Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 77


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


"lakukanlah sesuai kemauan ku"ucap via dengan tegas.mata tajamnya mampu membuat tubuh tuan willy bergetar dibuatnya.


"heh....temui dulu saya pada klien anda"ucapnya menyeringai.


"baiklah,tapi dengan satu syarat anda tanda tangani ini"ucap via menyodorkan sebuah berkas perjanjian perubahan hak atas nama sebuah pertambangan berlian.


"hhhhh.....anda seharusnya menuruti keinginan ku dulu nona baru saya menandatangani kontrak ini"ujar nya dengan masih mempertahankan wajah songong nya itu.


"baiklah"ujar via sambil melambaikan tangan agar jelita memanggil orang yang diinginkan oleh tuan willy.


jelita pun segera pergi menuju ruang tempat kliennya itu disembunyikan.beberapa menit kemudian jelita keluar dengan seorang pria paruh baya yang jelas ia adalah orang yang dicari tuan willy.


"heh....hebat kau Koliq,kau mendatangkan seorang mafia yang sangat kejam untuk ku"ucap Willy dengan menepuk tangannya sambil tersenyum remeh.


"kau seharusnya tau bahwa kau telah mengambil harta ku"ujar Koliq


"harta!!!!hhhhh.....harta kau bilang,bodoh"tutur Willy dengan meremehkan koliq"kau tau,berapa banyak ayah mu membuat ibuku menderita,kau bahkan tak tau karna kau masih kecil"ujar Willy lagi dengan sedikit nada bentak.


"heh....aku sudah 44 tahun dan aku tau semua bahwa mama mu membawa pria lain kerumah"ujar Koliq dengan senyum songong nya.


"hmm....kau tak tau apa-apa adik kecil ku,bahkan saat ini kau tak tau bahwa kau hanya anak pungut"ujarnya dengan lantang.


duarr...


bagai disambar petir,hati yang dari tadi panas menjadi panas mendengar bahwa dia anak pungut.bahkan ayahnya saja tak mengatakan apa-apa saat ia masih hidup.


"bagaimana tuan Koliq exzienka"ujarnya dan lalu mendekat kan diri pada Koliq lalu berbisik"kau tau ayah yang kau sayang itu aku yang membunuhnya"

__ADS_1


Koliq pun semakin geram dengan Willy lalu ia pun langsung melayangkan satu tinju pada Willy dan membuat Willy terhuyung kebelakang.


"kurang ajar"ujar Willy sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Willy pun mulai menyerang Koliq,mereka saling beradu kekuatan bahkan meskipun Willy kalah dalam kekuatan namun soal kelicikan Willy lebih unggul dari Koliq.


via dan jelita pun berusaha untuk melerai,ia tak ingin kliennya terjadi apa-apa,apalagi saat mereka dalam satu ruangan yang sama.dan keadaan keduanya yang sudah merasakan sakit pinggang membuat mereka was-was agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.


"lepaskan aku"ujar Koliq yang berusaha menggapai Willy yang masih tersenyum sombong didepannya.


tak mampu melawan kekuatan dari para misofo via, akhirnya ia pun pasrah lalu berdiri tegak.


"heh... bagaimana tuan willy,anda bukannya sudah bertemu dengan klien saya tapi apa yang kau lakukan,kau memancing emosinya sehingga ia menyakiti anda"ujar via dengan tegas.


"he...kau masih disini,mengapa kau mengurusi urusan ku"bentak Willy sambil masih mengusap pipi dan bahkan bibirnya yang berdarah.


"anda silakan tanda tangan tuan"ujar via mengambil surat kontrak tadi dari tangan jelita lalu menyodorkan pada Willy.


"baiklah"ujar Willy lalu ia pun menadatangani berkas itu.


sedangkan didalam ruangan,Koliq masih tetap diam dan terlihat dari wajahnya yang sangat frustasi dan bahkan menyesal.ia sebenarnya sangat menyayangi Willy namun ia tak ingin Willy terjebak dengan rasa dendam dan kekuasaan lah yang membuat ia menjadi rakus akan kekayaan.


"apakah anda menyesal tuan"ujar via.


kini mereka sudah duduk di sofa yang ada disana,Koliq yang masih diam pun lalu menatap mata via dengan nanar kesedihan.


"apa aku salah soal ini"ujar Koliq sambil mengingat rambutnya kebelakang.


"anda sudah mengambil pilihan dan pilihan anda tak salah"ujar via dan Koliq masih saja menatap dirinya.


"aku sebenarnya tak ingin mengambil ini,aku hanya ingin dia menganggap ku ada dan bisa berbuat sesuatu agar dia tak buta akan dendam"ujar Koliq lalu mengambil win yang disodorkan oleh jelita.

__ADS_1


"hmmm....tak apa,saya tau anda sangat sayang pada kakak anda dan seharusnya ini tak apa jika dilakukan"ujar via menenangkan Koliq.


"ambilah itu,aku berikan untuk mu letizi,aku sangat puas dengan sikap profesional anda"ujar Koliq menyodorkan berkas itu.


"tak perlu tuan,uang yang anda berikan sudah cukup banyak dan anda tak perlu sungkan dengan saya"ujar via menolak pemberian yang sangat besar itu.


gimana tidak pertambangan berlian mampu menghasilkan lebih dari 10 triliun per tahun dan ia tak ingin memanfaatkan hal ini untuk dirinya.


"tak apa,aku tak membutuhkan itu,kau ambillah itu dan aku akan menganggap mu menghargai ku"ujar Koliq yang masih bersikukuh dengan pertahanan nya.


"baiklah,aku akan mengambil nya bukan memiliki nya.anggap saja anda menitipkan sebuah harta pada saya"ujar via dengan tegas.


"baiklah, lakukanlah sesuka anda nona dan aku berterima kasih atas ini"ujar Koliq lalu berdiri menjulurkan tangan yang berarti ingin menjabat tangan via.


"senang berbisnis dengan an..."ucap via sambil menerima jabatan tangan Koliq namun terputus karna terjadi keributan didepan pintu ruangannya.


via pun segera memutar tubuhnya,ia pun melambaikan tangan pada jelita agar mengurus masalah didepan.


"maaf kan soal ini tuan,bisa kah anda memaafkan itu"ujar via dengan canggung.


"kau terlalu sungkan letizi,baiklah saya pergi dulu,sampai ketemu lagi"ujar Koliq lalu menuju balkon ruangan dan disana rupanya sudah menunggu dari tadi sebuah helikopter yang dimiliki oleh via untuk mengantar seorang kliennya sampai rumah dengan selamat.


itulah kelebihan jika melakukan kerja sama dengan seorang mafia red letizi Devils,karna mereka akan benar-benar bertanggung jawab akan selamatan seorang kliennya.


via pun menuju pintu yang dari tadi berisik,ia melangkah cepat menuju keributan yang dari tadi sangat mengganggu ketenangan.


"apa yang terjadi"ujar lantang via lalu perkelahian itu pun berhenti.


"maaf nona,mereka mengganggu ketenangan anda disini"ujar misofo itu sedikit menunduk.


"bunuh"ujar via lalu berjalan menjauh dan diikuti jelita,saat ia yang sudah menjauh 5 langkah dari sana terdengar suara yang sangat familiar.

__ADS_1


@**@@@%


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁


__ADS_2