
Akhtar dan Ratu duduk di ruang tamu rumah Aurell. Tampak di dinding foto-foto Aurell dengan berbagai pose.
Tommy suami Aurell datang menemui mereka. Ia minta maaf karena tak bisa menemani karena akan pergi keluar kota.
Raja memang memberikan kepercayaan kembali pada Tommy setelah tiga bulan diturunkan jabatan ia masih tampak setia, tidak mencampuri urusan pribadi dan pekerjaan.
"Maaf Akhtar, Ratu, aku tak bisa menemani. Aku harus ke luar kota. Ada pekerjaan."
"Nggak apa, Kak. Kami juga cuma sebentar. Hanya mengantar Quin," ucap Ratu.
"Duduklah dulu. Aurell ada. Ia lagi nggak ada kerjaan," ujar Tommy.
Aurell memang lebih sering di rumah saat ini. Sejak berhenti dari agensi milik Raja. Di tempat lain ia harus bersaing dengan model-modell remaja.
Aurell keluar dari kamar dan mengantar Tommy hingga masuk ke mobil. Setelah itu ia kembali menemui Akhtar dan Ratu.
Akhtar dan Ratu langsung berdiri melihat kedatangan Aurell. Mereka pamit ingin pulang.
"Nggak minum dulu," tawar Aurell.
"Nggak usah. Kami cuma mengantar Quin," ucap Akhtar.
Setelah meletakkan buku-buku dan boneka yang Ratu belikan tadi, Quin berlari kembali keluar.
"Sayang, Tante pulang lagi ya," ucap Ratu sambil mengusap rambut Quin.
"Papa juga pulang. Ingat pesan papa, rajin belajar. Nanti kalau kamu juara kita akan keliling eropa setelah adik dalam perut Ante Ratu lahir."
"Oke, Pa. Janji ya," ucap Quin sambil mengulurkan jari kelingking tanda perjanjian.
__ADS_1
"Janji ...." ujar Akhtar menyambut uluran tangan Quin.
"Ratu sedang hamil?" tanya Aurell dengan nada sumbang.
"Alhamdulillah, saat ini Ratu sedang hamil. Kemungkinan kembar."
"Ma, kata Papa ia bukan ayah kandungku." Quin tiba-tiba berucap.
"Apa maksud Quin, Akhtar? Apakah Ratu memintamu mengatakan ini kerena saat ini sedang hamil anakmu? Kamu takut Akhtar lebih menyayangi Quin?"
"Aurell ... makin lama mulutmu nggak bisa dikendalikan. Siapa yang mengatakan jika itu keinginan Ratu?"
"Mungkin saja'kan? Aku juga cuma bertanya. Karena terlalu dini mengatakan semua kebenaran ini pada Quin. Ia masih kecil. Kenapa tak bisa bersabar menjelang ia sedikit besar?"
"Ini pertama dan terakhir kamu menuduh Ratu. Perlu kamu ketahui, Ratu sebenarnya menentang aku mengatakan kebenaran ini. Jadi atas dasar apa kamu menuduh Ratu?"
"Kak, udah. Nanti Quin takut," ucap Ratu.
"Sayang, Papa pamit. Papa nggak bertengkar, cuma mengingatkan Mami. Ingat perkataan Papa, kamu tetap putri Papa."
"Ya, Pa."
Akhtar menggenggam tangan Ratu membawanya pergi dari rumah Aurell. Tanpa pamit lagi ia masuk ke dalam mobil.
Setelah kepergian Akhtar dan Ratu, Aurell mengajak Quin duduk.
"Siapa yang mengatakan jika Papa Akhtar bukan papa kandungmu."
"Papa Akhtar sendiri."
__ADS_1
"Kamu menerimanya, tidak menangis."
"Menangis, tapi Papa bilang, aku tetap putrinya. Aku boleh kapan saja bertemu.Aku jadi tak sedih lagi."
"Kamu harus tetap menganggap Akhtar, papa kandung. Karena hanya dia yang pantas judi papamu. Ingat itu."
"Iya, Mi."
"Sekarang masuklah ke kamar. Jika kamu kangen ,kapan aja kamu datangi aja rumah Papa Akhtar. Kalau perlu menginap."
"Kenapa,Mi?"
"Agar Papa Akhtar tetap menyayangi kamu. Sebentar lagi Papa Akhtar akan memiliki anak dari Tante Ratu, jika kamu jarang bertemu pastilah cintanya akan berkurang."
"Baiklah,Mi."
Quin masuk ke kamar. Ia ingin bermain boneka yang tadi Ratu belikan. Sementara itu tampak Aurell yang masih kesal.
Bersambung.
Selamat sore menjelang malam. Mama bawa rekomendasi novel teman. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update.
Judul novel : HIDDEN BABY by Teh Ijo
Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya.
Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya
__ADS_1