
Benteng Padepokan Nafas Patikaman, yang kini menjadi pusat pertahanan berkumpulnya pasukan yang terbagi dari beberapa tim, dan warga desa yang juga adalah pasukan, melakukan aktivitas biasa tanpa ada Wisatawan yang tau siapa mereka.
"Entah apa target mereka, kita tidak pernah di teror seperti ini sebelum nya, semenjak sekte dukun lenyap kita sudah tidak punya musuh lagi, mereka tidak mempunyai kekuatan supranatural, hanya manusia biasa kemungkinan mereka akan menyerang dengan senjata api!" Komandan pasukan Tim Bayangan yang bertugas menjaga desa, memberi arahan pada semua anggota tim yang berkumpul.
Setelah Komandan memberikan arahan dan rencana apa yang harus dilakukan para tim hanya di minta untuk siaga dan melakukan aktivitas seperti biasa, langsung melapor kalau ada orang yang bertindak mencurigakan kemungkinan musuh akan menyusup sebagai wisatawan.
"Tim Angin sepertinya bakal reunian nih.." Madi berkata.
"Kak Khan, Khim, Madi, dan Jay terimakasih sudah mau bergabung di Tim Angin kembali, karena kita sudah berlima, Tim punya kekuatan mengunakan kunci membuka portal kemana saja, kita akan ke danau cermin" Riad memutuskan tujuan.
"Kenapa kita harus kesana..?" Madi bingung.
"Adik ku yang cerdas ini pasti ada rencana" Khim mempercayai adik kesayangannya.
"Karena mereka gak bisa masuk lewat pemeriksaan depan, maka besar kemungkinan penyusup akan masuk lewat belakang, karena danau cermin adalah destinasi wisata yang ada di luar desa walau pihak kita juga yang mengelolanya" analisis Riad.
"Apa hal ini harus kita beritahukan pada tim lain juga?" tanya Khan.
"Jangan.., kalau kita terlalu ramai Mereka nantinya akan waspada, lebih baik kita selidiki saja dulu, nanti kalau sudah menemukan jejak musuh baru kita sebarkan informasi" Riad menyusun rencana, kemudian 5 orang berjubah putih itu berangkat dengan membuka portal.
Sesampainya di Wisata Danau Cermin.
"AURA PENDENGARAN ANGIN.." Riad mengaktifkan auranya.
"AURA MATA LANGIT.." Khim juga mengaktifkan auranya.
"Arah barat laut Kak.. coba lihat bagaimana mereka?" pinta Riad pada Khim.
"Mereka Ada 5 orang memakai baju merah, berkacamata hitam, dan ada tato setan di telapak tangan kanan, sepertinya mereka ingin mencelakai wisatawan..!" Khim memberitahu.
"Segera bergerak..!" Perintah Riad Kapten Tim Angin.
2 orang berbaju merah itu mengeluarkan senapan mesin dari kopernya dan menembaki wisatawan sekitar.
"AURA SELIMUT BUMI.." Madi menahan peluru itu dengan auranya melindungi beberapa orang terdekat.
Khan dan Khim langsung menghajar 2 orang bersenjata hingga pingsan.
3 orang berbaju merah lain nya ingin menyandera turis yang ada ditepian danau dengan senjata Shoot gun, ada juga dengan senjata Hand gun, satunya lagi memakai pisau.
__ADS_1
"AURA TATAPAN PANAS.." Jay mengunakan auranya yang membuat senjata mereka memerah bara, peluru di dalam senjata mereka meledak hingga tangan ******* itu hancur.
"Mundur.. atau aku gorok leher wanita ini..!" ******* bersenjata pisau mengancam leher wanita berbikini yang dia sandera.
"AURA TIUPAN DINGIN.." aura yang Riad lepaskan membuat badan ******* itu menggigil melepas pisaunya yang dingin, sandera pun kabur menjauh.
Kemudian tendangan Riad yang jatuh tiba-tiba dari atas menghantam begitu keras membuat ******* itu terkubur kedalam tanah.
Beberapa orang yang memantau dengan teropong dari jauh.
"Tak aku sangka pergerakan mereka begitu cepat..!" Ucap ketua *******.
"Pemuda yang barusan jatuh dari atas itu kemana?" ******* lain yang juga memantau kaget.
Seketika terasa tekanan udara dingin yang menusuk tulang hingga sulit untuk bernapas.
Gerombolan ******* yang memantau sedari tadi menggigil ketakutan, Riad yang memakai AURA SEPATU BERSAYAP sudah menemukan persembunyian mereka, dari atas Riad turun ketengah-tengah kerumunan ******* yang ada di semak-semak.
"Jadi ini ulah kalian..!" suara Riad yang pelan namun terasa begitu jelas ditelinga para ******* itu membuat suasana mencekam.
Walau begitu sering menyiksa orang bahkan membunuh mereka belum pernah mengalami perasaan semenakutkan ini.
Lidah mereka kelu, jangan kan untuk berbicara bernapas saja terasa sesak.
Khan, Khim, Madi, dan Jay yang melayang di udara dengan aura mereka masing-masing.
Melesat jatuh bersamaan berupa Sambaran petir membuat ******* yang bersembunyi di semak-semak itu gosong bergelimpangan.
"Astaga...! langit begitu cerah, kenapa ada kilatan petir dari atas bukit itu ya..?" para wisatawan kaget dengan penomena yang mereka lihat dari jauh.
"Disini Tim Angin, ******* sudah dilumpuhkan, tim pembersih harap kelokasi, laporan selesai..!" lapor Riad selaku Kapten Tim.
Sedangkan para wisatawan yang kaget karena insiden penyerangan yang mereka alami. Jay menghipnotis mereka untuk melupakan kejadian barusan.
"Perhatian semuanya.. harap melihat kesini..?"
Jay mengangkat tangan nya keatas lalu kilatan cahaya biru memancar membuat semua yang terpapar terdiam.
"Bagus Jay.. aku terpaksa menyuruhmu melakukan ini, agar tidak ada desas-desus yang nantinya malah membuat suasana jadi semakin kacau" Riad menjelaskan perintahnya.
Mangrove park.
__ADS_1
Ryuna dan Miyuki yang jalan-jalan menikmati suasana dikejutkan dengan kehadiran Tomaru.
"Tenang Ryuna aku akan melindungi mu!" Miyuki yang adalah petarung bersiap.
"Mau kemana pun kau pergi aku pasti akan menemukanmu ******..!" dengan kasar Tomaru berkata.
Miyuki langsung menyerang Tomaru, mereka berkelahi begitu sengit.
"Hati-hati Miyuki..!" teriak Ryuna khawatir.
Mereka saling melayangkan tendangan pukulan, hingga sikutan Miyuki berhasil mengenai wajah Tomaru yang melompat mundur.
"Tak aku sangka kamu lumayan juga, sekarang aku akan meladeni mu dengan sungguh-sunguh..!" Tomaru memasang kuda-kuda menyerang.
Miyuki menerjang dengan tendangan berputar nya, akan tetapi Tomaru bisa menahan tendangan Miyuki dengan tangannya kemudian menjatuhkannya.
Saat Tomaru ingin mematahkan kaki Miyuki, Ryuna memukulkan tas kecil yang dibawanya, membuat Tomaru marah yang kemudian melayangkan tendangan ke arah Ryuna.
Namun tendangan itu di tepis seseorang gadis berbaju hijau, dengan cepat menendang wajah Tomaru hingga terjatuh dan pingsan.
"Kalian tidak papa..?" tanya sang gadis.
Kemudian petugas berdatangan.
"Ada apa nona muda Rianti?" salah satu petugas siap.
"Bawa cowok itu.. coret dari daptar pengunjung, keluarkan dari tempat wisata.., medis obati gadis ini!" perintah Rianti tegas.
"Sebelum nya terimakasih nona" Ryuna begitu canggung.
"Tak usah canggung, teman mu biar diurus tim medis dulu, aku mau berbicara dengan mu?" Rianti berbicara santai.
"Mau membicarakan apa ya?" Ryuna gugup.
Rianti mendekati Ryuna.
"Kamu cantik badanmu juga bagus, tapi sayang banget Cowok yang kamu cintai jodoh orang lain, tidak papa kalau kau ingin memeluknya, menciumnya membuat dia jatuh cinta padamu" Rianti mendekatkan wajah nya ke Ryuna.
"Tapi kamu perlu tau satu hal Riad itu milikku. Kami mau bertunangan, ini undangan nya spesial aku kasih langsung padamu, aku tidak marah.. wajar bagiku seorang laki-laki menyukai lebih dari 1 perempuan!" Rianti berkata ditelinga Ryuna.
Bersambung...
__ADS_1
"Sampai jumpa" 👋