
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
...🍃READING BOOK🍃...
terlihat,kedua sahabatnya yang bingung dengan sikap Laura yang terus termenung.mereka saling tatap-tatapan dan akhirnya Bianca memberanikan diri bertanya "lu kenapa ra"lalu meminum jusnya yang sedikit lagi.
"hmm...ngk ada,yok pulang males gue disini"ucap Laura lalu pandangan nya menatap vallen yang terus menatapnya dari kejauhan.
"aneh lu,yaudah yok"pasrah Bianca dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah masing-masing.
via terus diam, sebenarnya ia sudah tau bahwa dari tadi temannya tertekan dengan tatapan dari abangnya. Ia juga melihat tadi bahwa Laura ditarik keluar oleh abangnya Vallen saat Laura menggoda cowok yang duduk itu.
dengan sikap acuh via mengendarai mobil nya dengan santai tanpa disadari bahwa sebenarnya dari tadi ia sudah diintai sejak pertama masuk cafe.
via merasakan sesuatu yang janggal saat melihat jalanan yang terlihat sunyi tanpa satupun pengendara. Ia memberhentikan mobilnya dengan perlahan dan menatap kanan kiri namun tak ada seorang pun.
sampai satu batu menghantam atap mobilnya dan membuatnya terkejut. Ia pun langsung membuka kaca mobil dan menatap kebelakang,dan benar saja ia sudah dikepung dengan lebih 20 orang.
segeralah via menelpon jelita untuk membawa beberapa misofo untuk membantunya,baru ia keluar karna saat ia akan melaju kedepan ternyata sudah ada yang berada didepan.
pintu mobil terus digedor-gedor sampai kaca itu pecah karna hantaman kayu dari mereka.
via pun keluar dengan berpura-pura menyerah,karna tak mungkin saat ini ia melawan karna semua nya membawa pistol dan senjata lain sedangkan dirinya hanya mempunya 30 peluru dan itu pun kalo dia bisa memiliki kesempatan untuk main bersembunyi.
"Hay kau keluar"ucapnya dengan suara bariton yang berat.
via langsung keluar dan tak lupa ia memakai topeng karna ia tau bahwa yang mencegatnya adalah seorang mafia dan dengan mengangkat tangannya,ia menyembunyikan alat pelacak di bagian bajunya.
"heh...ini yang disuruh oleh tuan untuk kita culik,seorang anak kecil yang bahkan untuk ditendang pun masih ringan"ledeknya dengan senyum miring.
"hhhhh...untuk apa saya diculik mengapa tak ketua kalian saja yang langsung menjemput ku"ucapnya dengan tertawa mafia.
__ADS_1
semua sempat merinding dengan tawa via karna ia pikir seorang anak kecil akan takut jika melihat mereka.
"hey...kau menghina ketua ku,apa kau bosan hidup hah..."bentaknya dengan nada keras.
"baiklah,mafia belahan Guntur...jadi ada perlu apa kalian mencari ku"ucap santai via.
saat ini ia sedang mengambil waktu sampai suruhannya datang dan menghabisi semua yang menghalanginya.
"heh...kau tau,baiklah ikut dengan kita secara pemaksaan atau diam"ucap nya memberikan pilihan.
"baiklah"ucapnya pasrah namun sebenarnya ia sudah meletakkan alat pelacak ditubuh nya.
segera mereka membawa via menuju mobil hitam dan beberapa mobil hitam juga mengikuti mereka.
via diberi penutup mata agar ia tak tau tempat markas mereka dan dengan perjanjian untuk tidak saling menyakiti.
cukup lama via menunggu dengan mata tertutup dan akhirnya mereka sampai juga kemarkas yang cukup seram namun itu cukup menantang.
ya... begitu lah peraturan,siapa yang berkuasa ia lah yang harus dihormati.sebenarnya mereka tadi hanya ingin menguji tempramen seorang letizi dan ternyata ketua nya cukup pandai memahami situasi.
via masuk dengan santai,menurut via jika seorang mafia yang berniat mencelakai nya maka akan langsung dihabisi tanpa sisa saat dijalan itu.
namun saat ini ia cukup diterima oleh para anggota belahan Guntur.
"akhirnya anda datang letizi"ucapnya dengan bertepuk tangan.
dengan gaya angkuhnya ia memakai jubah dan duduk dikursi kebesarannya.ia menatap sinis via dari atas sampai bawah.
"to the point"ucap via yang langsung duduk di sofa tanpa persetujuan dari pria paruh baya didepannya itu.
"kau terlalu tergesa-gesa letizi,bukankah kita harus melakukan perayaan pertemuan pertama"ucapnya dengan mengangkat wine nya.
__ADS_1
"heh...kau jangan bermain-main dengan ku tuan adamson"tegas via dengan memainkan pisau lipatnya dan ntah kapan pisau itu mencap didinding dan menggores sedikit leher pria itu.
"hmm...kau cukup berbahaya,disini aku hanya ingin meminta bantuan mu saja"ucapnya lalu mengusap darah yang ada di luka gores nya itu.
"kau tau bayaran untuk ku jika secara langsung meminta ku"ucapnya
"aku tau dan aku mendengar dengan kelincahan mu letizi jadi aku meminta dirimu"ucapnya dan kembali meneguk wine terakhirnya.
"aku tak ada waktu untuk hal itu"ucap via dan langsung berdiri.
saat ia akan beranjak ternyata 5 pistol sudah mengarah padanya dengan sangat tepat.meski dengan kelincahan nya namun peluru itu lebih dulu menancap dikepalanya dari pada peluru yang ia layangkan.
"aku akan memberikan anda satu perusahan yang berada di Sumatra Utara dengan tambahan uang senilai 20 M"bagaimana tawaran ku letizi.
"baiklah,kau sungguh pandai berbisnis tapi apa yang kau suruh"ucap via kembali duduk.
"cari lah pembunuh dari semua keluarga ku dan habisi semua pembunuh itu sampai ke akarnya.
"bukankah kau seorang mafia mengapa hal mudah itu kau menyuruhku"ucap via.
"itu tak seperti yang kau bayangkan,orang yang melakukan pembunuhan pad sekeluarga ku adalah orang yang cukup berbahaya dan kemampuan mafia ku tak bisa untuk melakukan hal itu"ucapnya menjelaskan.
"baiklah,deal...ku terima dan ingat semuanya pembayaran harus segera dikirimkan seminggu lagi"ucap via dan langsung berdiri pergi dari ruangan dengan beberapa misofo belahan Guntur yang ikut menjaganya.
saat ia keluar ternyata sudah terjadi yang pertarungan, cukup banyak yang mengalami korban jiwa karna ulah anggotanya.
"hentikan dan sekarang kita kembali"ucap via dan langsung naik kedalam mobil yang dibawakan anggotanya.
jelita dan semua misofo itu langsung berlari mengikuti via dan mereka langsung pergi dari tempat itu meninggal beberapa anggota belahan Guntur yang terluka.
@**@@@%
__ADS_1
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁