Riad Melawan Jin

Riad Melawan Jin
CINTA INI GILA


__ADS_3

Pertempuran masih berlangsung, Khamir dengan sengit bertarung melawan Si Pesulap yang cukup tangguh dengan trik sulap nya berhasil mengimbangi kekuatan Sang Petir.


Jin pesulap itu masuk ke dalam kotak, Khamir memukul hingga kotak hancur berantakan tapi tak ada Si Pesulap di dalamnya.


Si Pesulap malah muncul di antara asistennya yang kewalahan melawan Tim Api, dengan ayunan tongkat ajaibnya merubah para asisten vulgar itu menjadi kelopak bunga memecah berhamburan.


Para asisten itu muncul kembali dari tirai di pojok aula bersama dengan Si Pesulap. Banyak trik sulap terjadi membuat Khamir sedikit kesal.


"AURA GEMURUH BADAI.." Khamir mengaktifkan aura yang membuat suara menggelegar dengan kilatan petir dan tiupan angin deras yang membuat seisi luas aula lantai 80 berterbangan. Saat itulah, Tim Bayangan yang sudah terbiasa dengan situasi itu melayang memutar AURA PISAU BENANG JIWA mengoyak-ngoyak badan Jin-Jin itu hingga hancur berantakan.


Tim Api dengan sigap mengaktifkan AURA PILAR API aura terkuat timnya, hingga asisten pesulap yang melayang dalam aura sang petir menabrak tiang-tiang pilar membara itu hingga musnah menjadi abu.


Si Pesulap mengamuk, dia melepas pisau, roda bergerigi, pedang tajam, papan berduri, dan banyak benda aneh keluar dari topi ajaibnya.


Pasukan Nafas Patikaman menepis semua benda-benda aneh itu. Dengan kecepatan tinggi Khamir Sang Petir menyambar Si Pesulap dengan senjata pamungkasnya AURA GODAM PEMECAH LANGIT.


Serangan kedua itu menyatu dengan Anak Petir (bola petir) serangan sebelumnya, yang tertanam di badan Jin Pesulap itu sehingga membuat ledakan dahsyat hingga badan Jin Pesulap itu pecah menjadi gelombang cahaya yang menyilaukan mata.


Putri Tiara mulai melemah cahaya kristal di dadanya meredup karena pangerannya sudah keluar dari Alam Randa. TAMENG PENGEKANG JIWA retak hingga serangan TOMBAK SAMUDERA Miya Kapten Tim Air berhasil membuat putri terlempar terhempas berguling-guling di lantai.


Serangan TOMBAK ILUSI Sang Putri pun tak begitu berpengaruh, karena Tim Air mengunakan AURA TETESAN KESADARAN yang membuat Tim Air adalah musuh yang sulit dihadapi putri yang sudah kehabisan tenaga itu.


Putri Tiara melepaskan serangan terakhirnya yaitu RAUNGAN TAMENG PENGEKANG JIWA tameng pun pecah hingga menghasilkan suara seram yang nyaring menggaung bergema di telinga membuat pertahanan AURA TETESAN KESADARAN Tim Air hancur.


Dengan segala sisa kekuatan Putri Tiara berlari, melompat, dan menerjang Kapten Miya menusuknya dengan TOMBAK ILUSI. Namun, serangan itu ditahan TAMENG PEMECAH OMBAK Miya, ilusi pun menyebar, akan tetapi aura kekuatan dari tameng Miya bisa menggulung memecah ilusi itu.


TOMBAK SAMUDERA menusuk perut Putri Tiara, dia pun sirna meninggalkan kepingan kristal kecil. Muncul pemberitahuan mengambang °Kristal Keabadian°.


"Apa itu kapten?" tanya salah satu anggota Tim Air.


"Biarkan saja.. lebih baik kita membantu Tim Bayangan, kalian masih bisa..?" Seru Kapten Miya menanyakan dengan semangat.

__ADS_1


"Bisa Kapten..!!" Jawab semua anggota tim dengan lantang.


"Siapa kita..?"


"Tim Air..!!"


"Air mengalir.. maju..!!" Teriak Kapten Miya agar semangat bisa menjernihkan pikiran sisa dari efek serangan ilusi.


Kepingan kristal menyelinap ke dalam tas salah satu anggota Tim Air yang berlari menuju lantai atas.


Para Jin yang ditahan Tim Bayangan yang sebelumnya menyebar terbagi menjadi beberapa puluh orang di lantai atas, tempat pesta masih bertarung sengit beberapa Jinna sekelas Boss berhasil dikalahkan. Lalu, kedatangan Tim Air disusul Tim Api, dan sisa Tim Bayangan lainnya bergabung menjadi satu ke pertempuran, hingga Jin-Jin itu pun terdesak ditambah kehadiran Pimpinan Khamir Sang petir membuat sinergi aura tambahan siap ******* para Jin.


Puncak gedung Menara Sang Putri Pun meledak!!


Sementara itu..


Di Padepokan Nafas Patikaman, Riad tersadar, menarik nafas panjang seperti habis menyelam dari dasar kolam yang dalam.


"Di mana Tiara...!!" Teriaknya seperti orang gila.


"Dua Minggu kalian menghilang, semenjak kami tersadar". Rahmadi berkata dengan suara lirih, melihat saudara sepupunya yang biasa bercanda dengannya dalam keadaan menyedihkan.


"Sadar Kapten...!! Mana kapten kami yang penuh semangat itu..?" Teriak Jaylani sambil menangis.


Suasana haru biru pecah diwaktu yang mana sebentar lagi matahari terbit dan hari mulai pagi.


"Di dunia nyata mungkin baru dua minggu, akan tetapi, di alam Jin serasa bertahun-tahun" ucap Khan yang baru saja habis makan dengan lahapnya, sedangkan Khim masih makan seperti orang kelaparan. Ya memang wajar sih soalnya cuma dia yang bisa membuat aura yang bisa dimakan sedangkan Khan mentransfer sedikit auranya pada Khim begitu terus-menerus selama mereka di alam jin, karena mereka kembar sehingga bisa bersinkronisasi dengan baik.


"Bagaimana keadaan Riad ?" Tanya Hasbullah pada para anggota Tim Kayu spesialis racun.


"Racun di badannya sudah di keluarkan memakai AURA SINERGI ALAM, hanya saja mentalnya sudah terguncang, bahkan Tim Besi tak bisa menyembuhkan dengan AURA MENTAL BAJA pecah berkali-kali" Lina Kapten Tim Kayu menjelaskan, sedangkan anggotanya masih terlihat murung bersedih.

__ADS_1


Sementara Tim Besi masih berusaha dengan aura mereka mencoba mengembalikan mental Riad.


"Tim Bumi melapor, pasukan yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Tertinggi Sang Petir telah sampai dan telah diistirahatkan" dengan sigap tanggap Kapten Tim Bumi melapor pada Wakil Pimpinan.


"Lanjutkan tugas bersama Tim Bayangan!" terima Hasbullah sembari memerintah.


Sedangkan Tim Bayangan yang mengawasi Sekte Dukun melaporkan melalui AURA SUARA BATIN semua ini sepertinya ulah Sekte Dukun Alam, dan sepertinya mereka berencana mau menyerang Padepokan Nafas Patikaman.


Situasi di padepokan lagi tidak baik para tim penyerbu ke alam jin sudah lelah, butuh waktu untuk mengisi aura mereka kembali.


Sedangkan Tim Cadangan (tim yang sedang berlatih) untuk menambah pasukan tim sedang dalam tahap ujian kelayakan.


Sementara itu, di perbatasan desa para jin yang di pimpin salah seorang Sekte Dukun mencoba menjebol AURA PERISAI lapis pertama yang dipasang untuk melindungi area pemukiman warga yang juga anggota dari Padepokan Nafas Patikaman. Namun, tidak semuanya lulus, karena sebagian hanya memiliki aura kecil.


"Saatnya membalas kekalahan..!! Salah kalian sendiri tidak membunuh kami semua, kalian masih ada rasa iba.. saat kami menyerah.. hehehe.. Tunggulah Bajol.. kami akan membebaskan mu dari kurungan yang menyiksamu selama ini. Aku akan meneror perkampungan, setelah berhasil menjebol AURA PERISAI jahanam ini..hehehe.. hehehe...!!". Tawa Seseorang yang misterius, di kegelapan rimbunan pepohonan di dalam hutan.


Suatu malam di jalan melewati hutan menuju desa tempat Padepokan Nafas Patikaman berada.


Sekumpulan mahasiswa yang penasaran dengan desa yang dirumorkan pernah ada Klan Ninja terkuat, tidak sadar bahwa nyawa mereka terancam.


Mereka mengabaikan Gapura yang bertuliskan JANGAN DATANG BILA TAK DI UNDANG di jalan satu-satunya yang menjadi akses ke desa.


"Eh..bener gak ini jalan nya ?" Tanya seorang siswa perempuan pada teman laki-lakinya.


"kayak nya sih bener, soal nya ada tulisan aneh di gapura sebelum kita memasuki kawasan jalan yang menembus hutan ini" jawab temannya itu.


"Awas...!!" teriak wanita lain yang ada di mobil itu.


"Sepertinya kita menabrak seseorang!!" kata pacar wanita yang berteriak tadi.


Sopir mobil itu pun keluar dengan gugup mengecek kebelakang.

__ADS_1


Bersambung...


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?"Jangan lupa favorit dan likenya ya!" 👋


__ADS_2