Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
MELAWAN JALUR


__ADS_3


Madi yang terjebak di kubangan lumpur berusaha membebaskan diri namun malah membuat nya terbenam semakin dalam.


"Tolongin.. woi.." teriak Madi.


"Ini kompetisi gak ada tolong menolong..!" pemuda bucin membalap mobil Madi yang terperosok.


Petugas yang mengawasi acara turun mengaitkan tali sling depan mobil ke pohon, Madi akhirnya bisa keluar dan melanjutkan balapan.


"Di depan ada tanjakan mobil berpotensi terbalik..!" Ryuna memperingatkan.


"Kita kurangi kecepatan dan naik perlahan, tenang aja ayang.. aku jago kok" Riad mengedipkan mata ke Ryuna.


Mereka mencoba melintasi tanjakan perlahan dan berhasil, Jay dan Miyuki yang ada di belakangnya juga melakukan hal yang sama.


"Kita tancap gas sepertinya bisa melewati tanjakan ini..!" dengan percaya diri pemuda bucin melaju.


"Dah lah pacar bego ya begini ini..!" cewek bucin marah.


Benar saja hampir sampai di ujung tanjakan mobil mereka terbalik.


"Ini kompetisi.. gak ada bantuan..!" Madi mengejek, melewati mobil dua bucin yang lagi berantem.


"Setelah tikungan, ada sungai kecil di depan nya baru ada sungai lumayan lebar dengan arus nya yang deras" Ryuna memberitahu.


"Cium dulu dikit.." Riad menggoda.


"Fokus.. ke jalan sayang ih.." Ryuna malu.


"Awas licin..!" Ryuna kaget mobil mereka sempat tergelincir di bebatuan sungai kecil.


"Nah ini dia tantangan pembersih lumpur.." Riad berhadapan jalur melintasi sungai dengan arus deras.


Riad mengambil langkah jalan serong agar tidak terbawa arus.


Jay lagi-lagi mengikuti langkah Riad untuk melintasi sungai melawan arus yang deras walau sempat terbawa tapi masih bisa melawan.


Sedangkan Madi mengambil langkah jalan lurus sehingga terbawa arus.


"Salah perhitungan..!" Madi kesal.


Dua bucin yang sudah bisa melaju lagi tertahan, takut melintasi membelah sungai deras apa lagi melihat mobil Madi hanyut terbawa arus.


"Gimana ini kita hajar aja, apa gimana..?" tanya pemuda bucin ke pacarnya.


"Tak tau lah.. tanjakan aja kebalik apa lagi ini..!" cewek bucin pasrah.


Garis finish sudah terlihat Riad menginjak gas dalam.


Yang pertama kali melewati garis finish mobil Riad dan Ryuna disusul mobil Jay dan Miyuki.


"Seru banget dan menegangkan..!" teriak Miyuki senang.


"Jadi nomer 2 gak masalah yang penting nomer 1 di hatimu.." gombal Jay ke Miyuki yang dipenuhi lumpur.


Setelah selesai menempuh medan sulit mereka semua menuju air terjun.


"Lompatan tanpa batas.."Jay melompat ke air dari tebing.

__ADS_1


"Ryuna kamu mau melompat gak?" Riad mengajak.


"Aku pasti bisa, segini sih masih tak seberapa ketimbang melompat ke hatimu..!" Ryuna memberanikan diri.


"Sejak kapan kamu bisa berkata-kata seperti itu Ryuna?" tanya Miyuki.


"Aku ketularan dia tuh..!" Ryuna menunjuk Riad yang bersiap melompat.


Mereka bertiga melompat bersama ke air.


"Segarnya.. " ucap Miyuki yang berenang dan di kagetkan Jay yang muncul memeluknya dari belakang.


"Semua cewek ngumpul sini..!" Ryuna memanggil teman-teman lain yang juga menikmati sungai air terjun.



Wanita Pirang


Gadis Loli


Cewek Bucin


Cewek Mata Satu


Miyuki


Ryuna


Sora



"Cowok-cowok ke sana... di sini wilayah gadis bidadari..!" gadis Loli mengusir.


Para gadis itu pun saling mengakrabkan diri bercerita bercanda di bawah air terjun.


"Riad.. kamu serius dengan gadis itu?" tanya Madi yang bersandar pada sebuah batu.


"Iya.. kamu kan tau semenjak aku pulang dari alam jin kepalaku suka pusing tiba-tiba, itu mengganggu sekali, entah kenapa semenjak aku bertemu dengan gadis itu rasa pusingku sudah tidak kambuh lagi" Riad menerangkan.


"Cuma karena itu, aku kira kamu cinta sungguhan.. yang penting kamu tidak lupa di Resort Gunung Belerang sudah di persiapkan acara pertunangan kamu dengan Rianti..!" Madi mengingatkan.


"Ini berdua obrolannya serius bener.. gimana kalau kita lomba berenang!" ajak Jay menantang.


"Halo.. guys.. ini kami lagi di tempat wisata air terjun bidadari, kalian gak percaya lihat tuh..!" pria live streaming menunjukan ke viewers nya cewek- cewek yang ada di bawah air terjun.


"Woi.. dengerin musik mulu, lompat berani gak?" tantang pemuda bucin.


Cowok yang sering dengerin musik itu melepas earphone nya berlari langsung melompat dari tebing.


"Seru banget kan guys.. barusan teman ku melompat dari sini, apa.. aku juga.. oke, hitung sama-sama ya.. 1.. 2.. 3..!" Pria itu melompat dengan tongsis yang dia genggam.


"Serem juga ya.. aku memutar aja lah.." pemuda bucin nyalinya ciut, tak jadi melompat.


"Ini dadanya pada gede semua, cuman aku saja yang dalam masa pertumbuhan.." Loli membandingkan kepunyaannya dengan yang lain.


"Loli..!" si pirang yang datang dari belakang menaruh dadanya di kepala Loli.


"Ini lagi satu nyebelin..!" Loli kesal gak jelas.

__ADS_1


"Tadi ketawa-ketawa, sekarang muka nya cemberut kayak gitu.. yuk gabung lagi dicariin sama yang lain tuh.." Wanita pirang membujuk.


"Kalian saja aku anak bawang.." Loli merajuk.


"Loli kamu paling gemes tau di antara yang lain, itu mereka lagi ngebahas tips dan trik bagaimana merawat dan membesarkan payudara seperti anak sendiri.. hihihi.." Pirang yang dekat dengan Loli tau sifat temannya itu.


"Seriusan.. oke lah hehe.." Loli langsung bersemangat.


Setelah cukup menghabiskan waktu di air terjun mereka kembali bersantai di spa yang ada di Resort.


"Ini kita semuanya luluran yuk..?" ajak Miyuki ke gadis-gadis yang lagi bersamanya.


"Ini cewek-cewek sudah bikin squad mereka sendiri, lah aku main sama siapa ya.. yang normal cuma Leader Riad, Jay, dan orang baru Madi. 2 orang yang itu ada di Universe mereka masing-masing.." Pemuda bucin nyari teman ngobrol.


Madi yang menceritakan kisah baku hantam Riad dan Jay tertawa, membuat pemuda bucin yang bergabung ke tim kocak itu pun mundur perlahan dengan obrolan yang sama sekali tak dia mengerti.


"Lah kemana pemuda tadi..?" Madi mencari pemuda yang tadi bergabung kelompok mereka.


"Kak madi sama cewek cantik yang bernama Sora itu jadian apa kakak manfaatin aja sih..?" tanya Jay.


"Itu aku.. hanya ingin membuat nya lupa saja dengan hal yang dia alami sebelumnya, itu aja sih.." Madi sedikit berbohong.


"Gak Riad.. gak kak Madi sama aja..!" Jay kesel.


"Sama apanya Jay..?" tanya Riad.


"Iya nih sama apaan coba..?" Madi penasaran.


"Sama-sama ngegantung perasaan cewek..!" Jay mengasih tau.


"Kirain apaan.." Riad menjauh.


"Mau ke mana kamu Riad..?" panggil Madi.


"Nelpon Rianti.." Riad berjalan cepat.


"Perasaan dulu Riad gak gitu gara-gara kamu ya..!" Madi menuduh Jay.


"Enak aja.. kelakuan yang sama siapa nuduh nya siapa.." Jay membela diri.


"Ini cewek-cewek lama gak ya..?" Madi menunggu para cewek yang lagi di spa.


"Mending kita mabar aja, udah lama gak main" Jay mengajak.


"Awas kamu beban..!" Madi mengolok.


"Kamu..!" Jay.


"Kamu lah..!" Madi.


"Kamu..!" Jay.


"Nanti mati mulu..!" ejek Madi.


"Palingan kak Madi nyusahin.." balas Jay.


Bersambung...


"Sampai jumpa" 👋

__ADS_1


__ADS_2