Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 10


__ADS_3

kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


jam menunjukkan 20:15,kini via dan Rayhan sampai dirumah besarnya itu dengan kendaraan masing-masing.


"via pulang"ucap lemas via yang masih bisa dibilang berteriak


"kalian dari mana saja kok lama banget dari mall nya"tanya Ashanty


"ah mall"ucap bingung via


"eh iya ma,kami tadi udah ke mall keliling-keliling"bohong Rayhan


"trus mana bag kalian"tanya mama Ashanty bingung


"ah...eh itu kami ngk belanja ma"ucap Rayhan dengan kaki menghentakkan dilantai menandakan bahwa Rayhan lagi berbohong atau cemas


"kau berbohong kan ray"tanya Ashanty curiga.lihat lah Rayhan yang terus menghentakkan kaki dan via yang terlihat lebih pucat dan urakan itu.


"ah ngk kok ma"jawab Rayhan "eh udah mah kami bersih-bersih dulu.daa ma"ucap Rayhan dengan menarik lengan via untuk menuju keatas bersihkan diri


Ashanty yang melihat itu pun mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi,karna anak nya itu sekarang sudah besar bulan bayi imut nya lagi.mereka butuh privasi tanpa diketahui oleh mereka para orang tua.


ditempat lain dirumah yang cukup besar terdapat seorang pria tampan duduk termenung dengan memainkan gitarnya.dirinya merindukan seseorang yang sangat dia sayangi.


🎵*sangat tak bisa ku pahami dan mengerti


yang terjadi kini🎶


kau menjauh dan pergi 🎶


tinggalkan ku.....🥺


😯hadirmu akan menjadi cerita😔🥺


terindah🙂


selama hidup dan mati ku🙁😟


walaupun harus aku meninggalkan 😔🥺*


dirimu....


tapi kau masih tersimpan di hatiku.....🙁


triing...

__ADS_1


"sudah sayang,jangan diingat"ucap seseorang yang memberhentikan lagu dan gitar Alvin


"hmm...mama ngapain kesini"tanya Alvin pada mama nya


ya dia mama nya Alvin Celsi Aurel yunanda.seorang wanita paruh baya yang sangat menyayangi sang anak.


"mama ingin melihat mu nak"ucap Celsi penuh sayang.ya selama ini Alvin selalu menghindar dari mama nya karna tak mau ditanya terus oleh mama nya tentang kekasih yang menghilang itu


"boleh kah mama peluk sayang"tanya Celsi dengan mata yang berkaca-kaca.dia tau bahwa anaknya ini selalu menghindar oleh nya sejak kejadian kk nya dengan kekasih nya


"ya ma,kenapa harus minta izin"ucap Alvin dan merentangkan tangannya.dengan segera Celsi masuk dalam pelukan sang anak yang telah lama dia rindukan itu.air mata sempat terjadi disela pelukan itu tubuh yang bergetar yang ditunjukkan oleh Celsi bahwasanya dirinya lagi menahan tangis.


"mama jangan nangis ya,Alvin selalu untuk mama kok"ucap Alvin menenangkan sang mama dengan usapan lembut punggung Celsi.


"apa kah masih marah sama mama sayang"tanya Celsi sesegukan


"kapan aku marah ma"tanya Alvin yang masih mengelus punggung Celsi


"kau selalu menghindar"ucap Celsi sesegukan


"aku ngk menghindar ma,aku hanya letih saja pulang sekolah kok"ngeles Alvin


"tapi saat mama memanggil mu untuk makan kau selalu bilang udah makan disekolah"ucap Celsi mengeluarkan keluh kesah nya


"ngk kok ma,aku memang sudah makan disekolah"ucap Alvin


"maaf ma...besok kita makan kembali ya seperti dulu lagi"ucap Alvin dengan senyum yang jarang diperlihatkan itu


"apa kau mau janji"ucap Celsi dengan jari kelingking sebagai tanda untuk ditautkan


"baiklah aku berjanji ma"ucap Alvin dengan menautkan kelingking nya itu dijari mama nya.


dulu Alvin pernah menyukai seorang gadis sederhana yang seumuran dengan nya,mereka menjalin persahabatan dan selalu bersama.bahkan gadis itu sering kerumah Alvin.


sangking sering nya gadis itu kerumah Alvin membuat keluar Alvin menyukai nya dan bahkan kakak nya yang berusia lebih tua satu tau darinya.


sampai pada akhirnya gadis itu menjalin hubungan sama sang kakak dan bahkan kakaknya pun sepat mengenalinya sebagai seorang pacar pada orang tua mereka.


Alvin kecewa atas keputusan gadis sederhana itu mengapa dia tak memilih dia,pernah Alvin bertanya mengapa gadis itu tak memilih dia ucapan yang selalu diingat nya adalah


"kita sahabatan dan tak akan pernah ada rasa cinta ,mu gkin rasa yang kamu rasa itu cuman rasa bersahabat saja"


kata-kata itu terus terngiang dibenaknya sampai sekarang.


dulu bahkan pernah adu tinju sama sang kakak karna dia ketauan suka pada Bella,ya itu namanya Bella Saphira gadis sederhana ber senyum manis itu.


dan bahkan sang kakak langsung membawa sang kekasih menuju villa untuk melamarnya dan sampai terjadi kecelakaan di jalan tol dan menewaskan keduanya.

__ADS_1


mengingat itu,hati Alvin merasa bersalah seharusnya dirinya tidak menyukai sahabat nya itu dan tidak akan kehilangan keduanya.1 tahun lamanya semuanya tetap teringat dan tak pernah lupa.


keesokan paginya,pukul 06:45 belum ada pergerakan untuk bangun dikamar bercet silver itu.masih dalam selimut nya yang nyaman enggan untuk bangun.dan akhirnya....


byurr


"ah...uh... banjir-banjir"ucap via dengan segera dia bangun dari tidur dan duduk memperhatikan sekitar,ternyata disana ada sang kakak dan mama nya.


"mama ihhh....kakak juga nih ngapain pakek segala nyiram"ucap via kesal


"bangun,udh berapa ini via"kata Ashanty dengan menjewer telinga via kuat


"au....aduh...ma...ihhh iya aku bangun bentar"ucap via yang masih mengucek-ngucek mata nya dan sesekali menguap


"cepet...lihat jam udah menunjukkan 6:45 kau tak sekolah apa"ucap mama nya lagi


"mau kakak sirem lagi biar seger,dari tadi dah dibangunin ngk bangun bangun"jengkel Rayhan.


gimana ngk jengkel,lihat lah dari jam 6 pagi tadi sudah dibangunin dan kata iya aku bangun mandi dulu, ternyata apa dirinya masih tidur dengan bentuk yang seperti apa.


bahkan dengan bodohnya kami sekeluarga menunggunya tanpa rasa curiga,sungguh tak berfaedah dan selalu bikin bising dirumah.


"ah kakak nih,kakak pikir gue tanaman main siram-siram aja"sebel via dan langsung beranjak kekamar mandi.sedangkan Rayhan pamitan pada mama nya,dirinya tak mau terlambat buat hal seperti ini.


setelah kepergian Rayhan,sekitaran 10 menitan via keluar dengan rambut yang acak-acakan,sepatu yang digantung dileher tangan yang sibuk dengan kancingnya,serta dasi yang masih disaku,via kini pakai celana dia bosan atau bisa dibilang ngk minat pakai rok yang notabene nya diatas lutut.


jam istirahat pun berbunyi,kini semua murid bergegas untuk pulang.terlihat sahabat via yang menunggu didalam kelas sampai via sampai mengambil tasnya


"kalian ngk pulang"tanya via bingung kenapa sahabat nya ini tak pulang sedangkan semua temannya sudah pergi


"kami nungguin Lo via"ucap Laura


"kenapa"tanya via


"lu baik-baik aja via,ngk ada yang luka"tanya khawatir Bianca. terlihat dari wajah keduanya yang khawatir memikirkan tanpa bertanya apa yang terjadi tadi.


"gue baik dan sehat"ucap singkat via mengambil tasnya


"yakin via,lihat tu bibir Lo pucat"ucap Laura


"ngk kok yok pulang,kalian mau disini tros"ucap via yang berlenggang lebih dulu dengan melambaikan tangan diatas.


sedangkan Bianca dan Laura merasa jengkel dengan sikap via yang cuek itu,mereka paling ngk suka via yang seperti ini lebih baik via yang jail dan suka bercanda dari pada ini.


@**@@@%


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁

__ADS_1


__ADS_2