
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
🍃READING BOOK🍃
disekolah,semua murid berlari memasuki gerbang yang hampir tertutup.via yang memang mengharuskan menempuh perjalan jauh harus terlambat meskipun menggunakan kecepatan tinggi sedikit pun.
pintu yang sudah hampir sempurna tertutup harus dikagetkan oleh dobrakan motor secara bruntal.pagar yang baru beberapa bulan lalu diganti harus rusak sebelah karna ulah satu orang.
"astaghfirullah"kaget satpam itu
motor hitam dengan seseorang yang tidak diketahui wujud nya yang memakai helem pul hitam membuat seorang Alvin sedikit bingung namun dia langsung tau saat motor itu berhenti.
"ikut saya via"ucap dingin Alvin
"apaan sih loh"kesal via
"kau melanggar peraturan"ujar alvin menatap via tajam
*deg
mata ini...mata...ah ngk mungkin*
batin via saat melihat mata hitam kecoklatan Alvin
"berdiri disana"ucap Alvin menunjuk lapangan sekolah
"cuman 3 menit kau pelit juga"ucap via kesal
"satu detik pun kau tetap akan dihukum jika diriku memang bilang kau terlambat"ucap Alvin
"dasar kulkas"kesal via mengikuti Alvin menuju lapangan sekolah
saat sampai di lapangan
"ngapain sih lo,males gue diri kayak gini"ucap kesal via
sedangkan Alvin terus menatap tajam via sambil menulis setiap kelakuan via.
"kemaren kau cabut,sekarang terlambat dan merusak pagar"ucap Alvin menjelaskan setiap perbuatan via
"serah lu dah"pasrah via
"kau akan dihukum bersihin WC selama seminggu dan denda untuk pagar kau tanya pada guru"ucap Alvin yang terus mencatat.
"sudahkan,gue masuk"ucap via berlenggang pergi
"kau dihukum lari sebanyak 10x karna terlambat"ucap Alvin yang mampu membuat via berhenti
"what...Lo gila apa,ini lapangan bukan sepetak Bambang tapi lapangan bola"ucap via kesal terkejut.
meskipun dirinya mampu melakukan itu namun tetap saja itu akan menguras tenaganya dan bahkan sarapan pagi nya tadi hanya roti dan susu cepat habis jika berlari.
"cepat atau kau mau tambah"ucap Alvin datar.
"serah"kesal via langsung melempar tas nya kesembarang arah dan langsung berlari.
__ADS_1
via terus berlari saat melewati Alvin selalu menatap tajam namun tidak dengan Alvin yang takut malah dia merasa lucu melihat muka via.
sempat terukir senyum dibibir yang telah lama tak bersua.melihat wajah kesal gadis itu membuat dirinya selalu senang mengerjai dan bahkan ingin dekat tapi gengsinya yang tinggi membuat dia merasa tak pantas seorang prince ice mendekati gadis barbar.
****
"lu kemana kemaren vi"tanya Bianca
"lu kemana"tanya Laura.
via yang sedang menyuapi bakso dalam mulutnya harus berhenti mendengar setiap pertanyaan beruntun dari kedua sahabat nya itu
"gue cuman cabut aja"ucap via bohong
"terus ngapa Ampek kak Rayhan nelpon Bianca nanyain lo"tanya Laura mengitimidasinya
"hmmm....cuman khawatir"jawab santay via menyuap bakso nya
"lu pacaran Ama kak ray"ucap Bianca.
sedangkan dimeja sebelah via terdapat Alvin dkk.mereka semua mendengarkan semua pembicaraan yang mereka bahas.
uhuuk....
via batuk mendengar arah bicara temannya itu termasuk Rayhan juga batuk.
"eh kak Ray,Napa kak"ucap Laura dengan cengengesan nya
"hmmm"dehem Rayhan
"balik yok"ucap via
"baik"jawab singkat via.
mereka berdua pun pergi berdua,sedangkan Alvin dkk dan Bianca dkk yang kepo mengikuti mereka agak jauh sedikit.
saat sampai dibelakang sekolah tempat menghilangkannya via dan Rayhan mereka berhenti saat melihat via dan Rayhan pelukan.
Rayhan yang terus mengecup ujung kepala via dengan sayang membuat mereka beranggapan bahwa Rayhan dan via punya hubungan,namun berbeda dengan Rosa yang cuman hanya ngikut saja.
"putus cinta gue"ucap Dimas histeris.
"Bianca...gue pengen nangis"ucap Laura seolah-olah sedih.
"ternyata pacar rayhan"batin Alvin.
"gila Rayhan sayang bar dah Ama adek nya, seandainya bang Vallen kayak gitu dah pasti gue behh...."batin Rosa yang memang kurang kasih sayang dari Abang nya yang dingin kek kulkas itu.
ditempat via dan Rayhan,Rayhan yang masih betah untuk memeluk adek nya itu harus dilepas saat via yang mendorong dirinya.
"lu Napa sih bang,aneh bat"ucap kesal via.dirinya yang memang tak suka dipeluk terlalu lama membuat dirinya sesak.
"jawab jujur, kemaren kenapa asal pergi"ucap Rayhan mengitimidasinya
"kan dah gue bilang gue di apart"ucap via
__ADS_1
Rayhan terus menatap via dengan tajam,tangan yang berada dipundak via membuat via semakin limbung
"lu boong dek,gue tau kayak mana lu boong"ucap Rayhan
"sok tau bang,dah ah janji deh gue ngk pergi-pergi lagi"ucap via memberikan jari kelingking nya sebagai bentuk janjinya
"ngaku dulu baru janji"ucap Rayhan yang ngk mau menautkan kelingking nya pada via.
"gila via bisa semanis itu"ucap Bianca saat melihat via yang mengangkat kelingking nya.
mereka semua mengintip kedua nya dengan tembok sebagai penghalang agar tak diketahui mereka
"iya,Ama kita jail nya mintak ampun"ucap Laura menyetujui
"kalian Jan pikir aneh-aneh deh"ucap Rosa memberitahu
"lihat noh,via aja Ampek lembut dan manis kayak gitu,lu sama dong kayak kita pikirnya kak"ucap Bianca dan dianggukki oleh Laura.
Rosa pun jika seperti mereka pun juga berpikir mereka pacaran yang lagi berantem dan akhirnya berbaikan jika tak tau hubungan kandung mereka.
"eh cepat-cepat mereka mau balik"ucap Laura,
mereka pun bergegas berlari agar tak diketahui oleh via dan Rayhan sedangkan Alvin dirinya sudah dari tadi pergi dari tempat sana karna ntah mengapa hati nya serasa panas.
"eh kalian ngapain disini"intograsi via saat melihat teman-teman nya yang ingin berlari.
"hehehe...kalian pacaran kan"ucap Laura cengengesan.
"kagak lah,bego kalian dia Abang gue"ucap via kesal
"what"teriak Bianca,Laura dan Dimas
"serius adek Lo nih ray"ucap Dimas yang tak percaya
"iya,kan gue dah pernah bilang gue punya adek imut"ucap Rayhan
"kakak bilang via imut..Wek...kagak ada manis-manis nya nih bocah"ucap Bianca dengan gaya muak
"eh ngk boleh gitu,kan adek gue imut"ucap Rayhan mencubit pipi via
"iss...apaan sih bang"ucap via menepuk lengan Rayhan yang mencubit pipi nya
"nah itu...itu manis lu bilang kak,gile..."ucap Laura menggelengkan kepalanya
"eh lu jan sekate-kate gue emang manis keles"ucap via kesal
"eh memang manis sih apalagi kalo jadi pacar gue"gombal Dimas
plakk
Laura langsung menamplok Dimas yang menurut Laura Dimas itu kurang sadar alias mabok.
"aww...gile lu Ra Ama senior"ucap Dimas mengelus bekas gaplokan Laura
"biar sadar kak"cengengesan Laura
__ADS_1
@**@@@%
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁