
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
...🍃READING BOOK🍃...
"gimana,apa semua nya sudah selesai"ucap Laura pada Bianca.
via tetap diam,ia hanya terus memperhatikan hp nya tanpa mempedulikan kedua sahabatnya.
"Vi...lihat deh,ini gimana sih"ucap bingung Bianca.
"kalikan x ke y lalu tambah kan l kecil dan cari bilangan akarnya"ucap via tanpa menoleh sedikit pun.
"gimana sih,kagak ngerti gue tapi kalo soal kode-kode ngerti gue"ucap laura lalu menatap lama babang tamvan yang lewat.
"uss...cilalatan tu mata"tegur Bianca menyenggol bahu laura.
"kagak apa lah,klo soal itu ngerti gue kalo ini kayaknya zaman nenek moyang pun gue kagak ngerti"ucap Laura lalu menjauhkan buku dari hadapannya.
"cari nilai ini dengan rumus x-76+y:x.13,maka dapat hasilnya"jelas via meraih buku laura.
"udah ah,solusi nya google jadi gimana pun Lo jelasin yang namanya otak ngk nyampek kagak paham"ucap Bianca lalu menarik buku itu dan menutup nya.
kini mereka berada disalah satu cafe,dimana cafe tersebut adalah cafe via dan kedua sahabat via belum tau sedikit pun.
__ADS_1
"godain Abang itu yok"ajak laura
"kagak deh,lu aja males gue"ucap Bianca dan menyeruput es nya.
laura pun pergi menuju kursi kosong dimana abang-abang itu cuman sendirian.
"sendiri aja bang"ucap Laura langsung duduk.
"hmm"dehem nya dengan dingin.
Laura tanpa putus asa,ia pun mendekat duduk disamping pria itu.
"mau dedek temenin ngk bang"ucap Laura.
Laura yang merasa kenal dengan suara itu,ia pun memutar kepalanya dan menatap pria yang saat itu juga terkejut Laura berada disini juga.
"eh bang Vallen"ucap nyengir Laura saat menatap Vallen.
Vallen langsung menarik Laura seperti kucing,ia langsung meletakkan Laura dibelakang tubuhnya.
"ngapain disini"ucap datar Vallen.
"kagak ada"bohong laura yang menatap kearah lain.
__ADS_1
"cewek Lo bro,tadi nih bocah godain gue tu"ucap cowok itu dan benar saja Vallen menatap tajam Laura.
Laura hanya cengir kuda,disini ia merasa dipojokkan.saat ia menatap kedua temannya untuk meminta tolong keduanya malah langsung mencuekinya.
gimana nih,habis gue.batin Laura
Vallen langsung menarik Laura menuju parkiran.tubuh mungil Laura langsung sedikit berlari saat Vallen berjalan dengan langkah besar.
Vallen langsung menyandarkan Laura di mobil dengan satu tangan Vallen sebagai penghalang.
"eh bang Vallen kenapa"ucap gugup Laura dengan sedikit mendorong tubuh Al
"kenapa,bukannya mau menggoda"ucap Vallen menaik turunkan alisnya.
"eh itu... itu cuman bercanda doang kok"ucap Laura dengan jari sebagai penunjuk.
"sekarang kau milikku dan jangan mengganggu yang lain atau kita nikah"ucap Vallen dan langsung pergi meninggalkan Laura yang termenung.
Laura terdiam dengan ucapan Vallen,apa segitu bruntalnya sehingga menembak tanpa menunggu jawabannya.
Laura pun akhirnya sadar,ia pun masuk dengan muka yang syok dan canggung.
@**@@@%
__ADS_1
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁