
Para kru pendaki melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak gunung air terjun dengan kedatangan Madi dan Sora anggota bertambah menjadi 13 orang.
"Hari ini kita akan menuntaskan pendakian gunung air terjun, gunung ini memang lebih tinggi dari gunung yang lain jadi tetap dalam barisan, semangat..!" Riad memberi arahan.
Puncak gunung yang di lapisi salju itu begitu tinggi hingga di butuhkan waktu lebih lama dari pendakian sebelumnya.
"Ini beneran ada salju di atas.. kok aku ragu ya.. " Miyuki tak percaya.
"Sebenarnya dulu hati Riad juga ada salju nya es balok malah" Jay ngegosip.
"Iya juga awal nya aku ngeliat dia kayak cowok kaku gitu, gak nyangka juga bisa jatuh cinta sama Ryuna sampai sebegitu nya" Miyuki masih heran.
Jay sedikit takut apa yang terjadi bila Miyuki tau Riad akan menikah setelah mereka tiba di Resort Gunung Belerang.
Sementara itu Tim Kayu.
"Ini Rianti kan bakal ada pernikahan dalam Minggu ini, kenapa malah ngejalanin tugas bareng kita sih..!" wakil kapten Mey heran.
"Gak papa kak Mey.. aku gak enak ninggalin Tim Kayu" ucap Rianti sopan.
Tim yang terdiri dari 5 gadis cantik berjubah hijau, yang berjuluk SERANGKAI BUNGA itu sedang berada di jalan begal.
Jalan yang sering di teror begal gaib yang menghilangkan pengendara yang melintasinya, hingga orang lebih sering memutar ketimbang harus melewati jalan yang sudah sangat angker itu.
Jalan Tol yang di bangun untuk memperpendek jarak tempuh lintas daerah di kabar kan memakan banyak korban pekerja saat proyek di lakukan, namun pemerintah masih saja melanjutkan pengerjaan nya hingga selesai, akan tetapi musibah tak berhenti sampai situ saja, banyak orang yang melintas tak pernah sampai di ujung jalan sudah menghilang.
Lima gadis berkendara motor sport melintas jalan itu dengan kecepatan penuh, harus nya jarak yang ditempuh dengan kecepatan tinggi hanya diperlukan waktu 30 menit, ini sudah 1 jam lebih tak kunjung sampai.
Lina Kapten Tim Kayu merasa ada yang aneh menghentikan kendaraannya, mereka semua pun berhenti.
Muncul lah sosok 2 makhluk gendut dengan hidung bulat membawa pentungan besi. Jin itu bernama Duo Kendil.
"Uraaaa..!" Jin Kendil langsung memukul kan pentungan besi nya kearah Tim Kayu.
Tim Kayu segera menghindar, sayang motor sport mereka hancur dan meledak karena amukan Jin Kendil yang menyerang secara membabi buta.
"Pasang.. AURA PERISAI..!" Mey memasang aura yang menyelimuti area pertarungan.
"Apa.. aa.. ini kali.. an ingin mengurung ka.. a.. mi..!" suara parau Jin.
__ADS_1
"Kenapa kalian menyerang orang yang melintasi jalan ini..!?" tanya Kapten Lina.
"Salah me.. reka kenapa melewati ja..lan kekua.. saan ka.. a.. mi..!" jawab Duo Jin Kendil.
"Semua bersiap..!" komando Kapten Tim Kayu.
"AURA PANAH PERI HUTAN.." Mey memangil senjata pamungkas nya.
Mey menyerang Jin Kendil dengan anak panah yang melesat beruntun.
Jin Kendil menangkis anak panah yang berubah jadi semak belukar bila mengenai objek, akan tetapi pentungan besi bisa menghalaunya hingga remuk berserakan kemana-mana.
"AURA KIPAS BERDURI.." senjata pamungkas Mina anggota Tim Kayu yang menebarkan kibasan aura duri mencoba menusuk badan jin belum sempat mengenai, dentuman pentungan besi Duo Kendil yang beradu membuat serangan duri mental bertebaran kesekeliling.
Serangan Tim Kayu bertubi-tubi menyerang Duo Jin Kendil seperti tak memberikan daya serang yang efektif.
"AURA AKAR DURI.." serangan aura Rianti menahan gerak Jin Kendil.
"AURA AKAR RAMBAT.." aura Zela menahan pergerakan Jin Kendil.
Hingga duo Jin Kendil itu tertahan oleh aura Rianti dan Zela.
"AURA KAPAK MEMBELAH GUNUNG..!" Kapten Lina mengeluarkan senjata pamungkasnya menghantam Duo Jin Kendil hingga terpental jauh.
"Kita terdesak.. Duo Jin Kendil ini kuat sekali!" Kapten Lina khawatir.
"AURA BONEKA KAYU.." Rianti mengunakan senjata pamungkas nya aura boneka kayu setinggi 3 meter yang bisa dikendalikan dari jauh.
"AURA RANTING KERING.." Zela mengeluarkan senjata pamungkasnya berupa aura ranting panjang yang membuat setiap makhluk yang kena pukulan nya akan mengering.
Mereka berdua melesat menghajar Duo Jin Kendil baku hantam yang sengit terjadi, serangan bergantian saling pukul senjata yang beradu, entah pihak siapa yang menang masih sulit dipastikan.
Aura panah dan tebaran duri sangat menggangu Duo Jin Kendil yang menghadapi Rianti dan Zela.
Duo Jin Kendil menyatukan kekuatan, badan mereka menyatu, membuat badan nya lebih basar dari semula dengan dua kepala, dua senjata pentungan besi di tangan kiri dan kanan.
Jin Kendil yang bertranformasi jadi satu itu berputar seperti gangsing membuat Rianti dan Zela mengambil langkah menghindar.
Bahkan aura rimbun pohon kaktus nya Mina tak sanggup menahan amukan Jin Kendil yang berputar-putar layak nya gangsing.
__ADS_1
"Aktifkan serangan kombinasi AURA SEGEL BENANG SUTERA..!" perintah Lina Kapten Tim Kayu.
Anggota Tim Kayu mengelilingi Jin Kendil, aura benang melilit tubuh Jin Kendil yang berputar-putar sehingga berbentuk sebuah kepompong.
Kapten Lina yang melayang di udara seperti layangan dengan aura benang dan aura senjata pamungkas kapak basar nya turun mendadak menghantam Jin yang sudah berupa kepompong itu menggetarkan area sekitar.
Jin Kendil itu akhirnya melemah dan tersegel menjadi buah pohon kapas.
"Semuanya tak ada yang terluka..?" tanya Kapten Lina.
"Aman Kapten.." sahut anggota Tim Kayu.
"Kita istirahat sejenak sebelum membuka portal pulang.. kumpulkan aura!" perintah Kapten Lina pada anggota timnya yang sudah kehabisan aura.
Di puncak gunung air terjun.
Para kru pendaki terpesona dengan salju yang menyelimuti puncak gunung, mereka berpoto bersama seperti biasa sambil menancapkan bendera kru bucin bermain-main sebentar kemudian segera turun karena udara di sana dingin sekali.
Walau cuman sebentar berada di puncak rasa lelah mereka terbayarkan, ini bukan tentang perjuangan tapi sebuah tujuan yang menjadi kenangan indah tak terlupakan.
Meraka menuju tujuan selanjutnya yaitu gunung belerang yang terkenal akan pemandian air hangat nya, mereka sudah tak sabar ingin sauna dan berendam di sana.
Setelah menempuh perjalanan yang begitu melelahkan mereka sampai di kaki bukit gunung belerang dan Resort sudah nampak terlihat.
Resort yang bernuansa perpaduan budaya Jepang dan keraton itu membuat setiap mata yang memandang bingung untuk memahami desain arsitektur bangunan tersebut.
Mereka disambut sekelompok orang berpakaian rapi.
"Tuan Riad sudah ditunggu" ucap seorang yang yang berpakaian rapi.
"Semuanya.. selamat menikmati suasana Resort Gunung Belerang, aku harap sejauh ini kalian merasa senang dengan pertualangan kita, masih ada wisata danau cermin yang bisa di akses dari stasiun kereta atau dermaga tak jauh dari sini, bagi yang berminat bisa bicara sama Jay atau Madi. Yang ingin berpesta nanti akan ada undangan khusus untuk kalian, sekian dulu penyampaian dari saya, salam satu jiwa kru bucin terbaik..!" setelah penyampaian Riad yang lumayan panjang itu mereka melakukan apa yang masing-masing mereka inginkan.
Di dalam sauna.
Ryuna, Miyuki, dan Sora yang di titipkan Madi sementara.
"Maaf teman-teman kalau kehadiran ku membuat suasana jadi canggung" Sora merasa terasing.
Sebenarnya suasana jadi canggung karena Ryuna yang galau membuat Miyuki bingung harus melakukan apa.
__ADS_1
Bersambung...
"Sampai jumpa" 👋