
Dikala senja pergantian siang dan malam saat dua dimensi bergesekan, para jin yang keluar dari alam nya berpindah masuk ke alam manusia.
"Ale.. buruan kita pulang sebelum senja, udahan main nya!" tegur Jun.
"Bentar lagi Jun, kamu duluan aja" Ale lagi asik mengambil buah mangga.
Jun pulang terlebih dahulu karena tak ingin dimarahi orang tuanya.
"Apaan sih Jun gak mau buah mangga, kok gelap ya" Ale baru menyadari hari sudah gelap.
Ale berjalan menuju rumah nya, awal nya dia takut dimarahi tapi karena membawa mangga mungkin jadi tambah dimarahi.
"Gawat nih.. apa aku jalan pintu bekang aja ya tapi malah semakin ketahuan dah lah, lewat depan aja" Ale memasuki rumah namun sepi tak ada satu pun orang di rumah.
Ale mencari ibu, bapak, dan kakak nya namun tak ada siapa-siapa di rumah.
Ale menunggu sampai tertidur dan bangun lagi tapi masih tak ada keluarga nya yang pulang.
Hingga Ale memutuskan pergi ke rumah Jun.
Sesampai nya di rumah Jun juga tak ada orang bahkan dia berkeliling desa gak ada siapapun.
Ale hanya bisa menangis dan ingin segera berkumpul dengan keluarganya.
Saat menangis Ale ketakutan melihat sosok besar membawa jaring yang terdapat beberapa anak meronta-ronta di dalam nya.
Makhluk itu menjulurkan tangan nya ingin menangkap, Ale yang segera berlari menjauh, makhluk itu mengejar, Ale lari sekuat tenaga.
Makhluk itu ada di mana-mana Ale bingung mau lari kemana dan memutuskan untuk bersembunyi.
Makhluk berbadan panjang dengan mata melotot sungguh membuat jantung berdegup kencang saat berhadapan dengan nya.
Ale bersembunyi di rumah warga yang paling kaya di desa itu rumah berlantai dua dengan sigap Ale mengunci setiap pintu dan bersembunyi di dapur.
Makhluk itu masuk membuka pintu dengan mudah nya meski Ale sudah memastikan mengunci pintu tapi jin itu dengan gampang nya masuk melewati pintu membuka setiap pintu.
Ale hanya mendengar kan suara tiap pintu dibuka.
__ADS_1
Hingga jin itu membuka pintu masuk area dapur.
Ale bersembunyi di bawah meja tengah, meja membuat makanan.
Kaki besar jin melintas di sebelah Ale yang memegangi mulut nya dengan rasa ketakutan yang luar biasa.
Jin itu berjalan keluar dari dapur Ale sempat merasa aman sejenak, sampai jin itu kembali dan menatap Ale yang bersembunyi di bawah meja.
Ale mundur membuka jendela dan melompat keluar dengan putus asa dia berlari, dan di kejar jin lain yang melihat nya.
Ale tak tau lagi berlari ke mana dan sembunyi pun percuma.
Ale terjebak jin bertebaran di mana-mana, dia sudah tak bisa kabur lagi dan ditangkap oleh jin yang menyeret nya ke sebuah tempat, memasukan nya ke kandang yang di mana di situ juga ada anak lain yang ditawan.
Semua anak di situ berwajah pucat dan menggigil seperti kedinginan.
Datanglah seorang wanita cantik berbadan tinggi semampai memilih anak yang akan dibawanya.
Anak itu ditarik keluar kandang oleh jin bertubuh panjang yang mengawal wanita itu.
Jin lain membawa papan panjang, anak kecil itu ditaruh dipapan tangan dan kakinya di ikat, kemudian ditarik hingga memanjang dan berubah jadi sosok yang sama dengan jin berbadan panjang lain nya.
Ale akhirnya tau kenapa anak lain menggigil dan berwajah pucat setelah melihat proses perubahan yang di tunjukkan dia depan mata mereka.
Ale tinggal menunggu giliran saja, bahkan dia sudah pasrah dan otak nya berhenti berkerja.
Pikiran Ale sudah tak berfungsi dia sudah mati rasa sama seperti anak lain yang di sekap di kandang itu.
Wanita itu kembali dan memilih anak untuk dijadikan pasukan jin yang mengawalnya.
Aneh nya Ale yang sudah pasrah itu malah tak pernah terpilih sampai semua anak yang ada di kandang itu habis dan berganti anak lain yang baru ditangkap, sama seperti awal dia dimasukkan ke kandang anak itu berisik sekali sampai akhirnya diam dan berprilaku sama menggigil dan berwajah pucat.
Waktu terus berlalu hingga Ale menjadi dewasa dengan kehampaan pada dirinya entah sudah berapa tahun berlalu, bahkan dia tidak makan, minum, dan tidur namun tidak mati malah menjadi dewasa begitu saja.
Dan berapa ribu kali dia melihat hal yang sama hingga pada akhir nya ditarik keluar dari kandang tapi bukan ditaruh di papan tapi diceburkan ke kolam air merah seperti darah.
__ADS_1
Wanita muncul di kolam itu menyentuh badan Ale yang kurus kering tinggal tulang itu.
Ajaib badan Ale menjadi kekar dan berotot wanita itu menciumi Ale memancing syahwat nya bangkit, dan meminta nya menanamkan benih di rahim nya.
Mereka bercinta di kolam darah itu.
Bukan nikmat yang didapat Ale malah merasa sakit yang luar biasa, anunya terasa diperas dengan keras, Ale yang sekian lama tak pernah bersuara berteriak begitu kencang.
Ale dibawa ke kamar kaki tangannya di ikat, dan wanita itu memasukkan itu nya Ale ke dalam punya nya wanita, Ale berteriak kesakitan begitu sakit seakan nyawa nya sudah tercabut beberapa kali.
Ale sudah lupa siapa dirinya dan dia dituntut untuk terbiasa memuaskan wanita yang bahkan tak ada kemampuan untuk membenci nya.
Seperti mayat hidup Ale yang tak bisa mati dan tak berasa hidup harus melalui waktu demi waktu, melayani wanita dengan rasa sakit yang luar biasa sampai rasa sakit itu sudah tak terasa dan menjadi biasa.
Wanita itu hamil dengan bangga dia menunjukan nya pada Ale yang tak peduli apa itu.
Hingga tibalah saat wanita itu melahirkan, terlahir seorang anak perempuan bayi jin itu mengigit badan Ale.
Tangan Ale digerogoti, hingga tinggal kepala saja badan Ale habis dimakan tapi dia tidak mati juga.
"Haha.. haha.." Ale tertawa untuk pertama kalinya bisa-bisanya masih hidup setelah semua yang terjadi dan sampai kapan penderitaan ini akan berakhir.
Anak itu dengan cepat membesar dan menjadi remaja.
Ale yang tinggal kepala itu dibawa gadis remaja itu diperlukan nya ke mana-mana seperti boneka nya.
Hari di mana Ale sudah bukan lagi manusia datang sekelompok orang berjubah putih, menyerang para jin bertubuh panjang.
Namun Ale yang kehilangan segala nya tak peduli akan hal itu, dan Ale mulai tersadar saat melihat wanita yang selama ini menyiksa nya lenyap menjadi abu.
Secercah harapan membuat pikiran nya kembali, tapi gadis yang membawa nya berlari kabur dari para orang-orang berjubah putih itu membuatnya panik.
Gadis itu tersungkur terkena serangan, Ale menggelinding terlepas dari genggaman gadis yang memegangnya setiap waktu, Ale bisa merasa senang walau hanya karena hal itu saja.
Bersambung..
"Sampai jumpa" 👋
__ADS_1