
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
...🍃READING BOOK🍃...
"siapa yang menyuruh mu kesini,mana para senior mu mengapa kau yang mereka suruh"bentak Excel.
"bertenang lah mungkin dia anak baru, seharusnya kau lebih sabar excel"ucap Bima lalu menghampiri perempuan didepannya yang selalu menunduk itu.
Bima langsung merangkul lalu membawanya untuk duduk bersamanya,sedikit kaku namun ia sangat nyaman dengan perempuan didepannya.awalnya ia ngk kenal namun saat ia mengangkat wajah kecil itu ia baru tau bahwa dia adalah gadis yang telah mencuri hatinya.
"mengapa kau disini gadis nakal"bisik Bima dan Mampun membuat gadis itu mendongakan wajahnya lalu melihat siapa yang mengenalinya.
sedikit rasa terkejut karna melihat seseorang yang beberapa kali ia temui dirumah sakit dan taman kanak-kanak namun ia tak mengenal namanya.
"lepaskan aku,aku hanya membawa wine saja"ucapnya pelan namun didengar oleh Bima.
Bima sedikit tersenyum miring,merasa senang karna ia mendapatkan mainan yang sangat ia sukai.
"seharusnya kau tau jika sudah masuk kedalam ruang VIP seorang mafia maka kau akan habis"ucap Bima ditelinga gadis itu.
"maaf kan aku tuan,mohon lepaskan aku"ucap nya dengan gugup.
"baiklah,dengan satu syarat menikahlah dengan ku maka kau akan bebas dan aku mendengar bahwa kakek mu sedang dirawat bukan"ucap Bima penuh ancaman.
namanya Dita Maharani,seorang gadis yang baru berusia 21 tahun karna berat beban yang dipikulnya membuatnya seperti seorang gadis berusia 15 tahun.
__ADS_1
segeralah dia memohon dengan berjongkok didepan Bima agar tak menyakiti kakek yang ia sayangi,ia tak ingin keluarga satu-satunya hilang karna dirinya.
"apa yang kau lakukan dengan gadis itu Bima,sehingga dia ketakutan"ucap via.
Dita melihat kearah via yang menurutnya dia adalah seorang gadis yang bertopeng namun cukup berbahaya.tapi ia lihat dari cara bicaranya gadis itu masih lebih muda darinya namun memiliki kasihan tinggi.
"aku hanya berbicara negosiasi padanya tapi mengapa dia seperti ini"ucap Bima sambil menyeruput bir digelas kecilnya itu.
"kau tau harus melakukan apa sekarang Bima, pergilah dan ingat jangan menyakiti gadis itu"ucap via datar dan acuh.
Bima pun tersenyum karna pembelaan letizinya itu,pasti mata tajam letizinya mengetahui bahwa gadis yang ia ganggu adalah gadis yang telah mencuri hatinya.
Bima langsung membawa gadis itu kedalam salah satu kamar bar,dimana ia bisa melakukan negosiasi dengan gadis kecil itu.
sedikit meronta-ronta namun menurut Bima pukulan gadis itu hanya gigitan semut dan sangat membosankan.sedangkan Dita yang sekuat tenaga memukul tubuh pria yang menggendong nya sembarangan namun tak kunjung mendapatkan respon padahal tangannya sudah sakit karna tubuh pria yang menggendong nya ini sangat keras bagaikan batu.
"bagaimana gadis,apa kau sudah berpikir semuanya"ucap Bima dengan senyum smriknya.
"anu...tuan...bisakah anda melepaskan saya,sa-saya tak ada mengganggu anda"ucap gugup Dita sambil menyilang tangannya didada.
bima merasa gemas dengan tingkah Dita yang menurutnya seperti kucing kecil,yang membuatnya tambah suka karena saat ini Dita tak memakai kacamata bulatnya dan baju tertutupnya.
Bima langsung memegang b**** merah gadis itu,warna merah ceri sepertinya gadis itu hanya memakai liptint bukan lipstik yang biasa dipakai oleh para wanita penggoda.
"ma-mau ngapain anda tuan"
__ADS_1
"kau seharusnya tau nona,kita sekarang berada dikamar bagaimana kalo kita...."ucap Bima mendekat kan tubuhnya pada Dita begitu pula Dita yang semakin memundurkan tubuhnya agar tak dekat dengan wajah tampan itu.
menurutnya Bima sekarang seperti binatang buas berbeda saat ia yang beberapa kali bertemu namun senyum manis pria itu dapat ia lihat namun saat ini senyum pria didepannya ini seperti ingin memakannya.
Dita terus mundur sampai tubuhnya agak oleng karna batas kasur sudah hampir ia lewati namun dengan sigap Bima langsung menangkapnya.
"hhhhh....aku hanya bercanda,cepatlah duduk dengan baik aku disini hanya bernegosiasi dengan mu nona Dita Maharani"ucap Bima dengan gelak tawa yang sangat menggoda.
Dita sempat tertegun namun rasa takut nya juga ada,disini a pun duduk dengan baik namun tetap saja hatinya tetap merancau ingin bebas.
"aku tak mau tuan,aku masih berumur 21 tahun"ucap Dita dengan lantang.
"aku bernegosiasi dengan mu bukan gratis tapi aku juga akan membayar semua hutang dan biaya rumah sakit kakek mu"ucap Bima dan Mampu membuat Dita terdiam.
apa ia harus melakukan hal itu atau bagaimana,namun jika kesempatan ini ia biarkan maka hidupnya akan menjadi lebih buruk lagi.
"apa anda serius tuan"ucap Dita meyakinkan diri.
"ya saya serius, seharusnya kau tau yang mana muka bercanda dan serius nona"ucap Bima lalu mendekat kan diri pada Dita dan menarik dagu runcing gadis itu lalu ******* bibir yang dari tadi ia incar.
ia mencium b*b*r itu dengan sangat rakus hingga c**man itu semakin dalam membuat gadis itu sedikit m**des*h karna tangan kekar Bima masuk kedalam lem**h kehangatan gadis itu.
Dita sampai terbuai oleh permainan pria dihadapannya ini,apa ini yang dinamakan kenikmatan yang disalurkan padahal ia sangat menolak tapi mengapa tubuhnya tak mau melakukan perlawanan.
dan terjadilah hal yang tak diinginkan oleh Dita namun sangat ia nikmati disepanjang malam
__ADS_1
@**@@@%
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁