Real Journey Girl

Real Journey Girl
bab 63


__ADS_3

***kembali ke cerita ku pada anak remaja yang sering di-bully dan kini berubah,sekarang Jom....


...🍃READING BOOK🍃...


mereka berdua pun duduk disofa.masih dalam diam seribu bahasa dan akhirnya alucar memutuskan untuk memulai pembicaraan.


"darimana saja tadi malam"tanya alucar.


"bukan urusan lo"jawab ketus via.


"kau tau aku sangat khawatir"ujarnya dengan muka memelas


"trus,aku tak menyuruh mu"ujar via dengan ketus


"kenapa semalaman ngk pulang"tanya alucar lagi yang kini menggenggam tangan via.


via yang sedikit terkejut reflek melepaskan secara kasar tangan alucar.


"Lo bisa ngk jangan banyak tanya,bersiaplah nanti jam 10 kita berangkat pulang"ujar via dan langsung berdiri.


terlihat wajah masam yang perlihatkan oleh alucar,alucar sempat berpikir apa tak ada tempat dihati via dirinya ini.


"apa aku mengganggu mu"tanya alucar


"ya!! lo mengganggu dan mengusikku"ujar via tanpa melihat kearah alucar.


"apa tak ada sedikit pun nama ku dihatimu"tanya alucar dan berdiri didepan gadis itu.


dari sorot mata yang diperlihatkan,ia tampak ingin menunjukkan berapa sayang dan cinta yang ia miliki pada via,bahkan ia tak tau kapan ia merasakan perasaan seperti ini saat setelah bertemu dengan gadis ini


via tampak termenung dengan ucapan alucar,ia berpikir apakah ia terlalu benci dengan pria ini atau kah memang tak ada rasa bahkan untuk merasakan detak jantung berdebar pun ia belum ada


"pergilah,gue tak ingin berurusan dengan lo"ujar via dan berjalan menuju meja kerjanya.


via tampak fokus pada lembaran dokumen bahkan alucar yang dari tadi menatap nya dibiarkan begitu saja.dengan berat hati alucar keluar dan menutup pintu kembali serta membawa rasa kecewa yang dalam akan sikap via padanya.


"jadi ini rasanya,heh....sangat menyakitkan bahkan ia tak menoleh sedikit pun saat diriku pergi"ujar alucar dan berlalu menuju kamar yang disediakan.


kalian tau,seorang ketua mafia tidak lah semudah yang dilihatkan,banyak uang, kekuasaan dan bahkan pengikut setia tapi beban yang ia pikul sangatlah berat bahkan untuk jatuh cinta pun tak boleh.


tapi alucar yang selalu ingin tau dan ingin tau membuat ia merasakan yang namanya berdebar saat dekat dan rindu saat jauh,ia sangat tersiksa dan kini ia mau memutar kembali dimana saat ia belum mengenal yang namanya kasih sayang dan kehangatan.


dunia begitu kejam padanya,pada saat kecil pun ia harus kehilangan kasih cinta ibunya karna dibantai bahkan yang membantai itu adalah ayahnya sendiri.

__ADS_1


ia harus kuat dan merelakan itu,kini hati itu beku dan sedingin es,tak mudah diraih dan dengan mudah nya wanita bernama vianica putri Jerikho Bramastyo mengambil hatinya tanpa usaha sedikit pun,gila sungguh gila bahkan wanita yang siap menyerahkan diri ia tak ingin tapi ini ia yang siap memberikan segalanya untuk wanita itu.


****


"king,mafia lotus reload sudah diambil alih oleh mafia red letizi Devils"ujar Zacky yang baru mendapatkan informasi dari anak buahnya.


"jadi gadis itu kemaren malam melakukan itu"ujar alucar dengan sorot mata dingin.


"ya,terlihat red letizi Devils sudah memperluas kekuasaan nya"ujar Ridwan mengecek dan memperlihat tablet canggih nya itu.


"hebat,bahkan ia hanya semalam sudah membesarkan kekuasaan nya"ucap kagum alucar.


"lalu apa alasan nya ia bisa secara mendadak melakukan itu"tanya alucar bingung.


"lotus reload mengganggu ketenangan red letizi Devils bahkan mereka juga berusaha merusak tugas yang mereka lakukan"jelas Zacky.


"hebat,via jangan salahkan gue jika sudah jatuh cinta padamu,Lo bahkan selalu membuat kejutan untukku"gumam alucar.


"apa kita kembali sekarang,masih ada urusan dimarkas yang belum diselesaikan oleh mu king"ujar Zacky


"tak tunggu arahan via karna ia tak suka ada yang tidak mematuhi perkataannya"ujar alucar.


"wah king kita ternyata bisa tunduk ya sama letizi"bisik Ridwan pada Zacky.


mereka sekarang sedang berbicara bertiga dekat sudut ruangan paling pojok dan jarang ada yang melewati ruangan ini.


ditempat lain,via yang tak bisa tidur pun langsung keluar dari ruangannya menuju tempat latihan rahasianya.tempat latihannya itu seperti pintu kecil namun didalamnya sangat besar yaitu ruang tanah.


ia segera menghidupkan kedap suara,ia paling suka dengan tempat ini untuk menghilangkan stres yang terbeban dipikirannya.


"*apa tak ada sedikit pun namaku dihatimu"


"aku akan berusaha selama 3 bulan"


"ijinkan aku mendekatimu


"aku sangat khawatir padamu"


"terimakasih Tante,aku akan berusaha"


"mana yang sakit,biar aku lihat*"


berbagai ingatan tentang ucapan dan perhatian alucar padanya,via dengan kuat meninju terus secara kesal dan emosi,ia menyalurkan semua yang dirasakannya pada samsak.

__ADS_1


"aaaaakkkk.....bodoh"teriak via.


ia pun beralih pada senjata,yaitu panah.


dengan tatapan tajam kedepan dan panah yang siap meluncur kelingkaran.


shuttt


panah terlepas dan siap meluncur,tepat ditengah titik merah panah menancap.


belum saja puas dengan panah,kini ia memilih pada pistol.ia ambil pistol yang cukup berbahaya dan langsung menembak-nembak kesembarang arah.


sedikit sekilas ia melihat jam sudah menunjukkan lewat jam 9 dan segera lah ia mengambil handuk dan mengelap keringat yang bercucuran ditubuhnya.


ia segera keluar dari ruangan itu dan berniat untuk mandi.sesampainya di depan pintu,ia harus dihadapkan banyak pertanyaan dari sahabat nya itu.


"Lo dari mana sih Vi,ngilang mulu perasaan"kesal Laura


"iya,kita nyariin Lo dan nungguin didepan pintu ruangan Lo tapi kagak ada keluar"ujar Bianca.


"latihan"jawab singkat via,ia lagi malas untuk berdebat dan berbicara panjang.


"kagak ada tu lu dibelakang atau pun depan"ujar Laura.


via yang sudah gerah pun menjadi kesal pada sahabat nya itu,kini mood nya lagi kurang bagus untuk menjawab pertanyaan sahabat nya itu.


"gue gerah,gue mandi dulu sebentar lagi kita akan pulang"ujar via dengan malas.


"baiklah"pasrah mereka berdua.


segeralah via masuk dan mandi untuk menyegarkan tubuhnya,yang ia pikirkan sekarang adalah harus tenang.


beberapa menit kemudian via keluar dengan wajah segar,terlihat Laura dan Bianca yang duduk dikasur menunggu ia.


"udah siap-siap"tanya via membuyarkan lamunan keduanya


"ya,kami udah siap-siap tapi Lo beneran baik-baik saja"tanya Laura khawatir.


via hanya menatap kosong kedepan.


@**@@@%


Hay gues kembali lagi dengan bab yang menarik jangan lupa like and comen ya gaes 😎.karna author nih pencerahan dari kalian para reader ku yang baik.sampai jumpa lagi😉😁

__ADS_1


__ADS_2