Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
JIN PEMBALIK ARAH


__ADS_3

Malam itu terlihat 3 bocah berboncengan menaiki sepeda ontel, yang duduk di belakang Jaylani bocah gendut umur 10 tahun, sang joki Rahmadi lumayan tinggi umur 15 tahun, dan didepan yaitu aku Riad badan biasa aja umur 10 tahun.


"Eh..Madi stop...!" teriakku karena seperti ada sesuatu aneh yg terjadi. Madi pun mengerem sepedanya, aku turun dari sepeda sedangkan 2 temanku hanya diam dan terlihat gugup.


"Riad jangan bi..bi..lang" Jay yang berkata sambil terbata-bata. "MATA BATIN" ucapku tegas tapi pelan sambil mencabut panah gaib yang menancap di pundak Madi.


"PERISAI.."(Pembatas ruang biar makhluk luar tak bisa masuk dan yang di dalam tak bisa keluar) teriakku sambil mengangkat tangan kanan, "Madi..tahan PERISAI, Jay..Cadangan AURA bersiap" perintahku pada 2 temanku yang juga sudah dilatih di padepokan. ( AURA adalah suatu energi tenaga dalam yang punya batas apabila digunakan berlebihan).


Muncullah sosok mengerikan Jin bertaduk panjang seperti busur panah dihadapan kami. "Oh..kamu ya yang menyebabkan kami jadi berbalik arah dari tujuan rumah hah..menurut kamu ini lucu, ternyata selama ini kerjaan kamu meresahkan warga kampung sebelah sini!" dengan nada marah aku berbicara pada Jin itu.


"Sekarang kamu mau apa Jin siapa namamu ?, kamu mau menyerah baik-baik atau.." Belum selesai aku berbicara Jin itu langsung menyerang ku, kami pun beradu tenaga dalam, aku terdorong tapi masih bisa menahan tenaga nya yang begitu besar.


"Jay...!" teriak ku keras, Jay pun paham dan langsung mentransfer Auranya. "AURA PUKULAN 30.." Ucapku menyerang(Yaitu sekali pukul tapi berasa 30 kali) Jin itu pun tersungkur.


"Gimana.. masih mau lanjut?" tanyaku pada Jin yg terkulai lemah.


"Am..pun.." Jin itu pun akhirnya berbicara padaku.


"Sudah ku bilang tapi kamu malah memilih jalan pendekar, ngerasa kan sekarang, sakit kan, nama mu siapa dan apa jabatan mu di sini ?" tanyaku lagi .


"Aku Atam pemimpin Jin di wilayah ini, sekarang buka cepat.. PERISAI mu itu.." pinta nya kasar.


"Enak aja kamu mau minta bukain biar anak buah mu bisa masuk bantuin kamu, Kamu pikir aku bocah" (Padahal emang bocah).


"Bukain bocah...!"Teriak Jin marah besar.


"Tadi kamu yg bikin masalah sekarang sok marah-marah, gimana sih.." aku menggelengkan kepala ngehadapin Jin Yang sungguh keras kepala.

__ADS_1


Tiba-tiba Jin itu bangkit dan menyerang ku lagi, dengan sigap aku mengelak namun serangan itu mengenai Madi hingga terpental, PERISAI kami pun goyah. Gawat Aura ku tinggal setengah itu pun dengan tambahan Jay tadi, aku panik sedangkan Jin yg ada di luar mencoba menerobos PERISAI pelindung.


Suasana tambah kacau aku merasa bersalah karna belum mampu memasang PERISAI BERLAPIS(perisai dalam untuk pembatas antara Kapten pemburu Jin dan Asisten pemburu).


Aku marah karna dipermainkan Jin terkutuk hingga meneteskan air mata, dalam hati ku berkata maafkan aku ayah terpaksa aku membuka segel Aura dalam yang belum saat nya ku buka, belum 100% terkumpul hingga bila aku buka kantup aliran nya maka akan bocor dan tak bisa lagi aku menyimpannya.


"Buka segel.. , aktif kan AURA CEMETI AIRMATA AMARAH..!" ucap ku dengan tiupan nafas dalam.


Ditangan ku pun mengalir energi air panas namun aku tak bisa asal mencambuk nya karena keterbatasan Aura ku yang sudah menipis.


Aku mencabuk kearah Jin itu namun dia pun mengaktifkan Busur panah nya hingga kibasan energi udara kami beradu, serangan jarak jauh terjadi begitu sengit menghempas di udara menciptakan ledakan gaib.


inilah momentum yang tepat pikirku disaat sudah terdesak kibasan CEMETI AIRMATA AMARAH tertuju jelas kearah Jin namun panah nya mengenai badan ku (arah ku berbalik saat terkena panahnya).


Berulang kali hal sama terjadi entah kenapa aku jadi lemas dan tak bersemangat, genggaman ku akan CEMETI terasa mau terlepas badan ku tak bertenaga seiring AURA ku menuju batas nya.


"Cepat buka PERISAI Ini ...!, maka aku tak akan membunuh kalian.."Jin membuat penawaran.


Namun seperti yang pernah diajarkan jangan pernah membuat kesepakatan dengan Jin, karena mereka adalah makhluk yang ingkar.


"Diam kau..!" teriak ku membalas ucapan Jin dengan suara bergetar. Seakan aku melihat leluhur ku yang menyemangati dan memberi kekuatan lain.


Aku mengayun kan kembali CEMETI AIRMATA AMARAH dan Jin itu pun melepas anak panahnya aku berbalik lawan arah sebelum mengenai badan ku sehingga efek balik nya malah kearah Jin itu.


"Aaaark...Sakit...!" Teriak Jin memekik.


"Lompatan AURA SEPATU BERSAYAP.." Ucap ku mengaktifkan Aura di kaki supaya bisa mencambuk langsung mengenai fisik Jin jahat.

__ADS_1


Aku pun melesat di udara kearah Jin yg sudah terkena kibasan udara CEMETI ku dari jarak jauh tadi, dengan ayunan memutar aku menghempaskan cambukan yg sangat kuat langsung mengenai badan Jin itu pun musnah.


Akhirnya diantara keputusasaan aku bisa mengalah kan Jin Jahat. Jin yang musnah itu meninggalkan Busur Panahnya (Pusaka).


"Bangun Ramadi..gak usah akting Aku tau kamu sempat pakai AURA JIRAH MALAIKAT" tegur ku.


"He..tau aja kapten ,soal nya aku cape banget kayuh sepeda dari tadi " sahut nya santai.


"Emang dasar kelakuan mu dah lah, Jaylani kamu gak papa kan ?" Tanyaku pada si kecil bulat.


"Gak papa kapten, tapi kayak nya kita masih belum cukup kuat buat ngelawan Jin Tingkat ketua, kalau masih wakil nya aja kaya kemaren itu masih sanggup sih "ucap Jay dengan muka pucat.


Sebenar nya aku heran sama si Jay itu apakah dia tidak menyadari bahwa Jin bahkan tak menyadari keberadaan nya AURA PENGHILANG WUJUD bagus lah setidak nya aku bisa tenang dengan kemampuan teman-teman ku, Tinggal mencari kandidat anggota baru aja yang berkemampuan.


"Oke cukup istirahat nya kita lanjut pulang " seru ku pada mereka.


"Aduh.. genjot lagi dah sepeda ontel ini kenapa gak pake motor aja sih kalo harus bepergian ke desa sebelah" Keluh Madi.


"Kita masih di bawah umur Rahmadi.., sekalian buat menguatkan fisik kamu Juga" ucap ku bijak.


"Kadang aku gak yakin kamu ini bocah atau kakek-kakek sih kelakuan nya kaya bukan umur 10 tahun " Madi mengomel.


"Aku Dan Jay itu bocah berkemampuan khusus tauk ,bener gak Jay ?" jawabku sambil nanya lagi.


"Masa sih, kak Madi buruan kayuh sepeda nya aku kebelet pipis nih" jawab Jay dengan tanggung karena kebelet.


Jay udah jera pernah kencing di pohon dan penunggunya marah tapi Jin penunggu itu bingung siapa yg kencingin rumah dia.

__ADS_1


Seperti apakah Pertualangan Riad dan kawan-kawan selanjut nya nantikan ya.Terimakasih đź‘‹Sampai jumpa


__ADS_2