Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
JIN TENGKORAK CINTA YANG MALANG


__ADS_3

Sebuah rumah yang sekarang terisolasi oleh gedung bangunan baru, dulunya rumah keturunan etnis Tionghoa.


Hiduplah sebuah keluarga kecil yang bahagia terdiri dari ayah, ibu dan seorang gadis cantik bernama Meilan.



Meilan yang suka bersih-bersih rumah itu selalu menjaga kebersihan, hingga rumahnya yang sederhana itu terlihat rapi dan indah.


Datang lah rombongan yang datang ke rumahnya dengan tujuan ingin melamar Meilan.


Keluarga setuju dan lelaki itu berencana akan segera menikahi Meilan yang adalah gadis cantik dan rajin, bahkan tercipta sebuah kata. "Siapa yang malas dan suka kotor, wajah nya menjadi jelek namun apabila suka bersih-bersih maka akan secantik Meilan". Begitulah warga desa setempat berujar pada setiap anak gadis nya agar rajin dan tidak malas di rumah.


Namun insiden tragis terjadi ayah dan ibunya Meilan meninggal secara bersamaan di saat hari pernikahan diputuskan.


Hari pernikahan pun diundur, sementara suasana berkabung masih menyelimuti rumah yang bersih, rapi dan indah itu.


Datanglah kabar pembatalan pernikahan membuat Meilan yang sebatang kara itu menjadi gundah.


Padahal dia sudah pernah saling berikrar janji cinta pada laki-laki yang pernah merasakan manis kecupan bibir lembutnya ciuman pertama cinta sejati yang begitu dipercaya.


Setiap hari dia duduk di depan jendela menikmati angin menunggu apakah kekasih nya itu akan kembali padanya, menunggu dan terus menunggu hingga sesosok jin memberi harapan palsu padanya.


Meilan seperti kehilangan arah hal yang dia nantikan tak kunjung datang hingga dia meninggal dengan setengah badan mengantung keluar dari jendela.


Hingga rumah yang bersih dan indah itu berubah menjadi rumah angker yang menakutkan.


Bertahun-tahun berlalu, rumah itu sekarang jadi tempat menginap pegawai yang bekerja di gedung depan.


"Rumahnya bagus udaranya sejuk di sini walau sedikit rada dingin sih dengan jendela terbuka begitu" ucap pegawai laki-laki bernama Adit.


"Kita berdua saja di rumah ini Dit..?" tanya Miki.


"Iya Mik, hari ini kayak nya aku keluar kota kamu bagian pengiriman dalam kota kan, yuk kita ke kantor" ajak Adit.


"Ini barang-barang kita dibiarin begini aja dulu, apa gimana Dit?" Miki yang baru pindah ke rumah itu dengan Adit belum menata barang nya.


"Biarin aja dulu yang penting kasur lipat udah di kamar kan nanti kita berbenah lagi, hari ini kita langsung kerja aja dulu" Adit bersiap berangkat.

__ADS_1


Mereka berjalan menyusuri gang di mana cuma ada rumah itu saja, yang berada tepat di belakang gedung bangunan tempat mereka bekerja.


Hari sudah sore, Miki yang bekerja pengiriman dalam kota pulang cepat karena kerjaannya sudah beres.


Miki kembali menyusuri gang yang di mana cuma ada rumah tempat tinggal mereka saja di belakang gedung itu.


Sesampainya di rumah dengan gaya arsitektur kuno itu.


Miki terdiam sesaat dia melihat seorang wanita di jendela.


"Eh.. tadi kayak ada seseorang jangan-jangan maling lagi!" Miki curiga dan perlahan masuk.


Setelah Miki masuk dia tak melihat siapapun dan mencari ke setiap sudut, tanpa Miki sadari sepatu nya membuat jejak kotor di dalam rumah yang berlantai bersih itu.


"Astaga.. lantai nya kotor begini" baru Miki ingin membersihkan nya, pacar nya menelpon.


"Sayang kapan kita jalan-jalan ke mal nya aku sudah gak sabar ini..!" Suara cewek di telpon.


"Gimana kalau besok, kan weekend kita bisa jalan kamu mau.." Begitulah Miki berbicara dengan pacar nya panjang lebar sampai berjam-jam dan hari sudah menjadi gelap.


Untungnya listrik sudah terpasang di rumah itu memang sudah pernah ada orang yang tinggal sebelum mereka.


Lampu rumah itu entah kenapa begitu redup, Miki tak begitu mempermasalahkan hal itu yang terpenting ada pencahayaan.


"Ini Adit udah jam segini belum pulang juga.. sepi banget di sini sendirian, terisolasi gini gak ada tetangga gak ada suara apa-apa" Miki mulai gelisah.


Lagi-lagi Miki melihat sekelebat bayangan melintas di ruang tamu.


"Aku mulai berhalusinasi, tidur aja ah" Miki memutuskan tidur cepat di kamar.


Terdengar suara orang lagi bersih-bersih.


Miki terbangun dan melihat Adit sedang mengepel lantai bekas jejak sepatunya tadi sore yang tak sempat dia bersihkan.


"Kapan pulangnya kamu tiba-tiba nongol, besok aja ngepel nya tadi aku gak sempat udah capek banget juga, kamu udah makan belum Dit?" tanya Miki namun Adit diam saja.


"Aku ambilin air minum ya" Miki berjalan ke dapur menuangkan air putih ke gelas kemudian meminumnya dan membuatkan 1 gelas lagi buat Adit.

__ADS_1


Handphone bergetar ada tanda panggilan dari Adit.


"Halo.. Mik aku nginep di luar kota, tolong jangan kotor-kotor di rumah, Mik.. Mik.. halo..!" suara Adit di telpon membuat air dalam gelas yang dipegang tangan satunya Miki bergetar dan tumpah.


Kalau Adit masih belum pulang terus itu siapa, badan Miki lemas nafas nya tak teratur keringat dingin membasahi wajah nya.


Dengan kaki yang terasa berat dia melangkah gemetar.


Di ruang tamu itu sudah tidak ada siapa-siapa lagi, Miki menaruh gelas dengan air yang masih ada setengah karena tumpah itu di meja tengah ruangan dia berjalan menuju kamar tidur dan terdengar suara tegukan orang yang meminum air di belakangnya, Miki tak berani menoleh dan melanjutkan masuk ke kamar.


Pikiran Miki terhenti otak nya tak bisa mencerna situasi apa yang tengah terjadi.


Bahkan suaranya pun tak bisa keluar lidah terasa kelu.


Telapak tangan mengelus pundak nya dia tau itu bukan tangan manusia, terasa keras karena itu tangan tengkorak.


Pandangan Miki berkunang-kunang semua jadi samar dan buram hingga akhirnya pingsan.


Miki terbangun di rumah itu dengan suasana berbeda terasa cerah dan berwarna.


"Sayang kamu sudah bangun.. mau mandi dulu?" seorang wanita cantik menarik tangan nya dan memandikan nya dengan penuh kasih sayang.


Miki tak bisa bersuara dia hanya menuruti dan terbawa arus segala yang dilakukan wanita cantik itu kepadanya.


Hingga datang seorang berjubah putih memukul wanita yang tengah memandikannya, membuat kamar mandi itu hancur.


Mereka saling menyerang menghancurkan segala yang ada di sekitar, namun Miki seperti jadi penonton yang tak berdaya dan hanya diam saja melihat perkelahian antara si jubah putih dan wanita yang memangil nya sayang tersebut.


Wanita itu berubah jadi sosok tengkorak mengerikan dan masih bergulat saling serang dengan seseorang berjubah putih yang tak tau datang dari mana.


Hingga sekelompok jubah putih lain menarik nya, yang ternyata setengah badannya ada dalam kubangan lumpur.


"Kamu gak papa untung kami tidak terlambat.." ucap Jay.


"Bantu Riad.. serang.. AURA.." komando Khan.


"AURA..!"

__ADS_1


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋


__ADS_2