
Khan dan murid padepokan mengurus bank yang menyediakan gelang jam digital multifungsi sebagai tiket masuk dan juga menjadi alat untuk pembayaran, agar uang yang dibawa pengunjung tidak menganggu kenyamanan berwisata.
"Enak ya pake jam ini, tinggal isi saldo yang langsung di potong dari rekening, bayar apa pun cukup scan mau pesan apa aja tinggal pencet aplikasi" ucap pengunjung berbadan tinggi yang sangat antusias sekali.
"Ini kita mau nginap dimana ya?, soal nya aku mau langsung santai aja" tanya sahabat pengunjung brewokan yang masih bingung.
"Gimana kalau kita pesan Kamar di Gunung Goa Panjang, kan kamu katanya mau jadi manusia goa" canda si badan tinggi.
"Wahananya juga asik ada..
Goa Batu Berbunyi, ada banyak batu yang apabila di pukul mengeluarkan suara yang berbeda-beda.
Goa Kolam, ada banyak kolam didalam goa dengan berbagai ukuran.
Goa Labirin, dengan jalur yang bercabang dan ada beberapa benda atau patung yang bisa jadi petunjuk bagi orang yang suka teka-teki. Dan masih banyak ini..!!" si brewok melihat pilihan yang ada di jam tangannya.
Kantor luar desa Terminal Utama sebelum masuk desa juga sebagai pos pemerikasaan. Terlihat truk mobil box.
"Oke.. mobil suplai ini sudah ditandai, jadi silahkan masuk " ucap penjaga.
Riad beserta krunya yang mendaki Gunung Goa panjang.
"Leader..(Sebutan pemimpin pendakian) kami mau poto di sana?" pinta seorang pendaki wanita yang sepertinya lagi bucin.
" Yang lain ada yang mau ikutan, angkat tangan?" tanya Leader Riad pada kru lain.
Sebagian dari mereka angkat tangan sebagian ada yang keasyikan ngobrol ada juga yang dengerin musik.
"Aku kasih waktu 10 menit setelah itu kita lanjut jalan lagi" Riad mengizinkan.
"Ryuna..kita Poto disitu yuk tapi minta tolong sama siapa ya?" Miyuki melihat kesekitar, semua terlihat sibuk dengan diri mereka masing-masing, yang lagi diam cuma Leader.
Miyuki pun menghampiri Riad yang sedang makan kacang almond.
__ADS_1
"Bisa tolong potoin kami gak?" pinta Miyuki ragu, karena Leader yang menurutnya pemarah itu.
Mendengar suara dan tingkah Miyuki yang terkesan manja membuat Riad teringat seseorang, yang membuat kepala nya menjadi pusing.
"Ryuna sini in kameranya?" Miyuki memangil bestie nya itu yang lagi mempoto pemandangan sekitar.
Ryuna pun berlari kearah mereka, baru mau ngasih kameranya ke Riad.
Riad sudah ambruk dan tersungkur sehingga wajahnya mendarat tepat di dadanya Ryuna.
Miyuki panik dan memangil yang lainnya buat nolongin Riad yang ada didekapan Ryuna.
Hanya berapa saat Riad segera sadar dan mendapati wajah nya berada di tempat yang terasa kenyal dan empuk.
"Astaga..! maaf ya, sepertinya kepalaku pusing" Riad meminta maaf ke Ryuna.
Ryuna hanya diam dengan wajah yang memerah merona.
"Leader gak papa?, apa kita hentikan saja pendakian ini" Miyuki khawatir.
"Jangan..aku gak papa kok, yang lain nya kita lanjutkan perjalanan sedikit lagi kita sampai ketitik peristirahatan" Riad meminta kru nya melanjutkan pendakian.
Terlihatlah dibawah mereka Resort Goa panjang tapi titik peristirahatan mereka bukan disana Leader Riad melewatinya begitu saja, sampai ada yang bertanya.
"Ya betul kita akan kesana besok pagi untuk menikmati wahana disana, tapi hari ini kita mendaki sedikit ke atas lagi" beri tahu Sang Leader.
Kru sebagian ada yang kecewa, ada yang tak peduli, ada juga yang lagi berusaha merayu seorang gadis.
"Nah kita telah sampai di titik peristirahatan pasang tenda membentuk lingkaran jaga jarak tenda 3 meter dari tenda lainnya" perintah Riad.
Para pendaki yang tadinya kecewa, gak peduli, dan sibuk merayu gadis langsung terperangah melihat aliran sungai kecil dengan airnya yang jernih, namun sebagian tepinya tertutup barisan bunga yang indah, rerumputan serta beberapa tanaman dan pepohonan yang sudah berbuah.
Setelah memasang tenda mereka meminta izin buat berenang di sungai, ada yang mau memetik buah, ada juga yang merangkai bunga buat gadis yang sedari tadi susah sekali mendapatkan hatinya.
Para Wisatawan tak ada yang tau bahwa apa yang ada disana memang sudah di rancang oleh pihak warga Bayangan yang juga orang dari Padepokan Nafas Patikaman.
Seperti pohon, tanaman yang berbuah, tanaman bunga bahkan rerumputan pun di Setting sedemikian rupa.
"Nah..gimana udh berasa camping gak?" tanya Ryuna ke bestie nya yang kemaren sempat mengeluh.
__ADS_1
"hehehe.., langsung berenang aja yuk sepertinya air nya menyegarkan kalo kita mandi disana" Miyuki malu mengakui kenyataan.
"Semuanya ada yang tak bisa berenang, harap tetap ditepian sungai yang dangkal" Riad mengarahkan.
Selagi Miyuki asyik berenang, Riad menghampiri Ryuna yang lagi duduk ditepian sungai sambil mencelupkan kakinya ke air yang sangat jernih itu bahkan batu dasar sungai bisa keliatan.
"Kamu gak ikutan berenang?" tanya Riad sambil membawa keranjang buah yang berisikan apel, Jambu air dan jeruk.
"Sepertinya aku mandi dikamar mandi yang disediakan pengelola aja deh" sahut Ryuna.
Miyuki yang penasaran dengan apa yang dibicarakan temannya dan Leader galak itu pun berenang menghampiri.
"Dia trauma.., beberapa tahun yang lalu disungai seperti ini Ryuna pernah hampir tenggelam gara-gara sampah tali yang melilit kakinya, jadi kalau dia nyebur ke air suka takut sendiri" Miyuki menceritakan masalah temannya itu sambil mengambil Buah jambu air yang ada di keranjang samping Ryuna.
"Boleh dimakan..?" tanya Miyuki meminta.
"Boleh..ambil aja itu memang untuk kalian" Lagi-lagi kepala Riad pusing setiap kali melihat Miyuki namun setelah Ryuna memandang ke arahnya pusing itu sedikit berkurang.
Mereka pun saling bertatapan, duduk berdampingan hanya terpisahkan oleh keranjang buah.
Ryuna terkagum melihat wajah tampan Riad dan sorot matanya yang berbinar seakan tak ada niatan jahat tersirat dari mata itu, berbeda sekali dengan tatapan lelaki yang selama ini dia temui.
Sementara Ryuna dan Riad saling memandang Miyuki sudah menghabiskan jambu air dikeranjang itu.
"Miyuki..Kok jambunya kamu habisin semua sih..!" Ryuna marah dengan kelakuan temannya itu.
"Kejar sini kalo berani.." Miyuki berenang menjauh sambil menjulurkan lidah nya mengolok.
Riad melepas bajunya dan melompat ke air, yang kedalamannya cuma seperut itu.
Perut Riad, tapi bagi Miyuki dalam nya sedada dia, jadi kalo lagi diam gak berang seperti lagi bawa pelampung.
"Ayo sini kita berenang.." ajak Riad memotivasi Ryuna.
Bukan nya melompat ke air Ryuna malah tenggelam dalam pesona Riad.
Postur badan yang ideal, dengan lengan berotot, pundak yang besar, dada tebal dan perut sixpack ditambah air yang membasahi tubuh, disinari cahaya mentari jingga dari barat membuat pemandangan indah disekitar menjadi tak begitu nampak.
Miyuki pun mencipratkan air ke Ryuna, hingga tersadar dari dunia yang dimana hanya ada dia dan Riad.
__ADS_1
Bersambung...
Waduh sepertinya ada cinta di pegunungan nih gimana kelanjutannya ya "Sampai jumpa" 👋