
Jin raksasa gunung yang tak bisa kemana-mana itu mencoba menyatukan kembali kepalanya yang terputus, dengan cepat anggota Tim Bumi mengunakan aura penyegel.
"Segel.. AURA MAKAM BATU.." wakil kapten Tim Bumi dan anggota lain nya bersatu menggabungkan aura mereka untuk menyegel kepala jin raksasa itu.
Sedangkan Kapten Tim Bumi memutilasi Kaki dan tangan nya kemudian bersama-sama menyegel potongan-potongan badan jin raksasa itu membuat aura mereka terkuras mencapai batasnya.
"Sungguh melelahkan..Jin raksasa ukuran nya terlalu besar karena dia telah mengkonsumsi banyak jiwa yang telah dijadikan tumbal sehingga tak bisa di musnahkan!!" ucap Sang Kapten Tim Bumi seorang pria gagah dengan badan besar yang dipenuhi otot kekar di sekujur tubuhnya.
"Yah.. memang pantas sih tugas ini diserahkan ke kita, karena cuman Tim kita yang memiliki tenaga terbesar diantara Tim-tim lain" wakil Tim bumi seorang wanita yang juga bertubuh kekar itu berkata.
9 anggota Tim bumi yang berjuluk SUSUNAN BATU PONDASI itu memang semuanya terlihat kuat dengan bentuk fisik tubuh mereka yang berotot kekar terlihat sangat mencolok apabila berbaris di lapangan area merah saat berkumpul dengan Tim lainnya.
"Sari dan Sira kalian lepaskan gadis yang sedang terikat di tiang sana, bersihkan badan nya kasih pakaian, lalu kita interogasi!" perintah Kapten Tim Bumi pada anggota wanita yang kembar identik itu.
"Boleh aku bantu gak..?" kata salah satu pria anggota Tim Bumi.
Sari langsung membantingnya hingga kepala anggota timnya itu tertancap ketanah.
"Masih ada yang mau ikut..!?" tanya Sari ke yang lain.
Anggota Tim lain sok sibuk dan pura-pura gak melihat.
Setelah wanita kembar itu melepaskan gadis yang masih terlihat shock, mereka mencari sumber air untuk membersihkan badan gadis yang kotor oleh lumut.
"AURA PENDETEKSI BUMI.." Sira menaruh tangan kirinya ke tanah lalu merasakan getaran di sekitar.
"Bagaimana apa terasa ada getaran aliran air disekitar sini?" tanya Sari yang membawa gadis itu seperti mengangkat karung beras.
"Terasa sih.. tapi rada jauh sekitaran 1 kilometer selain jejak hewan aku juga merasa kan jejak langkah segerombolan manusia di dekat sungai " Sira curiga.
"Mungkin mereka lagi memancing ikan" sahut Sari yang kemudian melapor dengan mengirimkan pesan lewat Jam tangan digital ke Kapten Tim bahwa ada sungai di jarak 1 kilometer arah gunung.
"Sari mengirimkan pesan bahwa ada sumber mata air arah ke gunung, semuanya bergerak..!" perintah Kapten Tim Bumi.
Pasukan Tim Bumi pun berlarian dan melompat melewati segala rintangan yang menghalangi laju langkah mereka.
__ADS_1
Sira yang memandikan gadis yang masih kena mental itu iri dengan lekuk tubuhnya.
"Gadis ini badan nya bagus sekali, selayaknya bentuk wanita" keluh Sira.
"Bentukan tubuh lemah begitu apa bagusnya!" Sari membandingkan dengan badannya yang berotot.
Karena air gunung terlihat menyegarkan Sari dan Sira memutuskan untuk sekalian mandi di sungai kecil berbatu itu.
Saat Meraka lagi asik mandi sebuah peluru bius mengenai dada besar Sari.
"Bangsat.. ini!!" Sari mencabut peluru bius yang menancap di dadanya lalu bersembunyi dibalik batu.
Sedangkan Sira sudah terlambat 7 peluru bius membuatnya hilang kesadaran.
"Sira...!! pergerakan mereka capat sekali seperti sudah terorganisir dengan baik" Sari pun bergegas menghubungi Kapten Tim namun terlambat 10 peluru bius mendarat di punggungnya, membuatnya hilang kesadaran.
"Mereka kuat sekali perlu lebih dari 5 peluru bius untuk melumpuhkan mereka" ucap salah satu dari orang yang mengepung aliran sungai itu.
Sekumpulan orang bertopeng setan tersenyum itu segera membawa Sari dan Sira menjauh dari lokasi penyergapan dengan menaiki Mobil Off-road yang bisa menerjang segala medan.
Yang ada cuma satu jam tangan digital tertinggal di atas batu.
"Ini jam tangan Sari.. ikuti jejak Jam tangan Sira...!" teriak Kapten Tim Bumi yang terlihat begitu marah.
Mereka bergegas mengikuti gps titik lokasi Sira berada, hingga mereka tertahan di tepian jurang.
"Bangsat...!, kita terkecoh kejar kearah sebaliknya..!!" wajah Kapten Tim Bumi memerah begitu marah nya dia dengan ke adaan yang tak pernah sedikitpun dia duga terjadi.
Kru bucin yang sudah turun gunung memasuki area lembah dalam.
"Semua nya berhati-hati kita memasuki area berbahaya yang di huni Predator Biawak, penguasa tempat ini harap apa pun yang terjadi jangan panik" Riad mengarahkan.
"Itu bangkai Kerbau tinggal tulang nya saja" si loli memberitahukan pada yang lain.
"Monster...!!" teriak wanita rambut pirang.
__ADS_1
"Jangan panik tetap di tengah barisan jangan melakukan gerakan tiba-tiba" Riad menenangkan kru nya.
"Sayang aku takut.." Ryuna berlindung di punggung Riad.
Bodoh nya salah satu kru ada yang mempoto Biawak tanpa mematikan pencahayaan kamera hingga binatang yang besarnya sama seperti manusia itu terganggu dan menyerang.
Untung nya jalur yang mereka lewati ada pagar pembatas dari kawat baja namun kejadian itu cukup membuat adrenalin para kru terpacu.
"Gila.. parah seru banget..!" Miyuki kesenangan memukul bahu Jay.
Setelah menapaki jalan menyusuri lembah mereka sampai di jembatan tepian sungai.
"Nah jembatan panjang ini akan mengarahkan kita menuju Resort Lembah Rawa Bakau yang ada ditengah sungai" Riad menerangkan.
Para kru pelancong itu tertahan melihat pertarungan binatang di air.
"Itu binatang apa ya yang bertarung melawan biawak di air, bentukan nya punya capit.." pemuda bucin keheranan.
"Itu kepiting tayang kuh..!" jawab perempuannya.
"Kepiting tayang binatang apa pula itu" pemuda bucin tambah bingung.
"Tayang itu kamu bodoh..!, bukan nya.. sudah lah" bentak perempuan yang mungkin sebentar lagi akan putus dengan pemuda bucin itu.
"Itu namanya Yuyumbo, kakinya lemah di darat tapi perenang handal di air, sungai ini adalah wilayah kekuasaan nya. Biawak yang sudah menguasai daratan mencoba memperluas wilayah teritorial nya namun kuku tajam dan gigitan Biawak tak sanggup menggores cangkang Yuyumbo yang juga bersenjata capit super kuat, bahkan sanggup mematahkan batang pohon" Riad memberi tahu.
"Jay diam aja.. ngomong apa, jelasin kek sekali-kali pada yang lain pacaran mulu!" tegur Riad.
"Kamu aja aku kurang bisa banyak ngomong, kemaren aja aku gantiin kamu sehari pake catatan biar gak salah bicara" Jay menjawab.
Miyuki yang terlatih menjaga Ryuna sepertinya curiga ada mata-mata Tomaru menyusup diantara kru.
Dia mencurigai seseorang semenjak mereka memilih katagori wisata sedari awal, tinggal mengumpulkan bukti untuk melabraknya.
Bersambung...
__ADS_1
Ada saja masalah.. dimanakah nasib Tim bumi, dan cerita bucin yang tak kalah memusingkan!? "Sampai jumpa" 👋