Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 97


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


disebuah butik ternama,via datang bersama dengan Ashanty masuk kedalam butik itu.mereka disambut cukup baik oleh para karyawan.


"silakan nyonya nona, lihat-lihat lah disini kami memperkenalkan brand terbaru yang baru keluar dari butik kita"ucap ramah karyawan itu.


"ada baju pengantin yang berwarna putih"ucap Ashanty.


"ada nyonya,mah yang model seperti apa"ucap karyawan itu membawa Ashanty dan via menuju suatu ruangan.


"terdapat beberapa merek dan model,nyonya bisa memilihnya"ucap karyawan itu.


"mana yang bagus vi"tanya Ashanty.


"terserah mama aja deh"ucap via yang malas.


ceklek


pintu kembali terbuka, memperlihatkan seorang pria gagah menghampiri mereka.


"hmm....ambilkan yang saya mau kemaren"ucap alucar dengan datar.


"baik tuan"ucap karyawan itu dan langsung pergi meninggalkan ruangan.


"kau menakuti orang"ucap via.


"aku tak menakutinya"jawab santai alucar dan langsung duduk disamping via.


"kapan kamu datang nak"tanya Ashanty menghampiri mereka berdua.


"eh iya tan,barusan aja"ucap alucar dan langsung menyalami Ashanty.


"baiklah,Tante pergi kesana dulu ya lihat-lihat baju"ucap Ashanty dan alucar hanya mengangguk tersenyum tipis.


beberapa saat akhirnya pun datang karyawan yang membawa baju yang diinginkan oleh alucar.


"ini tuan"ucap karyawan itu dengan sedikit takut.


"bagaimana apa cocok"ucap alucar.


"kita cuman lamaran"ucap via.


"jawab ini bagus tidak"ucap alucar


"bagus"jawabnya.


"bungkus itu"tintah nya.


"gue ngk nikah sekarang"teriak via.


"agar kamu cantik diacara lamaran nanti malam"ucap alucar tanpa mendengarkan ocehan via




didalam perjalanan pulang,via secara langsung ditarik oleh alucar masuk dalam mobilnya tanpa seizin dia.sepertinya mamanya bekerja sama dengan alucar sehingga saat ia ditarik mamanya ngk ada reaksi apa-apa.



sungguh calon mantu yang klop.



via hanya menatap kearah jendela tanpa menghiraukan alucar yang sesekali menoleh padanya.



alucar tetap diam seakan ia diam seribu bahasa untuk membujuk atau merayu via agar tak cemberut lagi.via hanya mendengus kesal melihat sikap alucar yang bikin eh...pengen di kunyah kayak permen karet tapi apalah daya ia hanya seorang yang ditindas saat ini.



tiba-tiba mobil berhenti di sebuah salon terkenal,via tak beranjak dari duduknya bahkan ia memegang dengan erat bangkunya agar tak mudah dipaksa turun.

__ADS_1



"turun"ucap alucar.



lalu keluar untuk membuka pintu via,namun via tetap kekeh tak mau turun sedikit pun.



"kita cuman mendandani mu untuk acara nanti sayang"ucap alucar menjelaskan dengan lembut.



"gue benci sama salon, prosesnya lama"ucap via jujur.



"baik....apa aku yang menyuruh mereka untuk ke apartemen ku agar kamu didandani disana"ucap alucar.



"cuman dandan kan"tanya via seakan menyakinkan seperti anak kecil.



"ya...dan sedikit perbaiki rambut dan beberapa nya"ucap alucar.



"no...aku benci dengan proses yang lama,satu lagi aku bisa dandan sendiri kok"ucap via menolak mentah-mentah.



saat via lengah,alucar langsung menarik tubuh via dan mengangkat nya langsung menuju salon itu.ia membawa via dengan gendong karung yang bersusah payah untuk dibawa kedalam.



"rubah penampilannya"ucap alucar menurunkan via.




via langsung ingin berlari namun sayang alucar sudah lebih dulu cerdik dari nya.alucar menggunakan dasinya untuk mengunci tangannya.



"ku mohon jangan menolak,cuman sekali ini aja demi acara lamaran kita nanti"bisik alucar dan seketika itu via langsung terdiam.



via pun mengikuti tukang salon itu menuju ruangan untuk bagian kaki dan tangan.via hanya menurut saja bahkan ia langsung tertidur tanpa mempedulikan tukang salon itu berbuat apa.



cukup lama via tertidur dan akhirnya ia bangun dan sadar ia sudah berada dipencucian keramas rambut.



'*kok serasa cepet ya*' batin via saat air keramasan itu membasahi rambutnya



setelah melakukan keramas,via dioper kemeja pengering rambut Dengan wajah yang sedang dipakaikan masker.



setelah itu mereka pun beralih pada alat catokan rambut dimana rambut via dibuat ikal dan banyak lah yang dibuat oleh salon itu sampai terbentuklah sebuah gumpalan rambut yang tersusun.



mereka pun langsung beralih pada make up,sebelum itu mereka melepaskan masker wajah via dan sedikit memberikan dengan alat pembersih lalu memakaikan semua yang diperlukan dalam ber-make up.


__ADS_1


cukup lama waktu yang terbuang hanya untuk salon,sekitar 3 jam lamanya akhirnya mereka pun selesai merubah via menjadi sangat elegan dan anggun



"tuan sudah selesai apa anda menyukainya"ucap bencong itu mengantarkan via pada alucar yang duduk disofa sibuk dengan hp.



alucar langsung mendongakan wajahnya,ia menatap wajah via tak berkedip.



"cantik"gumam alucar.



"apa yang kamu ucapkan"tanya via yang memang tak mendengar.



alucar memalingkan wajahnya,saat ini wajahnya sudah bersemu merah melihat wajah via yang sangat berubah menjadi cantik 180° dari biasanya.



"kerja bagus,ini bayar semua beserta gaun yang dia gunakan"ucap alucar memberikan black car pada bencong yang mengantar via tadi.



bencong itu segera menerima kartu hitam itu,ia sedikit berlari menuju kasir lalu menggesek kartu itu menggunakan penggesek kartu.



setelah melakukan transaksi,bencong itu langsung mengembalikan kartu itu dengan sopan pada alucar.



"ini tuan,makasih telah berkunjung pada salon saya"ucap bencong itu membungkukkan badan nya.



namun alucar tak mempedulikan itu,ia langsung menarik via menuju masuk mobilnya yang sudah menunggu dari tadi.



"sudah dimobil bukan,yaudah lepas"ucap via yang sebenarnya sedikit gugup saat tangan kekar alucar menggenggam tangannya.



"tetaplah disini,jangan dipindahkan"ucap lembut alucar dan via pun pasrah membiarkan tangannya digenggam dan dimainkan oleh alucar.



mobil terus berjalan melaju melewati gedung-gedung tinggi. beberapa menit perjalanan,mobil berhenti disebuah hotel bintang lima yang sangat megah.



Al segera turun dari mobilnya dan langsung menuju pintu mobil sebelahnya dimana via berada.ia membuka pintu lalu menjulurkan tangan berharap agar via menerima juluran tangan itu



"apa kamu yakin ingin melamar ku sekarang"tanya via dengan sorot mata meminta penjelasan secara pasti.



"ya...dan aku yakin kau pilihan terakhir ku"ucap alucar dengan penuh percaya diri.



via tersenyum bahagia,ia pun turun dari mobil dan menerima juluran tangan alucar lalu bergandengan dengan anggun memasuki altar hotel.



@\*\*@@@%


__ADS_1


***Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁***


__ADS_2