Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 79


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


didalam ruangan khusus di hotel,mereka berkumpul sambil bercanda tawa melepas rindu yang telah lama hilang selama dua Minggu ini.


"apa kalian tak mendengarkan ucapan bima"tanya via


"kami hanya ingin menyusul Lo,apalagi sekolah masih berlanjut,kita kangen tau"jawab Laura dan dianggukki oleh Bianca.


"seharusnya kalian mengikuti ucapan bima,jika saat itu gue tak disana dan mendengar suara bang ray mungkin saat itu kalian akan terjadi sesuatu"tutur via sedikit khawatir.


"ya....ya ...ini salah kita,Lo sih pergi kagak bilang-bilang,kan kita pengen ikut"rengek Bianca.


"udah ah,besok kita pulang urusan gue dah siap"ucap santay via sambil menyeruput jus mangga nya itu.


sedangkan alucar kini ia tak berkumpul,ia lebih memilih menyendiri di balkon kamar hotelnya dari pada kembali melihat wajah via yang membuatnya sedikit sesak.


selalu saja ditolak,wajah sudah bagus,tubuh juga bukan main,gaya rambut juga cool,mapan,memiliki kekuasaan,seorang mafia tapi mengapa setiap kelebihannya itu ditolak secara mentah-mentah oleh via.


"segitu menjijikkan nya gue sampai Lo nolak gue kayak gini terus vi"ujar alucar lalu ia menatap langit-langit yang sedikit mendung itu.


tak ada satu pun yang mengerti dirinya,disini ia menemukan sebuah cinta tapi cinta itu bertepuk sebelah tangan.cinta membuat ia selalu mengingat kejadian dimana ia yang masih butuh kasih sayang harus hilang dengan cara yang sadis.


kehidupan mengajarkannya bagaimana caranya agar tak lemah,dunia keras dimana yang lemah dipijak dan yang kuat berkuasa,dimana didunia siapa cepat dia dapat.disini ia harus menjadi dewasa dengan umur yang masih kecil.


"apa kalian merindukan ku"ujar alucar yang terus meraba-raba langit mendung.


"apa kalian tau bahwa diriku sudah berubah menjadi lebih lemah sebelumnya karna sebuah cinta.apa ini yang kalian bilang,cinta mengalahkan semua pertahanan kita"gumam alucar.


"ku harap kalian bahagia"ucap alucar lalu beranjak dari balkon dan menutup pintu balkon lalu menghempaskan tubuhnya disana.saat ini ia harus mengistirahatkan tubuh dan pikirannya agar lebih baik keesokan harinya.

__ADS_1


******


"kau telah diberi kepercayaan mengapa kau lalai akan hal itu bima"lantang Vian pada Bima yang dari tadi bersujud.


via yang sudah ditugaskan oleh via agar menghukum setelah ia selesai dengan keluarganya,saat ini mereka sedang diruang bawah tanah yang sudah tersedia di mansion mewah itu.


"apa kau tau,letizi paling benci dengan orang yang mengabaikan perintah nya"tegas Vian.


vian mendekat kewajah Bima yang sudah pucat Pasih dan terus menunduk takut.


"kau pilih 3 buah hukuman disini dan ingat sekali kau mengeluarkan suara maka nyawa mu lah yang jadi taruhannya"ujar via dengan sambil terus menatap wajah Bima.


"baik Levi,saya akan memilih cambuk,dikurung selama sebulan tanpa makan dan Satu lagi ku serahkan pada letizi"jawabnya dengan tubuh bergetar.


"baik,itu keputusan mu"ucap vian lalu ia mulai mengambil cambuk yang terletak di piring perak yang cukup besar.


Vian langsung melayangkan cambuk itu beberapa kali lalu ia pun berhenti karna via sudah mengingatkan agar menghukumnya sewajarnya saja.


"baiklah,hukuman mu sudah selesai,segera bersihkan lima mu dan lakukan pengurungan selama sebulan"ucap vian lalu pergi meninggalkan Bima yang sedang terluka cukup parah.bagaimana pun seorang manusia melawan makhluk gaib maka manusia akan selalu kalah karna fisik seorang makhluk gaib lebih kuat dari organ tubuh manusia.


"berdiri lah"


"apa kamu masih sayang kakak"ucap Bima lalu memeluk tubuh mungil itu.


"ya....aku menyayangimu,ku berharap kau bertahan la"ucapnya lembut tapi tetap tegas.


"ya....ya....kakak akan berjuang untuk mu jelita"ujar Bima.


ya,yang menjulurkan sebuah tangan mungil dihadapan nya adalah jelita,seorang adek kecil yang sangat dirindukannya sebuah kemanjaan seperti dulu tapi sekarang tak ada,mafia membuat darah dalam tubuhnya semakin dingin.


mereka masuk mafia sama seperti kasusnya alucar namun ini karna orang tuanya yang pekerja serabutan tak sengaja masuk ke dalam sebuah jebakan sehingga keduanya meninggal tinggal lah tubuh yang kepala lepas dari bagiannya.

__ADS_1


"ya,sini aku obatin,kau sangatlah ceroboh kakak"ujar jelita.


"aku terlalu memikirkan mu sehingga aku tak bisa konsen dengan tugas ku"jawab Bima sambil memperhatikan wajah kurus adeknya itu.


"aku sudah besar jangan terlalu menganggap ku lemah"tutur jelita dengan dingin.


"baiklah,kasih aku pelukan maka aku akan bersemangat"ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut tubuh mungil itu.


mereka berpelukan dengan sangat hangat tanpa ia sadari bahwa seorang via menitikkan air mata melihat kehangatan yang dipancarkan oleh kedua kakak beradik yang saling menguatkan.


'apa aku salah telah mengacuhkan keluarga ku selama dua Minggu ini" batin via lalu menghapus air matanya menggunakan tangan agar tak ada yang melihatnya.


via langsung pergi beranjak dari sana,setelah berpamitan dengan para kakak-kakaknya teman-teman nya saat dihotel ia langsung kesini dan berniat berbicara dengan Bima empat mata.


namun niatnya ia urungkan karna tak ingin merusak suasana haru itu.


"mengapa kau kembali"tanya Vian yang saat ini menatapnya dengan sangat tajam.


"aku lagi capek,besok saja melakukannya"alasan via.


"aku tau ada mereka bukan"ujar Vian ,namun via tetap diam tak menjawab lalu pergi kesofa meluruskan tubuhnya yang seharian bekerja lalu menutup matanya menenangkan pikirannya.


"kapan kita kembali"tanya Vian.


"besok,aku tak ingin keluarga ku kenapa-napa"ucap dingin via namun masih menutup matanya tanpa menoleh kearah vian.


"baiklah,ku serah kan semuanya padamu,aku pergi dulu"ujar Vian lalu menghilang dari hadapan via.


via perlahan-lahan membuka matanya dan mengingat kembali ucapan alucar dan nasehat mamanya yang sangat sesak dihati.begitu sulitkah pikirannya untuk menerima sebuah cinta seorang laki-laki.


apakah ia dapat memilih,jika saat itu ia akan benar-benar mendapatkan sebuah cinta atau sebaliknya?bahkan ia berpikir pertemuan dan perkenalan mereka sangatlah cepat,apa semudah itu seorang laki-laki cinta pada seorang perempuan dan tak tau bagaimana sifat seorang wanita yang ia cintai itu.

__ADS_1


@**@@@%


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁


__ADS_2