
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
...🍃READING BOOK🍃...
*apakah orang nya dia,orang hebat yang telah merenggut hal paling berharga dari ku,tapi mengapa apa yang ia ucapkan kemaren sebenarnya tapi aku tak mau.
tega ya takdir, membuatku berhubungan dengan orang yang tak saya inginkan.dia seorang mafia sedangkan aku seorang gadis miskin nan yatim piatu,apa tuhan tak memberikan sedikit kebebasan untukku memilih sendiri*. Batin dini terus bergerumuk mengingat takdirnya yang sangat berantakan.
dini pun pergi mencari orang yang telah membayar serta merusaknya.ia yakin bahwa pria itu pasti ada hubungan dengan bar tersebut.
sempat dini tau kemaren bahwa yang ada diruang VIP itu adalah seorang mafia yang bernama red letizi Devils. jadi ia saat pertama kali bekerja sudah melihat papan logo didepan bangunan bar itu,jadi ia yakin bahwa bar dan mafia itu memiliki hubungan.
dengan bermodalkan uang 20 rb,ia pergi dengan 2kali naik angkot dari rumah sakitnya. cukup lama dalam perjalanan sekitar 2 jam setengah dan itu sangatlah panas.
dini masuk kedalam bar yang masih sunyi dan ia tau bahwa managernya masih menjaga bar ini sampai bar ini berfungsi sampai tengah malam nanti.
"apa ada urusan nona"ucap Excel saat melihat dini berada diambang pintu setelah ia menyuruh masuk.
"hmm...iya"ucapnya singkat.
"masuklah,jika kau memiliki urusan maka cepatlah aku masih banyak pekerjaan"ucap Excel dengan tegas.
Excel akan melunak pada adeknya yaitu ketua mafia red letizi Devils. ia akan rela diperlakukan seperti apa yang penting ia tak membuat adeknya menjauh dari nya.
dini pun masuk kedalam ruangan yang serba warna merah dan hitam itu.dengan rasa gugup bercampur takut ia berjalan mendekat dengan terus menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"katakanlah"ucap Excel
"apa kau punya kartu nama tuan yang duduk bersama anda"ucap dini dengan pelan,hampir tak terdengar.
"hmm....ada,tapi untuk apa .jika kau menggunakannya untuk sesuatu yang salah maka kau akan. terkena masalah"ucap Excel dengan peringatan yang membuat dini menelan ludah nya kuat-kuat.
"ya....aku hanya perlu bicara dengannya"ucap dini dengan cukup keras dari tadi.
Excel pun mengeluarkan benda yang berbentuk persegi panjang dengan warna yang cukup gelap dan tulisan yang berwarna emas
"ambillah,ingat kembalikan lah kembali karna kartu nama itu cuman satu sama saya"ucap Excel tegas dan tangan yang mengayun untuk menyuruh dini segera keluar dari ruangannya.
dini pun segera keluar dengan kedua tangan memegang kartu hitam itu dan mata yang terus menatapnya. ada rasa bingung dihatinya saat ini,jika ia menelpon pria itu maka ia akan kembali berhubungan namun jika ia tak menghubungi pria itu maka ia akan terus dikejutkan dengan sesuatu yang nihil seperti yang dirumah sakit tiba-tiba biaya rumah sakit sudah dibayar.
ia mengambil hp nya yang sudah memiliki layar yang cukup parah.ia mengetik nomor itu satu persatu dan terhubung dengan nomor yang dituju.
suara berat itu terdengar kembali, sangatlah nyaring.dini berusaha untuk menetralkan jantungnya lalu mendekatkan hp nya.
"siapa,ada urusan apa cepat katakan"ucap Bima dengan suara tegas
"hmm....apa kah anda tuan Bimatio William"ucap dini pelan.
"kita berbicara dicafe atau direstoran saja nona,jika disini maka semuanya tak jelas"ucap Bima lalu mematikan sambungan telponnya.
dini pun melangkahkan kaki menjauh dari bar itu,lalu ia duduk di halte dengan wajah yang sangat masam.
__ADS_1
ia terus menunduk sampai air hujan pun mengenai dirinya,tanpa peduli ia membiarkan air hujan itu membasahi baju nya.
seperti suatu kebetulan ,hujan turun disaat dirinya ingin menangis meraung-raung namun apalah daya halte penuh dengan orang yang berteduh.
hujan seakan mengatakan ia tau perasaan dihatinya saat ini,dengan petir dan hujan yang lebat membuat hati dini semakin tak menentu.
ia menatap butiran bening yang jatuh itu,apa semuanya diatur oleh takdir, batinnya terus bergemuruh mengingat semuanya.
nasi sudah menjadi bubur dan ia tak mampu mengembalikan itu lagi.
dini terus menunduk sampai satu sepatu coklat Beta tepat di depan nya dan air hujan pun tak ia rasakan lagi.
dini mendongak,ia melihat pria itu lagi dengan wajah datar nya.ia pun mundur dua langkah dari sana.
"cepatlah masuk,aku tak memiliki banyak waktu"ucap Bima dengan tegas.
semua orang yang ada disana pun mundur saat melihat wajah Bima yang cukup seram,begitu pula dini yang mundur sang ingin melakukan aba-aba lari namun sayang tubuhnya sudah melayang di udara dan saat ini ia sudah berada didalam gendongan karung seorang Bima.
"lepasin,ngapain sih pakek segala digendong gue risih"ucap dini yang terus meronta-ronta.
namun Bima tak peduli,ia langsung memasukkan dini kedalam mobil dengan mengikat tangannya menggunakan salt Beth.
Dimas pun langsung memutari mobilnya dan langsung masuk kedalam bangku pengendara,ia membawa mobil dengan kecepatan diatas rata-rata yang membuat dini sedikit oleng dan susah untuk duduk.
@**@@@%
__ADS_1
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁