Ratu Ketiban Duren

Ratu Ketiban Duren
Bab 52. Malam Pertama


__ADS_3

Semua orang tertawa mendengar guyonan antara kedua pria yang kini berstatus sebagai Mertua dan Menantu itu.


Mereka berdua masih sama seperti dulu bahkan setelah status mereka berubah sekarang, kini saatnya semua orang yang ada di kapal pesiar itu menikmati makanan dan hidangan yang ada setelah ijab kabul Ratu dan Akhtar.


Disaat semua orang lengah, Akhtar sengaja berjalan ke arah Ratu dan menatapnya mesum yang bagi Ratu itu adalah tatapan Om Mesum kesekian yang pernah dia lihat.


Azril yang melihat gelagat aneh dari menantunya hanya memberi tatapan tajam yang membuat Akhtar segera berlari ke arah Ratu dan bersembunyi di belakangnya.


"Daddy," tegur Ratu pada Azril agar tidak memandang Akhtar seperti itu.


Azril menghela napas panjang dan kesal, dia mengomel dalam hatinya dan mendumel tidak karuan karena kini Ratu benar-benar sudah dewasa.


"Oke baiklah, Putriku sudah dewasa, saat dia terjatuh aku yang terluka, disaat dia terluka aku yang merasa hancur dan sekarang sudah ada pria lain yang menjaganya, kurasa Daddynya ini sudah tidak berguna," keluh Azril yang membuat Ratu menghela napas.


Ratu berjalan ke arah Azril dan menatapnya dalam sebelum menangkup wajah Daddy-nya itu.


"Apapun yang terjadi, Daddy adalah Daddy Ratu, gak bakal ada yang gantiin Daddy di hati Ratu," ujar Ratu mencium pipi Azril.


Azril tersenyum, ternyata putrinya masih perhatian padanya, dari sini kita belajar bahwa sebuah ikatan tidak perlu memiliki tittle sesama darah untuk saling menguatkan batin.


Azril sendiri seperti seorang pria yang hebat, dia menikahi Zeya yang sudah memiliki anak dan dia harus siap menganggap anak itu sebagai anaknya sendiri walaupun dia sudah memiliki anak kandung dari Zeya.


Itulah Azril, saking dia menyayangi kedua anak tirinya Raja dan Ratu terutama Ratu. Azril terkadang overthinking lebih ke posesif.

__ADS_1


Karena dia takut putrinya kenapa-napa karena segores luka saja untuk Ratu bisa membuat hati Azril hancur lebur seketika.


Ratu kemudian berjalan kembali ke Akhtar sebelum Akhtar menarik tangan nya dan berbisik sesuatu padanya


"Sayang, Jerry udah pengen," bisik Akhtar pelan.


Menangkap sinyal dari Akhtar, Ratu hanya memutar kedua bola matanya malas, ini bahkan belum selesai namun Akhtar sudah menagih malam pertama.


"Gak bisa, lagi banyak tamu," jawab Ratu mencoba memberi pengertian.


Mendengar itu Akhtar segera menarik telunjuknya dibibir Ratu dan membuat Ratu terdiam.


"Ssst! Tidak apa-apa," jawab Akhtar penuh kemenangan.


"Terserah kak Akhtar aja deh," Ratu hanya bisa melipat kedua tangannya malas.


Setelah masuk kedalam kamar Akhtar segera mencium bibir Ratu dan menidurkannya di ranjang, ia kemudian membuka jas-nya dan langsung menindih Ratu dengan pelan.


Ia tersenyum. "Aku mencintaimu." kemudian mencium pipi Ratu beberapa kali sebelum memagut mesra bibir yang tampaknya dia mulai candu pada istrinya.Ciuman pertama bagi Ratu.


Ia kemudian turun di leher Ratu dan menyentuh sisi sensitif istrinya, ia tidak peduli seberapa aneh dan ganasnya ia dimata Ratu saat ini, Atau bisa dibilang bin*l, Itu kata kasar yang tidak pantas diucapkan kepada sepasang suami istri yang sedang memadu kasih.


"Kau siap?" tanya Akhtar berbisik.

__ADS_1


Akhtar kemudian berdiri dan melepas kemeja serta celananya sehingga kini dia dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, ia langsung kembali naik ke ranjang dan membantu Ratu melepas pakaiannya sehingga kini mereka sama-sama telanjang.


Ratu menutup matanya malu, baru kali ini ia melihat tubuh pria tanpa busana dihadapannya. Setekah melakukan pemanasan dengan menyusuri seluruh bagian di tubuh Ratu, pria itu ingin memulai ke intinya.


Akhtar melebarkan kaki Ratu sebelum memasukan Jerry ke lubang milik Ratu yang menyatukan mereka berdua.


"Aku mulai, jika kamu merasakan sakit tahan sedikit. Kata orang itu hanya di awal saja."


Ratu mengangguk, sesaat setelahnya mendesah pelan karena merasakan sesuatu yang lain sedang mengganjal bagian bawahnya.


"Aku mulai dan rilexlah," Akhtar kemudian memulai pemainanya dengan baik sehingga terdapat kepuasan tersendiri disana.


Akhtar terus memaju mundur kan jerry dengan tempo pelan ke cepat membuat le*ngu*han demi l*engu*han masuk kedalam sanubari Ratu.


"Akh!"


Ratu mend*esa*h panjang saat Akhtar menyentuh titik kenikmatan miliknya yang membuat Akhtar jahil dengan menyentuh titik tersebut, darah terlihat berbecak di b*ata*nga*n Akhtar yang kini sudah merebut keperawanan Ratu.


Dan!


Akh!


Akhtar menengadah keatas seiring pelepasan puncak kenikmatan yang terjadi pada Ratu sehingga membuat lu*b*ang Ratu menjepit milik Akhtar kesat dan Akhtar ikut menumpahkan cairannya.

__ADS_1


Akhtar terjatuh lemas menimpa tubuh Ratu dan masih sempat mencium bibirnya sebelum dia berbisik. "Aku mencintaimu."


Bersambung.


__ADS_2