Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 12


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


Sasa yang merasakan hawa yang seperti itu mundur 2 langkah dari meja via.


"kenapa"tanya Alvin pada Sasa


"hmm...itu"tunjuk Sasa pada via


"sini"kata Alvin pada via yang masih diam dengan menggenggam kuat kotak yang aneh itu


"ngk"jawab datar via


"bawa kemari,atau terpaksa gue pakai cara kasar"ucap Alvin namun tak digubris oleh via


"jangan pernah mendekat atau Lo mati"ancam via dengan mata tiba-tiba berwarna merah.membuat Alvin seketika terkeju dan bahkan satu kelas pun terkejut atas semua yang diperlihatkan oleh via.


langkah awal yang berakhir mundur kembali karna ancaman via membuat Alvin sedikit takut tapi langsung dia menetralkan raut wajahnya.


"bawa kemari kotak itu vianica putri,apa yang kau sembunyikan"ucap Alvin dingin.bahkan temannya atau sahabat nya ngeri untuk mendekat,mereka tak pernah memeriksa tas nya via karna mereka tak ingin menggangu privasi via


"heh...siapa kau"ucap sinis via


"kau harus patuh via"ucap Alvin yang ingin mengambil kotak dari tangan via tapi langsung dipelintir tangan Alvin sampai...


"aw"rintih Alvin


semua orang terkejut bahkan takut akan aura yang keluar dari tubuh via


"jangan coba-coba memaksa ku,aku bahkan tak segan-segan membunuh mu"ucap via dengan aura pembunuhan.via pun segera pergi dari kelas itu meninggal wajah bengong semua orang dan bahkan ketakutan.


"Vin kamu ngk papa"tanya Sasa yang berusaha membantu Alvin berdiri


"minggir"ucap Alvin dan langsung ditolong oleh Dimas


"baiklah, penggeledahan diberhentikan dulu ya"ucap Dimas dan langsung menolong Alvin keluar untuk sedikit diobati pergelangan tangan yang mungkin terkilir.


ditempat lain via kini berada di taman belakang dengan pohon rindang.duduk dibawah dengan santay nya melempar batu di kolam yang terlihat agak kurang tak terawat.


"sudah lama ngk keluar,pas keluar pasti soal kota ini"ucap vian


ya itu nama nya,seorang gadis kecil yang dibunuh sadis oleh seseorang pembunuh bayaran dari ibu tirinya.dibakar hidup-hidup dan meninggalkan kolak kalung yang dipegang nya sekarang,dan ditemui oleh via saat dirinya sedang berjalan di gang kosong yang ntah kenapa kotak yang berawal dari hutan pindah di gang kosong.saat via memegang nya ada kekuatan yang menyetrum tangannya.awalnya via memegang ragu-ragu karma sengatan itu merasa kepo dirinya pun memegang dan bahkan menggenggam sampai pada genggaman itu semakin kuat munculah seorang wanita dengan mata merah dan kepala penuh dengan darah serta wajah penuh dengan luka bakar.

__ADS_1


"ah!!!.....siapa kau"ucap via terkejut


"maaf jika mengagetkan mu, panggil aku Vian wanita yang dibunuh sadis"ucap wanita penuh dengan darah dan luka bakar


"kau menyeramkan"ucap ketakutan via


"jangan takut,aku tak akan menyakiti mu, terimakasih kau telah menemukan kotak ini"ucap vian dengan menunjuk kotak yang ada digenggaman via.


"sandinya bercak"sambung Vian


"buka lah,dan kau akan terikat dengan ku"ucap vian tampak dari wajah via bingung


"jangan takut aku akan selalu melindungi mu jika kau telah terikat padaku"lanjut vian.ntah kenapa ngk ada satu orang pun yang lewat di gang itu.


"baiklah"ucap singkat via.


via pun langsung membuka sandi nya yaitu bercak dan terlihat disana sebuah mutiara merah darah yang berkilau bahkan mengeluarkan cahaya yang bertambah lama menjadi sangat terang dan gelap kembali tapi via baru sadar bahwa dirinya berada di kamarnya kembali.


"apa itu mimpi"


'tak itu memang nyata,bawa lah kemana pun kau pergi maka aku akan selalu melindungi mu'


"kau yang ada di mimpi ku"


'tak itu nyata tapi kau sekarang berada dikamar mu'


"baiklah"


"heh....segar banget udaranya"ucap vian menghirup udara segar di taman itu


"bisa kah kau kembalikan tubuhku,kau sungguh bahaya jika selalu ditubuhku"ucap via


"sehari ini saja sampai pulang sekolah maka akan aku kembalikan"ucap vian


"mengapa kau bisa keluar kembali"ucap via


"karna ada seseorang yang memegang kotak ku"jawab Vian singkat"duduk lah disini via"ucap vian pada via.


ya sekarang via menjadi sebuah arwah yang baru saja keluar dari tubuh nya.tubuhnya itu bisa muat untuk dua arwah sekaligus.


"baiklah, bagaimana perasaan mu"tanya via menatap kearah danau didepannya


"aku selalu kesepian"jawab singkat Vian

__ADS_1


"aku ada disini"ucap via


"ya,kau memang sahabat ku yang baik"ucap vian


"simpan lah kotak nya disaku celana ku yang itu,ku takut kotak kecil itu hilang"ucap via khawatir melihat kotak itu selalu dimainkan oleh tangan kirinya tubuhnya dengan dilambungkan keatas


"apa kau pikir aku ceroboh"ucap vian tenang tapi menurut via dia telah menyinggung Vian


"tak,aku hanya mengingatkan saja"ucap via


"baiklah"ucap vian


"aku lemas terlalu lama tak ditubuhku itu, kembali kan lah tubuhku"ucap via yang mulai lemas


"dasar kau tak bisa melihat ku senang"ucap vian dan langaung lah dirinya menukar tubuh via dengannya.penukaran itu agak sedikit membuat tenaga berkurang.saat pertukaran itu via langsung pingsan dan tak tau apa-apa.


saat membuka mata,dirinya sudah berada di brankas dengan ruangan serba putih dan sedikit biru.dengan mengerjap-ngejapkan matanya dirinya melihat sekeliling dan berhenti pada tatapan seorang pria dingin.


dia pun memikirkan apa yang terjadi dan segera dirinya mengingat kotak kecil itu,dengan segera via langsung mencari kotak itu dan ternyata sudah berada disaku nya.


"apa yang dicari"tanya Alvin dingin


"ngk"singkat via.


Alvin merasa heran dengan perubahan sikap via yang sungguh dibilang berbeda dari dirinya yang biasa


"sudah baikkan"tanya Alvin


"gue selalu baik"jawab ketus via dan ingin beranjak pergi


"tidur lah dulu,kau pasti lemas"ucap Alvin


"aku baik-baik saja dan ingat jangan pernah mengganggu ku"ucap via penuh ancaman.sedangkan Alvin yang melihat itu terlihat menggemaskan via saat sedang seperti ini,kayak nya dirinya suka membuat via jengkel.


"kau dengar tak,senyum ngk jelas aja lu"ucap via dan berlenggang pergi


sedangkan Alvin memikirkan apakah dirinya senyum tadi,padahal dia tak merasa tersenyum apa karna melihat tingkah via


"kau harus bertanggung jawab via"ucap Alvin sedikit berteriak


"Lo udah diperingati tapi masih mendekat,jadi jangan salahin gue"ucap via dan langsung berlenggang tanpa mempedulikan ucapan dari alvin


Alvin merasa geram dengan sikap via yang seakan tak pernah salah,ini pertama kalinya dirinya kesal dengan seorang gadis padahal dia udah banyak melawan dan bahkan menangani gadis yang centil bahkan ******.kenapa pada saat dengan gadis ini dirinya tak bisa berkutik lagi dan hanya termenung.

__ADS_1


*%@@%*


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik,jangan lupa like and comen ya gaes,author sayang reader baik 🤧


__ADS_2