Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 78


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


"ini Abang dek"teriak pria berjas itu dengan tangan yang masih ditahan oleh misofo via.


via pun berbalik lalu menatap dengan lekat bola mata yang sangat menyedihkan itu.


"siapa kau yang mengaku-ngaku sebagai keluarga ku....buka!!!"bentak via dengan lantang.


dengan sedikit rasa sakit pada pangkal tangannya,ia pun membuka topengnya dan beriringan dengan seorang gadis yang sangat via sayang.


"bagaimana bisa sampai kesini"ujar via yang masih memakai bahasa formal,dan saat ini masih dalam ruang lingkup berbahaya.


tiba-tiba datanglah segerombolan para pria berjas dengan seorang wanita seksi.


"apa mereka juga"tunjuk via pada mereka yang berhenti saat melihat via yang sepertinya sangat tidak suka dengan keadaan seperti ini.


"ya mereka juga"jawab singkat Rayhan.


sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengar,apa mereka begitu kekeh untuk menyusul dirinya meski sudah dilarang oleh Bima.


"kalian ikut saya dan kamu urus berkas ini jelita"ujar via dengan tegas memberikan dokumen yang ia dapat dari Koliq.


dengan langkah lebar yang diikuti beberapa orang menuju ruangan yang via gunakan untuk menjalankan tugas tadi.


ia pun duduk disofa dengan terus menatap wajah yang masih bertopeng itu.


"mengapa kalian tetap kesini"ujar via yang masih terus menatap lekat "bukalah topeng itu,gue pengap lihat kalian"ujar via yang tak lagi menggunakan bahasa formal.


"huhuhu...via....kami kangen"ujar kedua gadis yang pasti itu adalah kedua sahabat via.


mereka masuk dalam pelukan via dan via dengan pasrah mendapatkan pelukan erat yang bikin dia sesek karena terlalu erat.


"hiks....hiks...Lo jahat Ama kita,masak kita kagak diajak"keluh Laura.


"lah ngapain gue ajak kalian,ntar habis yang gue kalian makan banyak"ujar via dengan sambil tertawa renyah.


alucar terus menatap via dengan lekat sampai bola mata via menatap kembali bola mata yang sangat indah itu.


"yaelah,Lo mah kagak pernah abis duitnya apalagi gue mah palingan cuman ngabisin setengah"ujar Bianca dengan terus tertawa.

__ADS_1


"bagaimana keadaan mu"ujar alucar yang mulai mendekati via.


Laura dan Bianca pun menjauh saat itu agar mereka bisa saling berkomunikasi.


"baik,Lo liat aja sendiri gue masih utuh"ujar via dengan santainya.


ctak ...


satu jentikan melayang mulus dikening via,membuah sang empuh kesakitan.


"aw....Abang!!!"adu manja via lalu berlari menuju Vallen dan Rayhan.


"dia kasar Ama via....lihat tu bang"ujar manja via.


"alucar"tutur Vallen sambil terus mengusap kening via yang sedikit merah.


"yaelah Lo Vi,tadi aja kayak singa betina eh sekarang kayak kucing"cibir Rosa


"yaelah serah gue dong,ngiri terus lo"kesal via dan bibirnya maju beberapa centi.


"Abang kangen Lo dek"ucap Rayhan sambil memeluk via.


"via kangen juga"tutur manja via sambil terus mengelus-elus kepalanya pada dada bidang Rayhan.


"iya apalagi tadi,gue denger dia bilang bunuh,mana tulang gue masih lunak lagi"ujar Bianca ngelantur.


"lunak Lo bilang,Lo nya aja masih mental kentang"sindir Rosa.


"gini-gini gue mah cantik"pd nya Bianca sambil melambaikan rambutnya kebelakang.


"serah lu dah"pasrah Rosa.


"udah ah,yok kita balik"ajak via dengan hati senang tapi belum tentu ya ia akan berbaik hati pada Bima.


habis Lo Bim,batin via sambil menyeringai.


mereka pun menuju parkiran mobil dan motor dengan para cewek yang sudah diletakkan disalah satu mobil dan sedangkan via masih ada perlu ke toilet.


"tak bisa diandalkan,bahkan menjaga keluarga ku agar tak datang ia tak bisa"gerutu via sambil terus mengetik nomor Bima.


satu panggilan pun tersambung lalu terjawab oleh Bima sekali berdering.

__ADS_1


"dimana kau"ujar via.


"saya sudah berada di depan bar letizi"ujar Bima dengan nada bergetar.


"baiklah,pergi sekarang menuju markas"ucap via lalu mematikan sambungan telepon itu.


via pun segera keluar dari toilet yang untungnya masih sepi,ia terus berjalan melenggang dengan santai dan disaat itu ia merasakan ada seseorang yang mengikuti nya.


via pun langsung berlari namun tangannya langsung ditahan lalu disudutkan pada sebuah dinding ruangan yang cukup gelap,mulutnya dibekap dengan tangan dikunci dan kaki yang di tahan oleh kedua kaki seorang pria.


ia lalu menatap wajah yang menahannya itu, sedikit rasa kesal dihatinya saat melihat siapa pria yang ada didepannya itu.


"apa kamu sehat selama disini"ujar pria itu lalu melepas tangannya dari wajah via.


"lepas,apa yang kau lakukan"bentak via.


"aku sangat rindu via"ujar nya.


"alucar sadar,Lo itu ngk ada dihati gue"bentak via pada alucar.


"plisss....kasih gue kesempatan untuk masuk dihati mu"ujar alucar memohon dan terlihat bola matanya yang berkaca-kaca seakan via adalah seseorang yang sangat ia cintai.


"mengapa,gue kagak pernah dekatin Lo dan ngk pernah suka sama Lo tapi mengapa Lo masih ingin terus berkata hal bodoh itu"ujar via dengan sedikit mendorong tubuh alucar.


"pliss,gue berharap Lo Nerima gue karna waktu gue hanya 3 Minggu lagi"ujar alucar dengan senyum mirisnya.


"aku tak ingin percaya akan hati"lantang via.


"gue sudah berjanji,jika sudah 3 bulan tak dapat hati Lo Vi,maka gue akan pergi sejauh mungkin dan tak akan pernah bertemu lagi"ujar alucar lalu pergi meninggalkan via yang masih terdiam ditempat.


'apa gue salah menolak hati nya,tapi mengapa pikiran ini mengatakan untuk tak percaya'batin via.


"hati dapat membuat mu tersesat tapi bisa membuat mu bahagia namun resiko sangat besar untuk mental mu.tapi logika,ia hanya menggunakan apa yang ia pikirkan dan ia berasal dari sifat dan karakter seseorang yang tak ingin terlalu banyak mengeluarkan tenaga akan soal percintaan,logika akan menggunakan hal yang simpel"ujar Vian yang tiba-tiba datang dan berdiri dihadapan via.


"apa gue harus percaya soal cinta"lirih via lalu memeluk vian.


"pepatah mengatakan,pakailah hati mu tapi gunakan lah logika mu"ujar Vian dengan terus mengelus rambut via.


ia sudah tak bisa berpikir jernih lagi akan hal ini,hati dan pikirannya bertolak belakang akan soal cinta dan perasaan.


"apa gue harus Nerima nya atau gimana"batin via yang masih bergemuruh

__ADS_1


@**@@@%


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁


__ADS_2