Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
BONEKA GADIS KECIL


__ADS_3

Ale terbangun di rumah nya, dia masih bingung dengan semua yang telah terjadi.


Beberapa hari Ale masih tidak bisa berpikir dia hanya diam saja, ibunya dengan sabar merawat anak kecil nya itu.


Riad berbicara dengan Ale karena pernah juga mengalami hal yang sama, hilang di alam jin dan kembali pulang dengan wujud awal anak kecil sedangkan di sana sudah pernah menjadi orang dewasa.


"Sekarang kamu sudah kembali di pelukan keluarga mu, patuhi mereka jangan pernah kamu menentang ucapan mereka mulai lagi dari awal" Riad memotivasi sembari melepaskan aura penguat jiwa.


Ale mulai menjalani hari nya seperti biasa namun kadang dia merasa pusing namun tidak terlalu parah.


Tim Angin selalu sigap menghadapi masalah jin yang mengusik kehidupan manusia.


Di sebuah sungai.


Terdapat sebuah keluarga yang menikmati perjalanan perahu, hingga perahu mereka terhenti.


"Kenapa pak kok perahunya tak bisa jalan?" tanya seorang ayah yang bersama anak perempuan, dan istrinya.


"Sepertinya baling-baling nya tersangkut sesuatu" pak kemudi itu mengambil benda yang menggangu perjalanan.


Pak kemudi mendapati sebuah boneka anak perempuan dengan rambut hitam nya yang panjang lebih panjang dari ukuran tubuh boneka itu.


"Ayah aku mau boneka itu.." rengek sang anak perempuan.


"Tapi itu kotor nak, nanti beli saja ya" bujuk sang ibu.


"Sebentar.. boneka itu persis sekali seperti manusia struktur tubuh nya detail sekali" sang ayah bingung melihat boneka dengan dada yang seperti remaja dan kelamin yang terlihat realistis.


"Ini mau dibuang takut nya nanti dikira manusia betulan, kita amankan dulu ya" pak kemudi itu menaruh boneka di perahu.


"Ibu.. kasih pakaian Ema ke boneka itu sepertinya ukuran nya sama, gak enak telanjang gitu walau boneka bentuk nya seperti orang betulan" pinta sang ayah.


Dalam pikiran sang ibu apa ini *** doll, walau bentuk nya anak kecil tapi lekuk badan nya seperti orang dewasa, wajah nya imut sekali.


"Kesinikan bu.. aku ingin menyisir rambutnya" pinta sang anak.


Seperti itulah awal pertemuan dengan boneka gadis kecil.


Hari pun berlalu Ema yang baru berusia 10 tahun sepulang sekolah selalu bermain bersama Emi, boneka itu dikasih nama yang mirip dengan namanya.


Aneh nya rambut Emi tak bisa dipotong, gunting tak sanggup memotong rambut nya, sehingga ibu Ema hanya mengepang nya agar tidak terlihat berantakan.

__ADS_1


Suatu hari Ema pulang sekolah sambil menutup wajah nya dari ibunya.


"Ema wajah kamu kenapa nak.. jidat kamu diperban gitu?" ibunya khawatir melihat wajah anak perempuan nya itu.


"Gak papa bu.. tadi aku jatuh saat pelajaran jam olahraga" jawab Ema.


"Sakit banget ya nanti ibu periksa lagi lukanya, kamu makan dulu ya, ini sudah ibu siapin di meja" ibu menghidangkan makan.


"Tunggu sebentar ya bu, aku ganti pakaian dulu sambil melihat Emi di kamar" Ema bergegas ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Ema memeluk Emi yang duduk bersandar di tempat tidur nya.


"Emi.. hari ini aku berbohong pada ibu, sebenar nya aku terluka karena di dorong Mila teman sekelas ku, kenapa dia jahat sekali terhadapku padahal aku tak pernah jahat terhadapnya.." Ema menangis.


Entah apa yang terjadi tangan Emi seperti memegang kepala Ema yang ada di pelukannya.


"Ema.. sudah ganti baju nya nak?" panggil ibu.


"Sudah bu.. sebentar lagi aku kesana" Ema meninggalkan boneka nya di kamar dan berjalan ke meja makan.


"Mila kau akan mati.." gumam Emi boneka gadis kecil.


Jendela terbuka, orang tua Ema sengaja membuat jendela yang mudah dibuka kalau saja terjadi kebakaran agar anak nya bisa kabur dengan selamat.


Di kediaman Mila.


Malam itu Mila tidur seperti anak perempuan pada umumnya.


Sampai Mila terkagetkan dengan sosok anak sebaya dengan nya memakai jas hujan plastik.


"Siapa kamu.. kenapa kamu bisa ada di kamar ku..!" Mila ketakutan.


Emi memegangi kaki Mila lalu membanting nya kelantai hingga gigi nya rontok, hidungnya berdarah jidatnya robek.


Lalu menulis dengan darah jangan nakal di lantai itu.


Esoknya sepulang sekolah Ema selalu melakukan hal yang sama.


"Emi tau gak si Mila yang jahat itu tadi pindah sekolah, aku sih senang dia tak bisa menggangu ku lagi tapi ada yang bilang wajah nya hancur membentur lantai, kok bisa ya.. aneh kan" dengan polos nya Ema bercerita ke Emi.


Beberapa hari setelah kejadian itu Ema pulang dari sekolah dengan tangan di perban, dan Ema bercerita ke Emi bahwa dia di lukai teman laki-lakinya bernama Ijul.

__ADS_1


Malam nya Emi kembali beraksi.


Malam itu hujan deras, Ijul yang memang bocah nakal belum tidur dan malah mencari koleksi film bokep di laptop kakak nya yang tertinggal di ruang tamu karena lupa membereskannya selepas mengerjakan tugas.


"Kakak memang teledor.. hihi.. mana ya file nya" Ijul mencari file yang sudah dia intip sebelumnya.


Ijul melihat pemain bokep yang mirip dengan teman nya Ema.


"Nah ini dia yang aku cari.. Ema kenapa kamu gak mau jadi pacar ku sih, kan kita masih anak-anak ciuman dikit gak papalah" otak Ijul memang sudah rusak dini.


Terdengar ketukan di pintu.


Ijul ragu-ragu apa betul ada yang mengetuk, dia pun mematikan laptop nya.


"Kata kakak tadi nginep di rumah temannya kok pulang sih, aku sih tau rumah pacar nya bukan teman nya, mungkin mereka putus kali hihi.. sebentar, kan kakak bawa kunci rumah apa ketinggalan ya" Ijul berjalan mengintip di jendela kaca sebelah pintu.


Terlihat payung menutupi badan seseorang tapi Ijul lebih fokus ke paha mulus seperti boneka.


Ijul membuka pintu dia terpesona melihat anak seumuran dengan nya namun lekuk badan nya seperti orang dewasa tercetak jelas karena basah terkena air hujan.


"Ka.. ka.. mu siapa?" Ijul gugup berhadapan dengan gadis berwajah manis itu.


"Aku kekasih mu.. kamu lupa, sini peluk aku kedinginan" goda Emi.


Ijul dengan penuh gairah memeluk Emi, Emi mencumbu Ijul sampai mereka bermain lidah,


Begitu senang nya Ijul sampai lidah nya putus digigit Emi.


Ijul menggelepar di lantai dengan ujung lidah nya yang putus.


Emi lagi-lagi menulis di lantai dengan darah jangan nakal.


Polisi menyelidiki kejadian itu insiden dengan tanda yang sama bertuliskan jangan nakal di lantai.


Polisi heran kenapa cctv tak merekam apapun seperti semua yang terjadi ulah makhluk halus.


Hanya terekam anak kecil yang membukakan pintu kemudian melakukan hal yang aneh dan tiba-tiba menggelepar di lantai lidah terputus, dan menulis sendiri jangan nakal dengan darahnya sendiri.


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2