunda duduk di sofa yang tepat berhadapan dengan Akhtar. Pria itu berdiri dan menyalami kedua orang tua Ratu.
"Ratu mengatakan kamu ingin bicara. Apa lagi yang ingin kamu katakan?" tanya Azril membuka percakapan.
"Ya, Dad. Aku datang kembali untuk meminta izin pada Daddy dan Bunda, aku mau menikahi Ratu secepatnya."
"Apa kamu sudah yakin benar untuk menikahi Ratu?"
"Aku yakin, Dad."
"Kamu tau bagaimana Ratu diperlakukan dalam keluarga ini. Jika kamu menyakitinya, kamu bukan saja menghadapi Daddy dan Bunda, tapi Raja dan Pangeran juga."
"Jangan berpikiran buruk langsung, Daddy. Saat ini aku tak bisa berjanji apa-apa, tapi semua akan aku buktikan dengan perbuatan. Akan aku jadikan ia Ratu sesungguhnya di hati ini dan juga dalam rumah tanggaku kelak."
"Jika nanti kamu menikah, apakah Ratu harus ikut denganmu?"
"Tentu saja, Dad. Aku ingin rumahku dihuni oleh Ratunya. Apakah Daddy dan Bunda keberatan?"
"Akhtar, Bunda tidak keberatan kamu membawa Ratu ke kediaman kamu karena setiap istri memang harus ikut kemana suaminya pergi."
"Tapi bunda dan Daddy tak perlu kuatir, aku akan sering ke sini. Setiap akhir pekan menginap."
"Terima kasih, Nak. Bunda senang karena kamu sangat pengertian."
"Apakah ini artinya Daddy dan Bunda merestui hubungan kami, dan mengizinkan aku menikah dengan Ratu?"
"Bunda setuju aja jika Ratu memang telah siap."
"Bagaimana dengan Daddy? Daddy mengizinkan aku menikahi Ratu'kan?"
__ADS_1
"Dengan terpaksa," lirih Azril.
"Terima kasih, Dad. Terima kasih Bunda."
Akhtar mengucapkan syukur. Tampak matanya berkaca tanda ia terharu dan bahagia. Ia tak pernah menduga jika jalannya untuk mendapatkan restu tak sesulit yang ia pikirkan.
Sejak mengenal Ratu dan jatuh cinta dengan tingkah gadis itu, Akhtar telah bertekat, apapun akan ia lakukan u tak mendapatkan restu dari kedua orang tua Ratu.
Ia juga tak pernah menyangka jika akan jatuh cinta pada gadis seperti Ratu. Sejak berpisah dari Aurell tak pernah ia berpikir akan menikah lagi. Apalagi ia melihat pergaulan wanita sekarang yang begitu bebasnya.
Akhtar takut jika ia akan tertipu untuk kedua kalinya. Menikahi wanita yang telah dibobol oleh pria lain.
Azril meminta Ratu bergabung. Tadi ia yang melarang putrinya ikut dalam pembicaraan mereka.
Ratu duduk di samping Akhtar. Ia mandangi Daddy dan bundanya bergantian.
"Kenapa Daddy memanggilku? Katanya Daddy mau ngomong sama kak Akhtar?"
"Daddy mau tanya apa?"
"Apakah kamu sudah yakin menikah dengan Akhtar?"
"Yakin, Dad."
"Kamu tau'kan jika Akhtar dikenal sebagai mantan suaminya Aurell dan telah memiliki seorang anak."
"Itu tak benar, Dad. Quin bukan anak kandung Akhtar. Tapi aku nggak keberatan kok kalau Quin memanggil papi dengan kak Akhtar."
"Jika kamu memang tak keberatan atas status Akhtar, Daddy akan lebih tenang."
"Ya,Dad.Aku tak keberatan."
__ADS_1
"Apa kamu juga telah siap jika suatu saat Aurell datang mengganggu kamu dengan alasan anaknya."
"Maaf, Dad. Aku memotong pembicaraan Daddy dan Ratu. Aku pasti akan melindungi Ratu dari gangguan Aurell. Aku juga telah mengatakan pada Aurell, jangan datang menemui aku dengan alasan Quin."
"Betul apa yang dikatakan Kak Akhtar, Dad. Aku mendengar sendiri saat Kak Akhtar mengatakan itu pada Aurell."
"Apakah kalian berdua yakin jika Aurell tidak akan datang mengganggu hanya karena ancaman yang tak seberapa itu?"
"Aku yakin, Dad," ucap Akhtar.
"Daddy akan pegang kata-katamu. Daddy tak mau mendengar mantan istrimu itu membuat masalah."
"Baik, Dad."
"Sayang ...."
"Iya, Bunda."
"Menikah itu bukan hanya tentang diizinkan kamu bisa berdua dan bebas bersama pasangan saja. Tapi akan banyak kewajiban seorang wanita pada suaminya. Apakah kamu telah siap menjalani semuanya?"
"Aku akan berusaha menjadi istri yang baik seperti Bunda."
"Baiklah, nanti akan bunda katakan apa saja kewajiban kamu sebagai istri."
"Jika kamu dan Ratu memang telah siap, kita bisa bicarakan tentang pernikahanmu besok bersama Raja," ucap Azril.
"Daddy serius? Jadi aku telah diizinkan menikahi Ratu?" ucap Akhtar dengan suara gemetar karena bahagia.
Daddy meminta Akhtar besok datang ke kantor Raja untuk merundingkan acara pernikahan antara dirinya dan Ratu.
Bersambung
__ADS_1