
***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....
...🍃READING BOOK🍃...
"obat itu memang sangat sakit dipakai"ucap vian yang baru mengingat pada via,via merasa kesal dengan keterlambatan Vian dalam memberikan informasi bahwa salep obat ini tak sebaik dipikiran nya.
"ssstt ..."
"pagian punggung mu sini aku yang oleskan"ucap vian dan dianggukki oleh via
"tahan lah sebentar,maka obat ini bisa mengobati"ucap vian yang memulai mengoles salep obat itu.
dengan telaten Vian memberikan salep obat meskipun menurut via itu sangat lah menyakitkan dari pada mati
****
"sepertinya nona muda akan koma lama"ucap dokter itu memberi tahu kan,karna sudah 2 hari belum ada tanda-tanda pergerakan dari via.
"apa tak bisa dipercepat dok"ucap Ashanty
"maaf nyonya, seperti nona muda mengalami sesuatu yang membuat dia masih koma sampai sekarang"ucap dokter itu
"lakukan apa saja,akan saya bayar"ucap tegas nan datar Jerikho.
kini didalam ruangan sebelah viayang dibatasi kaca itu hanya ada Jerikho, Ashanty dan Rayhan.tadi sebenarnya ramai dengan kedatangan sahabat via dan Dimas namun mereka pulang kembali.
"baik tuan,permisi"ucap dokter itu
"gimana nih mas,apa yang terjadi...aku tak mau sampai terjadi apa-apa sama via mas"lirih Ashanty sedu
"tenang sayang,kau harus semangat demi via"ucap Jerikho menenangkan istri nya itu.
"semangat nak,mama disini"tatapan sedu menuju pada via yang berbaring lemah itu.ashanty sungguh benci dengan keadaan seperti ini lebih baik dia marah-marah dari pada melihat anaknya berbaring lemah.
"sudah lah sayang,kau dari kemaren belom makan,makanndulu gih"ajak Jerikho
"aku ngk selera mas"lirih Ashanty
"kamu harus mengisi perut,jika via sadar melihat mau seperti ini maka dia akan sedih"bujuk Jerikho
lihat lah baru dua hari via terbaring istrinya itu sudah memiliki bola mata hitam dan bahkan imun tubuhnya pun sudah menurun.kemaren saja Ashanty sudah 3 pingsan.
"mama makan dulu sana,via biar rayhan jagain"bujuk Rayhan
"tapi kan...."lirih Ashanty kembali melihat lebih dalam sosok terbaring itu
"makan lah ma,ngk mungkin kan jika via sadar mama yang masuk rumah sakit"ucap pasrah Rayhan
__ADS_1
"baik lah"ucap Ashanty dengan senyum tipis.
bersama dengan suaminya Ashanty pergi untuk kekantin rumah sakit,mengisi perut untuk kemaren dan sekarang.
setelah kepergian sang mama,Rayhan melihat adek nya itu terus ter baring.
"bangun lah dek,Abang tunggu Lo dek ini salah abang"ucap lirih Rayhan dan setitik air mata pun turun kembali.
"Lo tau,terasa kosong dek....Lo jangan hukum Abang seperti ini,meskipun Abang ngk tau apa yang terjadi di sekolah tapi Abang tetap salah"lirih Rayhan.
tak kuasa menahan air mata saat melihat adek kesayangan terbaring disana,dia tak mau adek satu-satunya pergi hanya karna kejadian tak menurut nalar.
****
Alvin sekarang sedang membereskan barang-barang nya,karna dia sudah menginap 1 setengah hari.keluarga Alvin sempat terkejut akan kejadian itu,mereka akan menuntut atas tindakan kekerasan namun Alvin melarangnya karna dirinya lah yang salah.
"nak,kita pakek jalur hukum ya sayang"bujuk Celsi
"ngk ma,lihat lah orang yang mencelakai aku saja masih dalam keadaan koma"jelas Alvin
"tapi kita harus mencari keadilan nak"ucap Celsi
"sudah lah sayang,jika kita menuntut mereka,percuma jika keluarga Bramastyo itu keluarga besar terpandang bahkan kita pun tak mampu melawan mereka"ucap ayah rahardika
"tapi lihat lah,leher Alvin masih ada jejak nya"ucap Celsi
"sudahlah ma,ini juga salah ku mengganggu dia"ucap Alvin ngasal
"ya,mengambil barang nya untuk diselidiki"ucap Alvin.
"barang...barang apa"tanya rahardika
"ngk tau, sudahlah cepat pulang"ucap Alvin memutus perbincangan.
disisi lain diruang UGD via kembali kejang-kejang dan bahkan detak jantungnya mulai melemah.
"selamatkan lah dia"ucap Jerikho pada dokter yang buru-buru masuk keruang via
"baik tuan"jawab dokter itu
"semoga via tetap bersama kita ya sayang,ini pasti karna imun tubuhnya menurun kan"ucap Ashanty berusaha berpikir positif
"tenang ya sayang,dokter pasti menangani dengan selamat"ucap Jerikho.
kini semua keluarga dari kedua belah pihak sudah berkumpul,bahkan sebagian ada dirumah sakit dan dirumah menunggu kabar.
sedangkan via yang masih menahan sakit karna olesan dari obat itu membuat dirinya harus merasakan yang namanya sayatan mengerikan itu.
__ADS_1
"tahan lah,ini tak akan berlangsung lama karna setelah satu hari ini kau akan kembali pulih"ucap vian
"akhhh....bagus lah,berarti aku hanya perlu belum sampai seminggu sudah sadar"ucap via
"ya,semoga harimu indah"ucap vian
"sakit....obat apa itu"ucap via
"hmm...obat pengembali bentuk kulit"ucap vian
"efek sakit nya sampai kapan"tanya via
"sampai kulit mu semua kembali lagi dan bahkan mulus"ucap vian
"ha....sampai kapan ini,sungguh aku lebih baik mati dari pada seperti ini"ucap via ngasal
"baiklah,kau mau mati"ucap vian dan tiba-tiba mengeluarkan pedang ntah dari mana
"ets...bercanda Lo anggap serius dah"ucap via
"mangkanya kalo ngomong itu disaring"ucap kesal Vian
"oh ya satu lagi,kau dilarang makan makanan yang berprotein tinggi serta kacang-kacangan,jika tidak kau akan merasakan sakit saat pengobatan ini"ucap vian lagi menjelaskan
"iya iya,gue lapar nih ada makan kagak"ucap via
"udah selesai tu luka"ucap vian
"udah sih,tapi ada sakit sedikit"ucap via
"yaudah ikut gue"ajak Vian
"lah kemana,lokasi serbah merah ini pun kagak ada pintu hanya polos"ucap via bingung dan bahkan jika dirinya disini sendiri maka dia akan tersesat
"kau mau makan atau ngk"jengah Vian
"iya iya,pms lo"kesal via
"gue iblis via Lo asal jeplak doang"kesal Vian
"hehehehe,yok"ucap via
mereka pun berjalan ngk tau arah menurut via sih,tapi menurut Vian jalan menuju ruang makanannya.
ruang makanannya pun pertama kali dikunjungi oleh seseorang,itu pun merupakan tuannya.meskipun serba merah seperti darah bahkan semua nya terlihat seperti lingkaran bulat tak ada ujungnya.
semua makanan tertata dengan rapi,ets.....jangan mengira ya kalian kalo Vianlah yang masak.
__ADS_1
@**@@@%
Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁