
Di padepokan, pimpinan Sang Petir Khamir resah, beliau mengerahkan Tim Bayangan untuk mencari Tim Angin yang sudah 2 hari menghilang.
Namun yang ditemukan hanya Madi dan Jay. Ayah mereka Wakil Sang Petir Hasbullah senang bisa menemukan anaknya, sekaligus sedih karena para keponakannya belum diketemukan.
Semua Tim berkumpul di aula kecuali murid biasa tingkat kertas yang masih dalam pelatihan fisik dan pencarian bakat spiritual sebelum adanya AURA unsur tenaga dalam.
"Hampir saja ada Jin yang membuat kerajaan di sekitaran kita, namun kita melewatkan nya karena terlalu sibuk menerima panggilan DONATUR (sebutan pemberi dana finansial akan tetapi meminta bantuan supranatural)" Khamir memberi penyuluhan pada tim, yang ditarik balik dari tugas.
Rahmadi dan Jaylani yang baru sadar dari pingsannya kaget kenapa tiba-tiba ada di kamar mereka.
"Kak Mey..kapan aku pulang nya dan mana yang lain mereka baik-baik aja kan?" tanya Jay pada salah salah satu anggota Tim Kayu yang ditugaskan merawat dan menjaga sementara waktu.
"Belum di ketemukan, mereka masih hilang, namun Tim Bayangan, Api, Air sudah di terjunkan mencari mereka, sedangkan Tim lain menjaga padepokan karena ada informasi Sekte Dukun Alam ingin menyerang kita" jawab Mey sembari menjelaskan situasi terkini.
"Gawat..!!, aku kira perselisihan kita dan sekte dukun sudah berakhir pasca perang 5 tahun yang lalu, apa mereka sekarang tambah kuat ya, padahal perang waktu itu dimenangkan oleh pihak kita" Madi mengingat kejadian beberapa tahun silam.
"Peperangan kita melawan Sekte dukun takkan pernah berakhir, karena mereka pada dasarnya mengikat janji dengan Jin sedangkan kita menyerang para Jin, itu sudah dua hal yang berseberangan. Apalagi dulunya kita adalah Klan Ninja yang disegani seantero Banua sampai Nusa lainnya" cerita Lina Kapten Tim Kayu. (Banua adalah kepulawan besar tempat kami berada, sedangkan Nusa sebutan untuk kepulawan lainnya)
Tim Kayu beranggotakan 5 orang tingkat keras yaitu Lina Kapten Tim, Mey Wakil kapten, Zela, Mina, dan Ranti. Empat gadis cantik umur 17 tahun dan satu gadis misterius Rianti yang wajah nya tak ada satupun orang pernah melihat, sebab selalu memakai topeng kayu, umur 9 tahun tapi jangan anggap remeh, karna dia juga bocah sakti anak dari wakil ketua terdahulu yang gugur pada pertempuran 5 tahun silam bernama Musanto, adik bungsu dari Khamir dan Hasbullah.
Di Sekte Dukun Alam.
"Ketua, kapan kita menyerang Padepokan Nafas Patikaman, sepertinya mereka sedang kacau, karena anak dari Pimpinan mereka menghilang" tanya panglima dukun yang tidak sabar lagi dikarenakan dendam yang mendarah daging.
"Belum..!!, mereka masih waspada, kita tunggu saat mereka lengah, hehe..he setidak nya perangkap yang kita pasang 11 tahun yang lalu sudah berhasil, bocah yang meresahkan kita selama ini sudah menghilang tidak sia-sia ritual penumbalan di rumah itu untuk memanggil Raja Jin Serigala Es" decak puas Sang Ketua Sekte Dukun.
Ternyata semua itu adalah ulah Sekte Dukun.
Beberapa tahun yang lalu... sebelum peperangan besar yang menewaskan banyak orang dari sekte dukun. Diramalkan lahirnya anak laki yang akan membawa bencana besar dan menghancurkan sekte dukun dimasa depan.
Nyai Konah Peramal Sakti dikala itu Ketakutan dia melihat seorang anak laki-laki mengobrak-abrik Sekte Dukun dengan cemeti sungguh penerawangan yang membuat Nyai Konah langsung jatuh sakit setelahnya.
Banyaknya anak kecil hilang secara misterius, membuat warga resah dan meminta bantuan Klan Ninja Petir untuk menyelidiki kasus itu, namun semua sudah terlambat. Ritual sudah selesai dilakukan 13 tumbal kepala anak kecil, 1 keluarga kaya dan anak perawan dari dukun itu sendiri sudah terselenggara.
__ADS_1
Dan Kabut halimunan menutupi desa Sekte Dukun Alam, sehingga desa itu seolah-olah menghilang.
Pondok Nafas Patikaman yang dikala itu masih menjadi Klan Ninja paling ditakutin di Banua 5, Tim Bayangan orang-orang tingkat khusus. Yang kedatangan mereka tak bisa di deteksi bahkan oleh Sekte Dukun yang terkenal sakti pada jaman itu.
Dengan licik Sekte Dukun Alam menyuruh anak gadisnya menyusup ke dalam padepokan Klan Ninja Petir ( Sebelum berganti nama Nafas Patikaman).
Menghilangnya Desa Sekte Dukun Alam membuat Tiga petir bersaudara kebingungan, yang mereka temukan hanya seorang gadis cantik terikat di pohon.
"Kakanda..!!, ada gadis terikat disini" panggil Musanto pada kedua kakak nya.
Di sekeliling pohon besar itu bertebaran sajen serta bau kemenyan yang menyegat.
Mereka pun membawa gadis misterius itu ke Klan, tanpa tau sebenarnya adalah bahaya tersembunyi.
Hari berganti, gadis yang mereka bawa dari pertama kedatangannya masih saja diam tak bersuara, bahkan membuat Hasbullah dan Musanto berantem dikarenakan tak menjawab satu pun pertanyaan membuat Klan curiga namun Musanto malah membela gadis itu.
Lambat laun timbul benih cinta dihati Musanto, setiap hari dia mengajak gadis itu berkeliling, melihat-lihat kehidupan warga desa membaur dikeramayan.
"Kamu mau gelang ini?" Tanya Santo pada gadis itu dengan gugup, karena baru kali ini jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.
Gadis itu hanya menganggukan kepalanya. Setelah membeli gelang itu, Sang gadis memakaikan gelangnya ditangan kiri Santo, mereka saling bergandengan tangan sambil mengayunkan tangan yang sama-sama ada gelangnya, dengan riang gembira berjalan menyusuri jalan sambil menikmati suasana hati yang begitu indah.
"Bagus.. gelang sakti itu sudah terpasang..!! hihihi.." penjual itu pun menghilang menjadi kabut.
Musanto yang sudah terlalu cinta, memutuskan menikahi gadis itu yang diberi nama Musita, dikarenakan hanya diam dan tak punya nama.
Mereka pun bahagia sampai pada akhirnya, suatu malam hujan deras. Ditengah malam yang sepi dikamar Riad kecil, sesosok wanita mencekik balita mungil itu dengan tenaga seperti Siluman, Riad pun menangis keras untuk pertama kalinya, bahkan saat dilahirkan pun tak menangis seperti bayi pada umumnya.
Air mata balita itu berubah menjadi sebilah jarum menusuk jari wanita misterius yang langsung bergegas kabur, sebelum semua orang menyadari perbuatannya.
Setelah insiden malam itu tak ada yang tau kenapa Riad sampai bisa menangis, aneh nya sebuah AURA berbentuk jarum yang mata tajam nya mengarah hanya pada satu titik membuat Ayahanda Khamir mengambil sebuah kesimpulan.
Benar saja Jarum itu menunjukan titik lokasi desa kabut halimunan, tempat sekte dukun alam bersembunyi.
__ADS_1
Dengan cepat Khamir dan dua saudaranya beserta pasukan Bayangan yang berjumlah 300 orang yang dibagi menjadi 3 Tim menyebar dari berbagai arah dipimpin langsung Sang tiga petir.
Disiang itu langit mendung disertai angin deras hujan yang begitu lebat nya disertai gelegar kilatan petir yang menyambar.
Tim 3 yang dipimpin Musanto berhasil menerobos Pagar gaib Sekte dukun itu dari arah barat, pertempuran pun dimulai..
Tentunya para dukun itu bukan orang sembarangan adu kesaktian pun tak bisa terelakan antara Klan dan Sekte sama-sama kuat pertarungan dahsyat dua kubu saling beradu sengit.
Tak ada darah menetes setetes pun di pertempuran itu hanya luka dalam dari serangan yang tak bisa dilihat mata biasa.
Tim 2 yang dipimpin Hasbullah dari selatan melawan para Jin Iprit yang membatu para dukun itu berperang, pertempuran gaib yang membuat dua pembatas alam berguncang.
Tim 1 yang dipimpin Khamir turun dari langit dengan Sambaran petir yang mengelegar di tengah-tengah peperangan membuat seluruh desa Sekte Dukun Alam bergetar.
Kilatan cahaya itu menyilaukan mata para dukun, pasukan bayangan yang turun bagai hujan, sesat setelah kilatan petir dengan cepat melibas dukun disekitaran area itu. pembantaian besar-besaran pun terjadi.
Satu Minggu peperangan itu terjadi tanpa makan, tanpa minum dan istirahat, akhirnya di menangkan oleh Klan Ninja Petir.
Namun insiden yang tak terduga terjadi seseorang dari Sekte dukun yang tadinya menyerah, tiba-tiba menikam Musanto dengan belati yang ditempa dari dua buah gelang logam yang pernah di pakainya.
Beberapa hari sebelum peperangan.
"Dinda Sita.., gelangku mana ya kok gak ada dilenganku lagi?" tanya Santo pada istri cantik nya itu.
Dengan isyarat Musita menjelaskan akan mencari nya mungkin terselip disekitaran tempat tidur.(Tunawicara)
Selain beberapa pasukan bayangan yang gugur dalam pertempuran kala itu, Musanto salah satu dari tiga sang petir pun ikut gugur dalam perang yang sebenarnya sudah mereka menangkan.
Oke sudah cukup tayangan kilas balik nya. Rahasia apa lagi yang belum terungkap, bagaimanakah nasib Riad dan Si Kembar. "Nantikan kelanjutannya ya!" 👋
Bersambung...
Cerita fiksi kesamaan tempat dan adegan tak ada sangkut pautnya dengan kenyataan. Baca dengan bijak.🙏
__ADS_1