Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 72


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


"mas,itu bukannya via"ucap Ashanty pilu.


"iya sayang,mungkin dia sedang ingin berlibur keluar negri"ucap Jerikho menenangkan istrinya.


mo


saat ini ia tak pergi kekantor,ia tak mau terjadi apa-apa pada istrinya.


"tapi mas,ini dalam berita live nya mengatakan letizi mengantar pengusaha sukses di Paris"pilu Ashanty, terlihat seperti menahan tangis dengan getaran tubuh yang tidak bisa dikecohkan


"kamu tenang sayang,lihat kita sudah lihat dia baik-baik jangan terlalu sedih,kau tau mata mu itu hitam"ucap Jerikho mengelus-elus pelipik mata hitam Ashanty.


"apa via mau pergi ke Paris,Ray susulin via ngk papa pah"ucap Rayhan yang tiba-tiba datang dari arah tangga.


"ngk usah,lihat itu bahkan wartawan pun tak beradu mendekat berdesak-desakan dan hanya memoto dan berbicara sendiri"ucap Jerikho menunjuk layar tv nya.


"mereka orang lain tapi jika bersama Rayhan via tidak akan melakukan apa-apa"ucap Rayhan percaya diri.


"baiklah,tapi kamu pergilah bersama Vallen menjemput via"ucap Jerikho mengizinkan namun tidak Ashanty yang memberi kode dengan menarik lengan baju Jerikho.


"kamu tenang sayang,Rayhan hanya menjemput via"ucap Jerikho menenangkan istrinya.


"tapi apa kamu tau dimana mereka pergi,Paris itu luas sayang"ucap Ashanty.


"ya,kita akan mencari informasi kemana pergi nya"ucap Rayhan menggaruk tengkuknya.


"kau tak yakin nak,mama ngk mau kamu kenapa-napa"ucap khawatir Ashanty


"mama tenang ya,Rayhan hanya menjemput via"dengan sentum manis yang ditunjukkan nya pada sang mama


"tapi...."


"percaya lah ma,Ray akan baik-baik saja"ucap nya menenangkan Ashanty.


dan Ashanty hanya mengangguk pasrah,jika sudah seperti ini ia tak bisa melakukan apa-apa lagi.


"ya aku akan pergi"ucap Vallen yang tiba-tiba datang bersama Rosa


"aku juga akan pergi"ucap Rosa.

__ADS_1


"kami ikut"teriak Laura sambil berlari.


"ikut kemana Lo tau apa"kesal Rosa.


"emangnya kemana kak ray"tanya bodoh Laura


sedangkan Bianca tampak geram dengan kebodohan yang hakiki oleh sahabat nya ini.


"dasar goblok,pengen gue cincang Lo,sumpah udah ngk tahan lagi gue membunuh lo"geram Bianca yang berjalan maju kearah Laura.


"aaa....babang tampan tolong dedek"teriak Laura.


"eh dua bocah bisa diem kagak,ini serius"kesal Rosa.


"emangnya mau kemana bang ray"serius Bianca.


"ke Paris,bertemu via"ucap Rayhan


"apa!!!via keparis"ucap keduanya kaget.


"woy sakit kuping gue anjir"kesal Rosa.


"sorry,btw ngapain via keparis"tanya Laura yang serius


"tapi sudah tau alamat yang dituju oleh via,Paris besar dan memiliki beribu tempat"ujar Vallen.


"nah itu yang lagi gue pikirin,tidak mungkin kan kita melakukan pelacakan atau mempunyai informasi terpercaya sedangkan kita ngk tau apa-apa"ujar Rayhan.


"eh gue baru ingat ngapa ngk minta bantuan sama Ridwan,kan tu anak jago IPTEK"ucap Bianca


"oh iya gue lupa,tapi dimana nyari tu anak"ucap rayhan bingung


"ha...gue tau,gue sering liat tu anak tiga nongkrong dekat cafe rumah gue"ujar Laura mengingat waktu 3 remaja yang dikenalnya sibuk menikmati waktu santai nya.


"oke,tapi sekolah"ucap rosa.


"tenang,sekolah tu punya ayah gue,jadi kita santai aja"ucap Rayhan.


"yaelah gue tau keles,tapi kagak mungkin lah mentang-mentang tu sekolah punya ayah lu,lu sembarang Ama tu sekolah"kesal rosa.


"sudah nanti om yang akan melakukan nya,kalian sibuklah dengan melacak via"ucap Jerikho yang dari tadi diam mendengar perdebatan semua remaja yang belum sepenuhnya masuk.


saat sedang berdebat, tiba-tiba Bima datang dengan beberapa orang serem dan sangar.

__ADS_1


"permisi tuan dan nyonya"ucap Bima


"ya kenapa"ujar Jerikho yang tampak tenang,berbeda dengan Ashanty yang sepertinya cukup takut dengan wajah bengis pria itu.


dan bisa segera duduk tanpa dipersilahkan,ia melewati beberapa anak muda yang cukup ia tau itu adalah teman dari ketuanya.


"saya tau pasti anda melihat berita hari ini"ujar Bima.


"ya katakanlah"ucap Jerikho.


"saya harap keluarga ini tak melakukan apa-apa,karna saya disini ditugaskan untuk melarang keluarga letizi agar tidak menggangu beliau"ucap Bima yang sepertinya tau apa yang akan mereka lakukan.


"mengapa"ucap Jerikho yang seperti tersulut emosi.


"kau tau,saya disini dibebani berbagai tanggung jawab dari letizi,bahkan jika kalian terluka sedikit pun saya yang sebagi tangan kanannya akan dihukum oleh letizi"jelas Bima.


"ya kami akan selalu menurut asalkan kau memberi tau,tujuan letizi kalian pergi keparis"ujar Jerikho,sekarang ia ingin memancing Bima agar membocorkan informasi untuknya.


"seperti anda lihat,letizi kami sedang mengantar pengusaha sukses diparis"ucap Bima.


"ya kami tau,mengapa ia harus pergi padahal bisa dia suruh suruhannya"ujar Jerikho.


"kami tak tau,letizi ia tak bisa dibantah dan mohon anda sekeluarga mendengarkan ucapan saya karna letizi jika sudah diganggu ketenangan nya maka satu yang terjadi mati"ucap Bima.


semua orang bergidik ngeri,bahkan mereka ternyata baru tau bahwa via sangatlah kejam saat menggunakan identitas letizi.


"ingat,yang akan membunuh orang pengganggu bukanlah letizi tapi misofo penjaga disana karna bagi yang dibunuh dari tangan letizi maka ia adalah orang beruntung"ucap Bima menjelaskan,terlihat senyum menyeramkan dari wajah bengis dan sangarnya


mereka meneguk air ludah nya dengan kasar seakan susah untuk ditelan


"saya akan menambah keamanan disini,mohon kerja sama atas keluarga letizi"ucap Bima dan langsung pergi dengan bawahannya.


*****


ditempat lain, via yang sudah melakukan perjalanan yang cukup panjang ,memutuskan untuk menginap disalah satu hotel yang berada diparis,setelah mengantar kliennya ia tak ingin Pelang lebih awal dan memutuskan untuk berlibur disini.


"letizi,hotel nomor 87 VVIP siap,silakan akan saya antar"ucap jelita dan via hanya ikut pergi dengan wajah datarnya.


untuk saat ini ia tau harus berbuat apa yaitu istirahat dan untuk besok lain kali saja untuk memikirkan nya.


didalam kamar hotel,via menghempaskan tubuhnya dikasur seakan sedang berusaha membebaskan beban dipikirannya,topeng ia buka secara paksa begitu pula dengan baju pelindung yang ia pakai dan juga sepatu,untuk jubah jubah itu sudah dilepas sebelum via pergi ke bandara.


@**@@@%

__ADS_1


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁


__ADS_2